![]() |
| Calon pengurus termuda KSP Obor Mas, Anvila Desiantry (Fitri), bersama calon pengawas Imanuel Wellem saat mengikuti proses seleksi tahap lanjutan di Maumere. |
MAUMERE, NTT, 29 April 2026 —Dinamika seleksi calon pengurus dan pengawas KSP Obor Mas semakin menarik. Sosok generasi muda hingga kalangan akademisi kini tampil dalam bursa, menandai menguatnya proses regenerasi dalam tubuh koperasi tersebut.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah Anvila Desiantry, yang akrab disapa Fitri, sebagai calon pengurus termuda dalam seleksi kali ini. Kehadirannya menjadi simbol masuknya generasi muda dalam ruang kepemimpinan koperasi.
Fitri menegaskan bahwa keputusannya untuk maju bukan sekadar formalitas, melainkan dorongan untuk belajar dan terlibat langsung dalam pengelolaan koperasi.
“Kesempatan ini bukan hanya milik orang-orang tua. Kami generasi muda juga harus terlibat supaya bisa belajar dan melanjutkan apa yang sudah dirintis,” ujarnya.
Ia menilai, keterlibatan generasi muda sangat penting untuk menjaga keberlanjutan organisasi serta membawa perspektif baru dalam pengembangan koperasi.
Di sisi lain, seleksi ini juga diwarnai kehadiran kalangan akademisi.
Imanuel Wellem, SE., MM., dosen Universitas Nusa Nipa (UNIPA), turut masuk dalam bursa calon pengawas.
Menurutnya, keterlibatan dosen dalam koperasi merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.
“Sebagai dosen, kami tidak hanya mengajar teori, tetapi juga perlu terlibat dalam praktik nyata seperti koperasi,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengalaman langsung di lapangan menjadi penting untuk memperkaya materi pembelajaran dan penelitian di dunia akademik.
Masuknya generasi muda dan akademisi dalam proses seleksi ini menunjukkan arah baru KSP Obor Mas dalam memperkuat tata kelola organisasi.
Regenerasi tidak hanya dimaknai sebagai pergantian usia, tetapi juga sebagai upaya menghadirkan inovasi, energi baru, serta pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dalam pengelolaan koperasi.
Pihak manajemen menilai, perpaduan antara pengalaman senior, semangat generasi muda, dan kontribusi akademisi akan menjadi fondasi penting dalam menjawab tantangan koperasi ke depan.
Dengan komposisi kandidat yang semakin beragam, proses seleksi KSP Obor Mas kini tidak hanya menjadi ajang pemilihan pengurus, tetapi juga momentum pembaruan arah organisasi yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
✒️: Albert Cakramento
