![]() |
| Wali Kota Kupang bersama jajaran pejabat saat menghadiri dan memimpin prosesi pelantikan pejabat administrator, pengawas, fungsional, dan kepala sekolah di lingkungan Pemerintah Kota Kupang, Selasa (28/04/2026). |
Kota Kupang, NTT, 28 April 2026 —Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan bahwa jabatan bukanlah sekadar seremoni, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan konsistensi.
Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat administrator, pejabat pengawas, pejabat fungsional, serta kepala sekolah di lingkungan Pemerintah Kota Kupang, Selasa (28/4). Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis.
Dalam pelantikan tersebut, jumlah pejabat yang dilantik tergolong besar, termasuk hampir 60 kepala sekolah. Prosesnya sendiri tidak berlangsung singkat, karena harus melalui tahapan panjang, termasuk penyesuaian administrasi dan menunggu pertimbangan teknis (pertek) dari pemerintah pusat.
“Ini bukan pekerjaan mudah. Ini perjalanan panjang, dan ini pun belum selesai. Masih ada gelombang berikutnya,” ujar Wali Kota.
Namun lebih dari sekadar jumlah dan proses, Wali Kota menekankan makna di balik pelantikan tersebut. Ia mengingatkan bahwa momen ini bukanlah perayaan jabatan, melainkan penguatan komitmen untuk mengemban amanah publik.
“Kita tidak merayakan jabatan hari ini. Kita merayakan tanggung jawab dan amanah,” tegasnya.
Menurutnya, kekuasaan dan tanggung jawab adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Semakin besar jabatan yang diemban, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dijalankan.
“Great power comes great responsibility. Kekuasaan yang besar diikuti oleh tanggung jawab yang besar,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa komitmen di awal tidaklah cukup jika tidak diikuti dengan konsistensi dalam menjalankan tugas.
“Komitmen itu paling mudah diucapkan. Tapi konsistensi dalam menjalankannya, itu yang paling sulit,” katanya.
Dalam arahannya, Wali Kota juga menyoroti pentingnya perubahan pola kerja birokrasi. Ia menolak pola kerja reaktif yang hanya menyelesaikan masalah sesaat, tanpa menyentuh akar persoalan.
“Saya tidak mau kerja tambal sulam. Ada masalah, diselesaikan, lalu muncul lagi masalah baru. Kita harus bangun sistem,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa sistem yang baik akan membuat birokrasi tetap berjalan, tanpa bergantung pada individu tertentu. Dengan sistem yang kuat, pelayanan publik dapat berlangsung secara konsisten dan berkelanjutan.
“Kalau sistemnya baik, siapa pun yang memimpin, kerja tetap berjalan,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan seluruh pejabat untuk tidak terjebak dalam budaya saling menyalahkan. Menurutnya, kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan yang mampu mengambil tanggung jawab dan mencari solusi.
“Pemimpin yang baik tidak bermain saling menyalahkan. Kita harus kompak, bergerak dalam satu arah,” katanya.
Wali Kota juga menegaskan bahwa setiap persoalan dalam pemerintahan merupakan tanggung jawab bersama lintas sektor, bukan hanya satu instansi tertentu.
Di sisi lain, ia memberikan perhatian khusus pada pentingnya menjaga integritas. Ia menyebut bahwa integritas sejati justru diuji ketika seseorang berada dalam kondisi tanpa pengawasan.
“Integritas adalah melakukan hal yang benar, bahkan ketika tidak ada yang melihat,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa jabatan akan menguji setiap individu, terutama dalam situasi sulit, ketika harus memilih antara keputusan yang mudah dan keputusan yang benar.
“Jabatan ini akan menguji kalian dalam kesendirian. Di situ integritas kalian diuji,” tegasnya.
Selain integritas, Wali Kota juga mendorong para pejabat untuk terus berinovasi dalam menjalankan tugas. Ia menekankan bahwa inovasi tidak harus besar atau rumit, tetapi cukup dimulai dari hal sederhana yang bermanfaat.
“Inovasi tidak harus besar. Hal kecil yang bermanfaat bagi masyarakat, itu sudah inovasi,” jelasnya.
Ia mencontohkan bahwa banyak perubahan besar justru lahir dari ide sederhana yang mampu mempermudah kehidupan masyarakat.
Di akhir arahannya, Wali Kota kembali menegaskan pesan utamanya: bahwa yang terpenting dalam menjalankan jabatan bukanlah kesempurnaan, melainkan kesungguhan.
“Saya tidak menuntut kesempurnaan, tetapi saya menuntut kesungguhan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa perbedaan cara berpikir adalah hal yang wajar, namun seluruh pejabat harus tetap berjalan dalam satu visi, misi, dan tujuan yang sama.
Dengan pelantikan ini, Pemerintah Kota Kupang berharap seluruh pejabat yang dilantik dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga integritas, serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
✒️: kl
