![]() |
| Petugas kepolisian menunjukkan barang bukti berupa kayu dan batu yang diduga digunakan dalam aksi pengeroyokan di wilayah Mauloo, Kabupaten Sikka, yang kini telah diamankan untuk proses penyelidikan lebih lanjut. |
Maumere, NTT, 30 April 2026 – Penanganan cepat ditunjukkan aparat kepolisian dalam kasus dugaan pengeroyokan, penganiayaan, dan pengerusakan yang terjadi di wilayah Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka. Hanya dalam hitungan jam, empat orang yang diduga terlibat berhasil diamankan.
Tim Reskrim Polres Sikka bersama Polsek Paga bergerak cepat setelah menerima laporan adanya aksi kekerasan di wilayah Nuasede, Desa Mbengu pada Selasa malam, 28 April 2026.
Informasi awal diterima sekitar pukul 22.00 WITA dari Kapolsek Paga, IPDA Alwan Dimas Saputra, yang melaporkan adanya dugaan tindak pidana pengeroyokan, penganiayaan, dan pengerusakan di lokasi tersebut.
Menindaklanjuti laporan itu, Tim Reskrim yang dipimpin oleh IPTU Reinhard Dionisius Siga bersama KBO Reskrim IPTU I Nyoman Ariasa langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penyelidikan.
Hasilnya, pada Rabu dini hari, 29 April 2026 sekitar pukul 05.00 WITA, aparat berhasil mengamankan empat orang yang diduga kuat berkaitan langsung dengan peristiwa tersebut.
Saat ini, keempat terduga pelaku tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik guna mendalami peran masing-masing dalam kasus tersebut.
Sementara itu, pihak kepolisian melalui Kasi Humas Polres Sikka, Ipda Leonardus Tunga, membenarkan adanya penanganan kasus tersebut.
“Benar, kami telah mengamankan empat orang yang diduga terkait dengan kejadian pengeroyokan, penganiayaan, dan pengerusakan di wilayah hukum Polsek Paga.
Saat ini masih dalam proses penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut,” ungkapnya saat dikonfirmasi media.
Kasus ini sebelumnya dilaporkan oleh seorang sopir berinisial U N M (44) yang mengaku menjadi korban pengeroyokan di jalur Trans Flores wilayah Mauloo, saat dalam perjalanan menuju Maumere.
Dalam kejadian tersebut, korban mengalami luka memar di bagian rahang dan tangan, serta kendaraan yang dikemudikan mengalami kerusakan akibat dipukul menggunakan kayu oleh para pelaku.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa proses hukum akan terus berjalan sesuai prosedur, termasuk pengumpulan alat bukti guna menentukan status hukum para terduga pelaku.
Peristiwa ini kembali menjadi sorotan publik, mengingat jalur Trans Flores merupakan akses vital masyarakat yang seharusnya aman dari aksi-aksi kriminal.
