![]() |
| Suasana Ibadah Pembukaan Festival Paskah Pemuda GMIT di GMIT Anugerah Atambua, Jumat (27/3/2026), menjelang pelepasan Obor Perdamaian dari perbatasan RI–Timor Leste menuju Kupang hingga Rote. |
Bellu, NTT — Obor Perdamaian Pemuda GMIT akan resmi dilepas dari GMIT Anugerah Atambua pada 28 Maret 2026 sebagai bagian dari rangkaian Festival Paskah Pemuda GMIT yang membawa pesan damai dari perbatasan Indonesia–Timor Leste, Jumat, 27 Maret 2026.
Memasuki H-1, suasana di GMIT Anugerah Atambua semakin terasa semarak. Berbagai persiapan terus dimatangkan untuk menyambut momen pelepasan Obor Perdamaian Pemuda GMIT yang menjadi simbol utama Festival Paskah tahun ini.
Mengangkat tema “Dunia Penuh Luka”, kegiatan ini menjadi ruang refleksi bersama—bahwa di tengah berbagai persoalan dunia, masih ada harapan yang harus terus dinyalakan.
Pelepasan obor dari wilayah perbatasan bukan tanpa makna. Dari titik ini, pesan damai dimulai—menembus sekat geografis dan perbedaan, menyatukan semangat persaudaraan lintas batas.
Rute perjalanan Obor Perdamaian Pemuda GMIT akan dimulai dari Atambua menuju Kefamenanu (Kefa), dilanjutkan ke Soe, dan kemudian menuju Kabupaten Kupang. Di setiap titik, obor akan menjadi simbol doa, harapan, dan kebersamaan.
Ketua Festival Pawai Paskah 2026, Simson Polin, menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna yang jauh lebih dalam dari sekadar seremoni.
“Obor ini bukan sekadar api. Ini adalah simbol harapan dan panggilan bagi kita semua, khususnya pemuda, untuk menjadi pembawa damai di tengah dunia yang penuh luka,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa perjalanan Obor Perdamaian Pemuda GMIT menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa dari NTT, dari batas negeri, lahir pesan damai bagi Indonesia bahkan dunia.
Perjalanan Obor Perdamaian Pemuda GMIT dijadwalkan tiba di Kota Kupang pada 6 April 2026. Perjalanan kemudian berlanjut ke Pulau Rote.
Pada 10 April 2026, obor akan diterima di Fiulain, lokasi bersejarah masuknya Injil pertama di Pulau Rote. Setelah itu, obor akan dibawa menuju titik nol terselatan Indonesia yang berbatasan langsung dengan Australia.
Perjalanan ini bukan sekadar estafet obor, tetapi perjalanan nilai dan iman. Dari Atambua hingga Rote, Obor Perdamaian Pemuda GMIT menjadi simbol bahwa damai harus terus dijaga, dirawat, dan diwariskan.
Dari batas negeri, cahaya itu dinyalakan. Bukan untuk berhenti di satu tempat, tetapi untuk terus bergerak membawa harapan.
Damai tidak lahir dari keramaian.
Ia tumbuh dari kepedulian.
Dari batas, ia dinyalakan.
Dari pemuda, ia dijaga.
Dan dari iman, ia diteruskan.
✒️: kl
