Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Sekali Mendayung, Tiga Agenda Terlampaui: Paulus Henuk Percepat Garam, Kesehatan dan Pendidikan Rote Ndao di Jakarta

Selasa, 11 Agustus 2026 | Agustus 11, 2026 WIB Last Updated 2026-08-10T23:11:03Z

 



JAKARTA — Pepatah “sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui” tampaknya menggambarkan agenda Bupati Rote Ndao Paulus Henuk di Jakarta, Senin (10/8/2026). Dalam satu rangkaian kunjungan, Paulus Henuk menjalankan sejumlah pertemuan strategis yang menyasar tiga sektor penting bagi masa depan Rote Ndao, yakni percepatan pembangunan industri garam melalui proyek K-SIGN, penguatan sektor kesehatan, serta perluasan kolaborasi pendidikan melalui program Rote Mengajar.


Agenda tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Rote Ndao membangun jejaring dan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat, dunia usaha, yayasan pendidikan, serta para putra-putri Rote yang telah berhasil di berbagai bidang.


Agenda pertama Paulus Henuk dilakukan melalui pertemuan dengan Direktur Jenderal PK untuk membahas percepatan pelaksanaan proyek K-SIGN di Kabupaten Rote Ndao, khususnya Zona Satu tahap pertama dan tahap kedua.


Pertemuan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi rapat bersama berbagai kementerian dan lembaga di Kantor Kepala Staf Presiden yang dijadwalkan berlangsung Selasa (11/8/2026).


Bagi Paulus Henuk, K-SIGN tidak semata-mata merupakan proyek pembangunan infrastruktur. Lebih dari itu, proyek tersebut dipandang sebagai bagian dari strategi besar untuk mendorong Rote Ndao menjadi salah satu sentra produksi garam nasional.


Menurutnya, pengembangan sektor garam diharapkan mampu membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, menciptakan lapangan kerja sekaligus memperkuat kemandirian garam nasional.


Agenda berikutnya berlanjut dengan pertemuan dan audiensi bersama Wakil Menteri Kesehatan di Kementerian Kesehatan.


Dalam pertemuan tersebut, Paulus menyampaikan sejumlah usulan dukungan bagi sektor kesehatan di Kabupaten Rote Ndao.


Tidak hanya membahas kesehatan, Paulus juga mengajak Wakil Menteri Kesehatan untuk mengambil bagian dalam program Rote Mengajar, yang merupakan salah satu bentuk Gerakan Maifaliee/Maifali Nusa Lote.


Ajakan tersebut mendapat respons positif.


Paulus menyampaikan bahwa Wakil Menteri Kesehatan bersedia hadir langsung ke Rote Ndao untuk berbagi inspirasi dengan generasi muda.


Dukungan tersebut dinilai memiliki makna khusus karena program Rote Mengajar tidak hanya diarahkan untuk memberikan pengetahuan, tetapi juga mempertemukan generasi muda Rote dengan tokoh-tokoh yang telah berhasil di berbagai bidang.


Putra-putri Rote yang telah sukses diharapkan dapat kembali memberikan inspirasi, pengalaman dan membuka cakrawala berpikir generasi muda di daerah asalnya.


Agenda ketiga dilakukan Paulus Henuk melalui pertemuan dengan Ketua Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim bersama jajaran staf.


Dalam pertemuan tersebut, Paulus menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas berbagai dukungan yang selama ini diberikan Yayasan Pendidikan Astra untuk Kabupaten Rote Ndao, khususnya di bidang pendidikan.


Sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi, Paulus menyematkan selendang atau kain tenun khas Rote Ndao kepada Ketua Yayasan Pendidikan Astra.


Bagi Paulus, tenun bukan sekadar kain tradisional, tetapi merupakan simbol identitas, penghormatan dan persaudaraan masyarakat Rote Ndao.


Ia juga menyerahkan plakat piagam penghargaan kepada Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim dengan semboyan:


“MANA FE MANGGALELOK NUSAK”

yang berarti “Pemberi Cahaya bagi Daerah.”


Paulus menilai makna tersebut sangat erat dengan perjuangan membangun sumber daya manusia.


Menurutnya, pendidikan merupakan cahaya yang menerangi jalan keluar dari kegelapan peradaban. Karena itu, setiap dukungan terhadap pendidikan merupakan investasi penting bagi masa depan sebuah daerah.


Dalam kesempatan yang sama, Paulus Henuk juga mengundang Ketua Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim untuk hadir sebagai narasumber dalam program Rote Mengajar di Kabupaten Rote Ndao.


Ia berharap kerja sama yang telah terbangun selama ini tidak berhenti pada bantuan semata, tetapi dapat diperluas melalui transfer pengetahuan, pengalaman dan inspirasi kepada anak-anak Rote.


Menurut Paulus, pembangunan Rote Ndao tidak mungkin dilakukan pemerintah sendirian.


Dibutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, dunia usaha, yayasan, para profesional, relawan, organisasi nonpemerintah hingga putra-putri Rote yang telah berhasil di berbagai daerah maupun di luar daerah.


Rangkaian agenda Paulus Henuk di Jakarta tersebut menunjukkan upaya pemerintah daerah untuk membuka sebanyak mungkin ruang kolaborasi bagi pembangunan Rote Ndao.


Mulai dari penguatan produksi garam, peningkatan dukungan kesehatan hingga pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan, seluruhnya diarahkan untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat.


Paulus mengajak seluruh pihak untuk terus bergandengan tangan membangun Rote Ndao.


Menurutnya, ketika pengetahuan dibagikan, kesempatan diperluas dan kepedulian dipertemukan, maka semakin banyak cahaya yang dapat menerangi Nusa Lontar.


“Rote Ndao bukan hanya tempat kita berasal. Rote Ndao adalah rumah yang harus kita bangun bersama,” demikian pesan Paulus.

✒️:kl