Jakarta — Berasal dari Pulau Rote, wilayah di ujung selatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Apremoi Dudelusy Dethan menorehkan pencapaian baru dalam perjalanan pengabdiannya. Wakil Bupati Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), ini dipercaya menjadi anggota Dewan Pembina Alumni Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (P2NK) Angkatan 75 Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) periode 2026–2029.
Kepercayaan tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi Apremoi. Di tengah tanggung jawabnya sebagai Wakil Bupati Rote Ndao, ia mendapat kesempatan berada dalam lingkungan alumni yang mempertemukannya dengan tokoh-tokoh dari berbagai latar belakang.
Bagi perempuan yang mengaku berasal dari kampung ini, pencapaian tersebut bukan sekadar tentang jabatan atau pengakuan. Ia memaknainya sebagai buah dari ketabahan, kesabaran, dukungan keluarga, dan kepercayaan masyarakat yang selama ini menyertai perjalanannya.
Apremoi mengungkapkan rasa bangga sekaligus tidak menyangka bisa berada di antara orang-orang yang dinilainya memiliki pengalaman dan pencapaian luar biasa.
“Seperti mimpi, bisa berada dalam deretan orang-orang hebat. Padahal kalau mau dilihat, saya ini anak kampung, yang tinggal di kampung,” ungkap Apremoi seusai mengikuti prosesi pelantikan di Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Pernyataan itu menggambarkan bagaimana Apremoi memandang perjalanan hidupnya. Ia tidak menempatkan pencapaian tersebut semata-mata sebagai keberhasilan pribadi, tetapi juga sebagai pengalaman yang mengingatkannya pada asal-usul, keluarga, dan masyarakat yang mendukung langkahnya.
Pulau Rote dikenal sebagai salah satu wilayah paling selatan Indonesia. Dari wilayah inilah Apremoi menjalankan pengabdiannya sebagai Wakil Bupati Rote Ndao, sekaligus membawa pengalaman dari daerahnya ke lingkungan yang lebih luas.
Kepercayaan menjadi anggota Dewan Pembina Alumni P2NK Angkatan 75 Lemhannas RI menambah perjalanan pengabdiannya di bidang pemerintahan daerah.
Bagi masyarakat Rote Ndao, kehadiran seorang perempuan dari daerah kepulauan di ujung selatan Indonesia dalam lingkungan alumni Lemhannas menjadi sumber kebanggaan tersendiri.
Namun, makna pencapaian itu tidak berhenti pada asal daerah atau jabatan yang dipercayakan kepadanya. Pengalaman tersebut juga membuka ruang untuk memperluas wawasan, bertukar pikiran, dan belajar dari orang-orang yang memiliki latar belakang serta pengalaman berbeda.
Lemhannas RI merupakan lembaga pemerintah yang menjalankan tugas di bidang pendidikan kepemimpinan tingkat nasional, pengkajian strategis ketahanan nasional, serta pemantapan nilai-nilai kebangsaan.
Melalui program pemantapan nilai-nilai kebangsaan, peserta memperoleh kesempatan untuk memperdalam pemahaman mengenai kehidupan berbangsa dan bernegara. Lingkungan tersebut mempertemukan orang-orang dari beragam latar belakang profesi dan pengalaman.
Bagi Apremoi, berada di lingkungan itu menjadi kesempatan untuk terus belajar dan memperkaya perspektif dalam menjalankan tanggung jawabnya kepada masyarakat.
Pencapaian ini juga membawa pesan bahwa perempuan dari wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan nasional dapat mengambil bagian dalam ruang pengabdian yang lebih luas. Latar belakang geografis tidak harus menjadi batas untuk belajar, berkembang, dan memperoleh pengalaman baru.
Ketika ditanya mengenai perjalanan hingga mencapai titik tersebut, Apremoi menekankan pentingnya ketenangan dan kesabaran.
Menurut dia, kehidupan menghadirkan beragam dinamika yang tidak selalu dapat dihadapi dengan tergesa-gesa. Kemampuan mengendalikan diri dan menjaga ketenangan menjadi hal penting dalam mengambil sikap serta menjalankan tanggung jawab.
“Kuncinya adalah tenang dan sabar. Seperti sebuah ungkapan bijak, orang yang mampu menjaga ketenangan jauh lebih hebat daripada seorang pahlawan,” ujarnya.
Pesan tersebut memiliki arti tersendiri bagi Apremoi yang saat ini menjalankan tugas sebagai Wakil Bupati Rote Ndao.
