![]() |
| Penguji eksternal dari UMKM PanBers, Yohanis Pandie, S.Pi, bersama peserta Uji Kompetensi Kejuruan SMK Negeri Boking yang menunjukkan keterampilan mengolah berbagai produk berbasis ikan tuna. |
TTS,NTT- SMK Negeri Boking melaksanakan Ujian Kompetensi Kejuruan (UKK) Tahun Ajaran 2025/2026 dengan menampilkan kemampuan siswa dalam mengolah berbagai produk berbasis ikan, khususnya tuna. Ujian yang berlangsung 10–12 Maret 2026 ini melibatkan penguji internal dan eksternal untuk memastikan standar kompetensi siswa benar-benar teruji.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mengukur kesiapan lulusan SMK sebelum memasuki dunia kerja, khususnya pada bidang agribisnis dan pengolahan hasil perikanan.
UKK di SMK Negeri Boking dilaksanakan sesuai dengan program keahlian yang tersedia di sekolah tersebut, yaitu:
1. Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan
2. Budidaya Ikan Air Tawar
3. Nautika Penangkapan Ikan
Khusus pada jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan, sebanyak 13 siswa mengikuti ujian praktik pengolahan produk ikan.
Pengujian eksternal dilakukan oleh Yohanis Pandie, S.Pi, pemilik UMKM PanBers, sebuah usaha pengolahan produk kelautan dan perikanan yang menjadi mitra binaan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT.
Menurut Yohanis, para siswa menunjukkan kemampuan yang baik dalam praktik pengolahan produk.
“Kami bangga karena semua siswa mampu mengolah produk seperti nugget dan bakso ikan dengan benar dan sesuai standar,” ujarnya.
Sebelum mengikuti ujian kompetensi, para siswa telah menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) pada tahun 2025 di UMKM PanBers.
Dalam program magang tersebut, siswa tidak hanya belajar teknik pengolahan ikan, tetapi juga memahami proses produksi secara menyeluruh mulai dari bahan baku hingga pemasaran.
Resep pengolahan yang dipraktikkan berasal dari program Gemarikan tingkat provinsi yang dilaksanakan pada 2015–2019, dengan standar resep dari Balai Besar Pengujian Mutu Hasil Perikanan Jakarta.
Selama proses pelatihan dan PKL, siswa telah mempraktikkan berbagai produk olahan ikan, antara lain:
1. Abon tuna
2. Bakso tuna
3. Se’i tuna
4. Dendeng ikan
5. Nugget tuna
6. Kaki naga tuna
7. Stik tuna
8. Sosis tuna
9. Sambal goreng tuna
10. Sate tuna
11. Rica-rica tuna
13. Es buah rumput laut
Produk olahan ekstrakurikuler lainnya
Belajar Rantai Produksi hingga Pemasaran
Dalam proses PKL, siswa juga mendapatkan pengalaman langsung terkait berbagai aspek penting industri pengolahan hasil perikanan, di antaranya:
1. Mengunjungi tempat pendaratan ikan
2. Memahami sistem rantai dingin (cold chain) hingga ke tempat usaha
3. Teknik penyimpanan produk hingga 8 bulan
4. Penggunaan peralatan pengolahan secara benar
5. Penerapan standar GMP (Good Manufacturing Practice) dan SSOP
6. Menjaga higienitas dalam proses produksi
7. Teknik pengemasan dan pelabelan produk
8. Penyimpanan produk basah di freezer
9. Strategi promosi dan pemasaran produk
10. Cara memilih ikan berkualitas
Selain itu, siswa juga menerima materi tambahan tentang jenis ikan ekonomis di wilayah NTT, manfaat makan ikan bagi kesehatan, serta standar kerja di UMKM PanBers.
Yohanis Pandie berharap para lulusan dari jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah.
Ia mengusulkan agar lulusan dari:
1. SMK Negeri Boking
2. SMK Negeri Kolbano
3. SMK Negeri Oehani
dapat diprioritaskan sebagai tenaga kerja di dapur program MBG (Makan Bergizi Gratis) yang tersebar di Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Menurutnya, para siswa telah memiliki ijazah pengolahan perikanan dan sertifikat PKL, serta memahami standar kerja dapur produksi makanan.
“Mereka sudah memiliki keterampilan dan pengalaman praktik. Karena itu sangat layak diprioritaskan sebagai tenaga kerja di dapur MBG di wilayah mereka,”
Program pendidikan vokasi seperti yang dijalankan SMK Negeri Boking menunjukkan bahwa lulusan SMK mampu menghasilkan tenaga terampil yang siap masuk dunia industri perikanan.
✒️; kl
