![]() |
| Marsel Tika, S.Pd., M.Pd., Wakasek Kurikulum SMAN 6 Kupang, saat memberikan penjelasan terkait Hasil TKA SMAN 6 Kupang 2025 dan peluang siswa eligibel mengikuti SNBP tanpa tes, di Kupang, NTT, Kamis (26/2/2026). |
Kupang, NTT, 26 Februari 2026 – Hasil TKA SMAN 6 Kupang 2025 resmi terungkap dan menjadi perhatian dalam proses Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Dengan rata-rata umum 45,15, sebanyak 138 siswa dinyatakan eligibel dan berpeluang mengikuti SNBP tanpa tes.
Wakasek Kurikulum SMAN 6 Kupang, Marsel Tika, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa secara umum capaian nilai memang belum maksimal. “Untuk hasilnya itu memang secara umum belum maksimal. Hanya beberapa mata pelajaran yang nilainya cukup bagus seperti Geografi dan Sejarah. Ada kenaikan juga di Matematika dan Bahasa Inggris,” ujarnya.
Data menunjukkan Geografi menjadi mata pelajaran dengan rata-rata tertinggi yakni 71,29 dan nilai puncak mencapai 97,50. Disusul Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut 65,74, Sejarah 62,43, serta Antropologi 62,13. Sementara itu, beberapa mata pelajaran masih perlu perhatian seperti Bahasa Inggris 20,06, Bahasa Jerman 25,60, Ekonomi 29,47, Fisika 29,91, dan Kimia 32,38. Nilai terendah yang tercatat di beberapa mata pelajaran adalah 5,00.
Dari total 339 siswa, sekitar 207 siswa mengikuti TKA. Tidak semua siswa berpartisipasi karena sebagian memilih tidak melanjutkan pendidikan tinggi. Di SMA, lima mata pelajaran yang diujikan dalam TKA meliputi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, serta dua mata pelajaran pilihan sesuai minat siswa.
Marsel menegaskan bahwa status eligibel menjadi syarat penting dalam SNBP. Namun, siswa yang eligibel tetapi tidak mengikuti TKA tidak dapat diproses dalam seleksi. “Ketika anak itu eligibel maka dia berhak mengikuti. Tapi kalau eligibel secara nilai namun tidak ikut TKA, maka tidak bisa diproses. Jadi TKA menjadi salah satu syarat,” tegasnya.
Sebanyak 138 siswa ditetapkan eligibel berdasarkan pemeringkatan nilai rapor semester satu hingga semester lima. Nilai tersebut dirata-ratakan dan diurutkan dari yang tertinggi. Sekolah kemudian merekomendasikan mereka untuk mendaftar SNBP sesuai kuota yang tersedia di masing-masing perguruan tinggi.
“Sekolah hanya memastikan mereka mendaftar sebelum batas waktu 18 Februari. Soal diterima atau tidak, itu kewenangan perguruan tinggi,” jelasnya.
Selain nilai akademik, prestasi non akademik kini menjadi pertimbangan penting. Siswa wajib mengunggah bukti prestasi tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. Prestasi seperti juara olahraga tingkat provinsi dapat menjadi nilai tambah, terutama untuk program studi tertentu.
Ia juga menambahkan bahwa peluang bantuan pendidikan seperti KIP terbuka bagi siswa yang memenuhi syarat. Namun, kesempatan tanpa tes melalui SNBP harus dimanfaatkan secara maksimal.
“Yang kita tekankan adalah manfaatkan peluang ini dengan baik. Ini kesempatan bagi anak-anak untuk melanjutkan pendidikan tinggi,” tutup Marsel.
Dengan rata-rata 45,15 dan 138 siswa eligibel, Hasil TKA SMAN 6 Kupang 2025 menjadi cermin evaluasi sekaligus gerbang peluang menuju perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi.
✒️: kl