Dalam pemerintahan daerah, tanggung jawab seorang pemimpin berkaitan dengan kepentingan masyarakat yang beragam. Dibutuhkan kemampuan mendengarkan, memahami persoalan, dan mempertimbangkan berbagai kepentingan sebelum mengambil keputusan.
Meski demikian, Apremoi tidak menguraikan secara terperinci pengalaman tertentu yang menjadi dasar pandangannya mengenai ketenangan dan kesabaran. Ia menempatkan kedua nilai itu sebagai prinsip penting yang menemani perjalanan hidupnya.
Bagi dirinya, pencapaian tidak selalu datang melalui jalan yang mudah. Ketabahan diperlukan untuk menjalani proses, sementara kesabaran membantu seseorang tetap bertahan ketika menghadapi berbagai tantangan.
Apremoi mengakui bahwa perjalanan yang dilaluinya tidak berdiri di atas usaha pribadi semata. Dukungan suami tercinta, Simson Polin, anak-anak, keluarga besar, dan masyarakat Rote Ndao menjadi bagian penting dalam kehidupannya.
Dukungan tersebut, menurut Apremoi, hadir melalui berbagai cara. Ada yang memberikan perhatian secara langsung, ada pula yang menguatkan melalui doa dan dukungan dari jauh.
Ia menyadari bahwa tanggung jawab dalam pemerintahan membutuhkan waktu, perhatian, dan kesiapan untuk menghadapi berbagai situasi. Dalam keadaan seperti itu, dukungan keluarga menjadi salah satu sumber kekuatan untuk terus menjalankan tugas.
“Ini berkat dukungan dari masyarakat Rote Ndao. Ada suami tercinta, anak-anak, serta keluarga yang mendukung dengan caranya masing-masing,” ungkapnya.
Apremoi juga menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat Rote Ndao. Baginya, kepercayaan dan dukungan masyarakat merupakan bagian penting dari perjalanan pengabdiannya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa ia memandang pencapaian pribadi sebagai sesuatu yang tidak terpisah dari lingkungan sosial yang menyertainya.
Dukungan keluarga memberikan kekuatan dalam kehidupan pribadi, sedangkan dukungan masyarakat menjadi bagian dari tanggung jawab yang harus dijaga melalui pengabdian.
Apremoi mengungkapkan bahwa ia sangat bangga atas kepercayaan yang diterimanya. Namun, kebanggaan tersebut ia maknai lebih jauh sebagai berkat yang tidak hanya diperuntukkan bagi dirinya sendiri.
“Sangat bangga. Karena ini adalah buah dari ketabahan yang dihadiahkan Tuhan buat Rote Ndao, keluarga, terlebih buat saya secara pribadi,” katanya.
Ungkapan itu menegaskan cara Apremoi memandang pencapaiannya: sebagai hasil perjalanan panjang yang melibatkan ketabahan, dukungan orang-orang terdekat, dan kesempatan untuk terus berkembang.
Ia tidak hanya mengaitkan pencapaian tersebut dengan dirinya sebagai individu, tetapi juga dengan keluarga dan masyarakat Rote Ndao.
Sebagai Wakil Bupati Rote Ndao, kepercayaan menjadi anggota Dewan Pembina Alumni P2NK Angkatan 75 Lemhannas RI diharapkan menjadi dorongan untuk terus memperluas wawasan dan memperkuat semangat pengabdian.
Pengalaman berada di lingkungan alumni dapat menjadi ruang belajar untuk memahami berbagai persoalan kebangsaan dari sudut pandang yang lebih luas. Namun, nilai pengalaman itu pada akhirnya juga berkaitan dengan bagaimana pengetahuan dan pemahaman yang diperoleh dapat mendukung pelaksanaan tugas sehari-hari.
Perjalanan Apremoi menjadi pengingat bahwa kesempatan untuk berkembang dapat hadir dari berbagai tempat, termasuk dari pulau di ujung selatan Indonesia. Asal-usul bukanlah sesuatu yang perlu disembunyikan, melainkan bagian dari perjalanan yang membentuk seseorang.
Bagi Apremoi, menjadi bagian dari lingkungan alumni Lemhannas bukanlah akhir dari perjalanan. Ia memaknainya sebagai kesempatan untuk terus belajar, menjaga ketabahan, dan menjalankan pengabdian kepada masyarakat yang telah memberikan dukungan.
Dari Pulau Rote, ia membawa kebanggaan atas pencapaian yang diraihnya sekaligus pesan sederhana yang terus dipegangnya: menghadapi kehidupan dengan tenang, sabar, dan tabah.
✒️: kl
