Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Ebit Tancap Gas! Nagekeo Didorong Jadi Lumbung Padi NTT

Senin, 30 Maret 2026 | Maret 30, 2026 WIB Last Updated 2026-03-29T22:51:23Z
Wakil Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia, Wilfridus Yons Ebit, berdialog dengan petani saat meninjau lokasi pembukaan lahan sawah baru di Desa Waikokak, Kabupaten Nagekeo, NTT, Senin (30/3/2026).


Lumbung Padi Nagekeo mulai digenjot serius setelah Wilfridus Yons Ebit turun langsung meninjau pembukaan sawah baru di Desa Waikokak, sebagai bagian dari langkah percepatan penguatan sektor pertanian di NTT.


Nagekeo, NTT — Senin, 30 Maret 2026 — Usai menghadiri pelantikan pengurus Tani Merdeka di Kecamatan Aesesa, Wilfridus Yons Ebit tak menunggu lama.


Ia langsung turun ke lapangan meninjau lokasi pembukaan lahan sawah baru di Desa Waikokak. Langkah ini menegaskan bahwa gerakan Tani Merdeka bukan sekadar seremoni, tetapi aksi nyata.


Dalam kunjungannya, Ebit menegaskan target utama: menjadikan Nagekeo sebagai lumbung padi untuk daratan Flores dan NTT.

“Target kita jelas, Nagekeo harus menjadi lumbung padi,” tegasnya.


Program ini dinilai strategis untuk meningkatkan produksi pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.


Ebit menekankan bahwa pembukaan lahan harus dibarengi dengan sistem pertanian modern.


Mulai dari mekanisasi, ketersediaan alat, hingga manajemen pertanian yang serius harus menjadi perhatian utama.

“Kita tidak boleh setengah-setengah,” ujarnya.


Sedikit sederhana tapi dalam: buka sawah itu mudah, menjaga hasilnya yang butuh sistem.


Ebit juga menegaskan bahwa fokusnya hanya satu—petani.

“Saya sudah keliling dari Aceh sampai Papua. Yang saya urus satu: petani,” tegasnya.


Menurutnya, jika petani kuat secara ekonomi, maka banyak persoalan bangsa ikut terselesaikan.


Ketua DPD Tani Merdeka Kabupaten Nagekeo menyampaikan harapan agar program ini benar-benar menyentuh kebutuhan petani.


Permasalahan klasik seperti alat terbatas, biaya produksi tinggi, hingga lahan tidur masih menjadi tantangan di lapangan.

“Kami butuh dukungan nyata,” tegasnya.


Dukungan juga datang dari Imanuel Ndun yang menegaskan komitmen pemerintah daerah.

“Kita harus di garis depan untuk memastikan masyarakat sejahtera,” ujarnya.


Kolaborasi antara pemerintah, organisasi, dan masyarakat menjadi kunci utama.


Dengan potensi lahan luas dan semangat kolaborasi, Nagekeo dinilai siap menjadi salah satu pusat produksi pangan di NTT.


Namun, keberhasilan tidak ditentukan oleh wacana—melainkan aksi nyata di lapangan.


Langkah sudah dimulai.

Target sudah jelas.

Petani mulai bergerak.

Kini tinggal konsistensi dan keberanian mengeksekusi.

Nagekeo bangkit.

Petani merdeka.

✒️: kl