Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Kembali ke Seminari Todabelu, Yons Ebit Kenang Masa Formasi

Senin, 30 Maret 2026 | Maret 30, 2026 WIB Last Updated 2026-03-30T05:07:43Z


Seminari Todabelu di Mataloko menjadi saksi momen emosional saat Wilfridus Yons Ebit kembali menapak tempat yang pernah membentuk karakter dan arah hidupnya, Senin (30/3/2026).


Ngada, NTT Kunjungan Wilfridus Yons Ebit ke Seminari St. Yohanes Berkhmans Todabelu bukan sekadar agenda biasa.


Sebagai alumni, ia kembali menyusuri ruang-ruang yang pernah menjadi bagian dari proses pembentukan diri—tempat di mana iman, disiplin, dan karakter ditempa.


Kehadirannya disambut hangat oleh para imam yang dahulu pernah menjalani masa formasi bersama.


Pertemuan itu berubah menjadi ruang penuh nostalgia—dipenuhi cerita lama, tawa, dan refleksi mendalam tentang perjalanan hidup yang telah dilalui masing-masing.


Dalam suasana akrab, Wilfridus Yons Ebit mengenang masa-masa formasi yang tidak mudah.


Mulai dari disiplin ketat, rutinitas harian yang terstruktur, hingga pergulatan batin sebagai bagian dari proses pendewasaan diri.


“Seminari ini bukan hanya tempat belajar, tetapi tempat kita ditempa menjadi pribadi yang tangguh,” ungkapnya.

Sedikit reflektif: kadang yang paling berat justru yang paling membentuk.


Menurutnya, kehidupan seminari mengajarkan arti pengorbanan, kebersamaan, dan komitmen dalam menjalani panggilan hidup.


Nilai-nilai itu, kata Ebit, terus menjadi pegangan dalam setiap langkah pengabdiannya di tengah masyarakat.


Meski jalan hidup para alumni berbeda, semangat pelayanan tetap menjadi benang merah yang menyatukan.


Kunjungan ini menjadi ruang refleksi sekaligus ungkapan syukur atas perjalanan panjang yang telah dilalui.


Ia juga berharap para seminaris yang saat ini sedang menempuh pendidikan tetap menjaga semangat dan keteguhan.

“Dari tempat ini, semuanya bermula,” tutupnya.


Kunjungan ini bukan sekadar nostalgia.

Ini tentang kembali ke akar.

Tentang mengingat proses yang membentuk.

Dan tentang nilai yang terus hidup, bahkan setelah waktu berlalu.

✒️: Albert Cakramento