Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

KONI Akui Pertina, Target 37 Emas PON 2028

Senin, 16 Maret 2026 | Maret 16, 2026 WIB Last Updated 2026-03-16T12:27:04Z

 

Dr. Alfonsus Teodorus (Sekum KONI NTT) dan Dr. Sam Haning (Ketua Pertina NTT) saat dialog di TVRI Kupang, Senin (16/3/2026).

Kupang, NTT –KONI NTT menegaskan hanya mengakui Pertina sebagai organisasi tinju resmi, sekaligus memaparkan strategi besar menuju target 37 medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.


Penegasan itu disampaikan Sekretaris Umum KONI NTT, Dr. Alfonsus Teodorus, usai dialog di TVRI Kupang, Senin (16/3/2026).


Dalam pernyataannya, Dr. Alfonsus menegaskan bahwa posisi organisasi tinju dalam struktur olahraga nasional sebenarnya sudah jelas.


Sedikit pantun pembuka seolah menggambarkan situasi yang sedang hangat dibicarakan itu:


Pergi ke pasar membeli pala,

Pala dibawa pulang ke rumah.

Kalau organisasi sudah jelas adanya,

Jangan lagi gaduh di arena olahraga.

KONI Tegaskan Hanya Pertina


Menanggapi isu dualisme organisasi tinju yang sempat muncul, Dr. Alfonsus menegaskan bahwa KONI memiliki sikap yang jelas.


“Seperti yang pasti begini. Pertina direkomendasikan oleh KONI. Yang diakui KONI cuma Pertina. Dan itu penegasan sudah berulang-ulang disampaikan.”


Ia menambahkan bahwa secara logika organisasi olahraga, hal tersebut menjadi pedoman dalam berbagai kegiatan olahraga, termasuk PON.


“Sehingga dengan sendirinya di PON nanti Pertina yang mana itu logika. Logika yang saya harus sampaikan dalam konsep, dalam situasi lembaga organisasi olahraga.”


Menurutnya, langkah hukum yang ditempuh pihak tertentu hanya bertujuan untuk mencari kejelasan.


“Kemudian sekarang ini sementara mencoba melakukan beberapa langkah hukum. Nah tentu saja ini hanya meminta kejelasan. Iya kalau kejelasan itu kan intinya cuma satu supaya ini semua bisa berjalan dengan baik.”


Ia juga menegaskan bahwa hingga saat ini surat yang diterima KONI tetap merujuk pada organisasi yang sama.


“Saat ini surat yang masuk ke kami dua itu Pertina yang diatur. Itu mungkin penjelasan singkat saya sehingga kita berpedoman pada itu.”


Selain soal organisasi, Dr. Alfonsus juga menjelaskan strategi pembinaan atlet menuju PON 2028, yang menargetkan 37 medali emas untuk NTT.


“Mungkin begini. Saya pertama terima kasih ya pak ketum Pertina sudah menskenariokan beberapa strategi dari persiapan atlet penjaringan maupun penyaringan. Saya berharap sekali tahun ini ada momentum yang tepat dalam persiapan untuk menuju PON 2028.”


Ia menilai target tersebut masih realistis jika semua pihak bekerja bersama.

“Ke-2 target-target kita ini kan cukup menurut saya masih cukup realistis untuk kita mencapai 37 mas. Karena memang strategi di KONI sendiri akan kita perhatikan.”


Beberapa cabang olahraga bahkan telah dianalisis secara khusus oleh tim prestasi.

“Cabor-cabor privilege yang misalnya akan berat kemudian nanti kita akan melihat barongsai. Nanti itu privilege kami karena kami sudah memperhatikan bagaimana resource mereka di dalam persiapan. Persiapan yang memang lagi dianalisis oleh tim prestasi kami.”


Menurutnya, seluruh skema tersebut merupakan bagian dari strategi besar yang disiapkan sejak dini.


“Kemudian nanti akan. Bridge nanti akan ada dan kemudian akan ada binaraga nanti. Skema ini tidak lepas daripada skenario besar. 37 mas dari 12 tahun sehingga ini yang memang harus disiapkan secara baik dari sekarang.”


Langkah strategis juga akan mulai dijalankan setelah Lebaran.

“Dan nanti setelah Lebaran ini akan ada beberapa langkah strategis yang pak ketum sudah memerintahkan ke pak waket. Pak waket satu dan sudah menyampaikan ke kami di KONI supaya skenario kita setelah Lebaran ini ada beberapa langkah-langkah strategis di 2026.”


Puncak performa atlet direncanakan terjadi pada tahun pelaksanaan PON.

“Sekaligus nanti akan ada momentum 2027 sehingga peak season-nya. Peak-nya itu atribut 2028 pada puncak 2028 di bulan September nanti.”


Ia juga menyebut atlet berprestasi akan tetap mengikuti berbagai ajang sebagai bagian dari try out.


“Ada arahan juga supaya kita nanti setidak-tidaknya tambor. Tambor yang punya prestasi itu akan ikut walaupun itu dalam skema try out karena kita pasti sudah lolos skor skema.”


Sementara itu, Ketua Pertina NTT Dr. Sam Haning, SH., MH menegaskan bahwa organisasi olahraga memikul amanah besar dalam pembinaan atlet.


“Bagi saya ini luar biasa karena diangkat seseorang jadi pengurus itu bukan gampang. Tiga emas PON untuk NTT ini luar biasa.”


Ia juga menekankan bahwa kepengurusan olahraga merupakan tanggung jawab besar bagi masyarakat dan pemerintah daerah.


“Apalagi sudah menjadi sekum dan juga punya tanggung jawab ini luar biasa sekali. Sekum ini kita harus jaga amanat Pertina siap untuk beban dan pundak di Pertina untuk kepentingan masyarakat dan kepentingan pemerintah Nusa Tenggara Timur.”


Dari Kupang menuju Alor,

Singgah sebentar membeli pala.

Kalau strategi disusun dengan benar,

Emas PON NTT bukan lagi cerita lama.

Closing Statement Alternatif


Jika strategi berjalan sesuai rencana, bukan tidak mungkin NTT akan membuat kejutan besar di PON 2028.

✒️: kl