Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Gebrakan Asa Lahtang! SMKN 6 Kupang Bangun Fasilitas Penginapan Siswa Magang

Selasa, 05 Mei 2026 | Mei 05, 2026 WIB Last Updated 2026-05-05T06:05:11Z


Kupang, NTT, 5 Mei 2026– Gebrakan Asa Lahtang! SMKN 6 Kupang Bangun Fasilitas Penginapan Siswa melalui pengelolaan dana swadaya dari IPP (iuran partisipasi pendidikan) orang tua. Langkah ini dilakukan untuk melanjutkan pembangunan lantai 3 yang akan difungsikan sebagai penginapan bagi siswa magang dari luar daerah serta mitra industri yang menjalani program magang.


Dalam mendorong Pembangunan SMKN 6 Kupang, Kepala Sekolah Asa Lahtang memilih bergerak daripada menunggu. Dengan dukungan orang tua dan pengelolaan sumber daya internal sekolah, pembangunan terus berjalan meski tanpa ketergantungan penuh pada anggaran pemerintah.


Nilai kebutuhan pembangunan lantai 3 diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta. Dana tersebut difokuskan untuk penyediaan ruang penginapan yang layak dan aman bagi siswa serta mitra industri.


Pembangunan SMKN 6 Kupang dirancang tidak sekadar menambah ruang, tetapi membangun ekosistem pendidikan vokasi yang utuh.


Lantai 1 menjadi pusat aktivitas layanan dan konektivitas kerja, meliputi ruang promosi program keahlian, bank mini, bursa kerja khusus (BKK), serta migran center.


Lantai 2 difokuskan pada penguatan kompetensi, dengan ruang produksi DKV, kelas migran, serta pelatihan coding dan desain.


Lantai 3 yang sedang dibangun akan menjadi fasilitas penginapan bagi siswa dari luar daerah dan mitra industri yang terlibat dalam program magang.


Dengan konsep ini, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang produksi, pelatihan, hingga hunian pendukung pendidikan.


Keberadaan fasilitas penginapan menjadi jawaban atas kebutuhan nyata siswa, khususnya yang berasal dari daerah. Selama ini, keterbatasan tempat tinggal sering menjadi kendala dalam mengikuti proses pendidikan secara optimal.


Kini, melalui pembangunan ini, siswa tidak hanya mendapat akses pendidikan, tetapi juga dukungan fasilitas yang memadai untuk bertahan dan berkembang.


Langkah ini juga memperkuat posisi SMKN 6 Kupang sebagai sekolah vokasi yang terkoneksi dengan dunia industri. Dengan adanya fasilitas penginapan, mitra industri yang terlibat dalam program magang dan pelatihan dapat lebih mudah berkolaborasi langsung di lingkungan sekolah.


Artinya, proses belajar tidak lagi terpisah dari dunia kerja—melainkan berjalan berdampingan.


Apa yang dilakukan Asa Lahtang menunjukkan bahwa kepemimpinan di dunia pendidikan tidak cukup hanya dengan perencanaan, tetapi juga aksi nyata.


Di tengah berbagai keterbatasan, pendekatan swadaya menjadi bukti bahwa kemajuan sekolah bisa dimulai dari keberanian mengambil langkah.


Pembangunan ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi bagian dari transformasi pendidikan yang lebih adaptif dan relevan dengan kebutuhan zaman.


Ketika sekolah berani bergerak, masa depan siswa ikut bergerak maju.

✒️: kl