Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Arsitek Rote Ndao Tutup Usia: Asiel Michael Soruh Berpulang, Sebuah Era Berakhir

Minggu, 19 April 2026 | April 19, 2026 WIB Last Updated 2026-04-19T02:27:27Z

 

Almarhum Asiel Michael Soruh, arsitek asal Rote Ndao yang dikenal atas dedikasi dan kontribusinya dalam pembangunan daerah.

Kupang, NTT – Sejarah Kabupaten Rote Ndao kembali mencatat momen kelabu. Sabtu, 18 April 2026, menjadi hari duka mendalam bagi masyarakat kepulauan tersebut seiring kabar meninggalnya Asiel Michael Soruh, sosok sentral yang dikenal sebagai arsitek utama pemekaran daerah itu. Pria yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Panitia Persiapan Pembentukan Kabupaten Rote Ndao ini menghembuskan napas terakhir di Kupang, menutup babakan perjuangan panjang yang ia rintis sejak dua dekade lalu. Kepergian Asiel Michael Soruh bukan sekadar kehilangan seorang figur publik, melainkan lenyapnya salah satu pilar sejarah yang meletakkan fondasi kemandirian Rote Ndao dari Kabupaten Kupang.


Nama Asiel Michael Soruh tak dapat dipisahkan dari lahirnya Kabupaten Rote Ndao. Pada periode kritis 2000–2002, ketika gagasan pemekaran masih diselimuti ketidakpastian birokrasi dan tantangan politik, Asiel hadir sebagai motor penggerak yang tak kenal lelah. Sebagai Sekretaris Panitia Persiapan, ia memainkan peran strategis dalam merumuskan dasar hukum, menyusun dokumen teknis, dan melakukan lobi politik tingkat tinggi yang berujung pada pengakuan negara terhadap Rote Ndao sebagai daerah otonom.


"Dedikasi beliau bukan sekadar retorika politik, melainkan kerja nyata yang mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran demi hak konstitusional masyarakat Rote untuk mandiri," ujar seorang rekan seperjuangan yang dikutip oleh Pena-Emas.com. Visi Asiel Michael Soruh melampaui kepentingan sesaat; ia memperjuangkan pemekaran sebagai instrumen percepatan kesejahteraan, bukan sekadar pembagian kekuasaan. Kini, dengan wafatnya sang inisiator, Rote Ndao kehilangan saksi hidup paling otentik dari proses kelahirannya.


Sebelum tenggelam dalam dunia politik praktis, Asiel Michael Soruh menempa ketajaman intelektualnya di dunia jurnalistik. Lulusan SPG Negeri Kupang ini pernah menajamkan pena sebagai wartawan di sejumlah media terkemuka seperti SKM ASAS (Surabaya), Majalah FAKTA, hingga Harian Nusa Tenggara dan NTT Express. Latar belakang ini membentuk karakternya yang kritis, transparan, dan berani menyuarakan kebenaran—sifat yang kelak ia bawa ke panggung politik.


Karier politiknya dimulai pada 2003 saat ia mengisi kursi DPRD Kabupaten Rote Ndao melalui mekanisme antar waktu, sebelum terpilih penuh pada periode 2004–2009. Saat memimpin Komisi A DPRD, Asiel Michael Soruh dikenal sebagai legislator yang teliti dan berpihak pada rakyat kecil. Ia tidak hanya sibuk dengan urusan anggaran, tetapi juga aktif memberdayakan ekonomi masyarakat melalui pendirian Koperasi Simpan Pinjam Lasindo Nusantara Sejahtera. Komitmennya terhadap pemberantasan korupsi pun tak diragukan, terbukti dari keterlibatannya sebagai Koordinator Umum Lembaga Anti Suap Indonesia (2016–2021) dan aktivis di Yayasan LBH Wanita dan Anak NTT.


Di tengah dinamika politik daerah yang sering kali diwarnai pragmatisme sempit, figur Asiel Michael Soruh berdiri sebagai anomali yang positif: seorang politisi yang tetap memegang teguh etika dan idealisme. Pergantian afiliasi partainya—from PDI Perjuangan, Gerindra, Golkar, hingga Perindo—bukanlah indikasi ketidaksetiaan, melainkan bukti fleksibilitasnya dalam mencari jalur terbaik untuk melayani konstituennya. Namun, di atas semua jabatan itu, identitas terbesarnya tetaplah sebagai "Bapak Pemekaran" yang tulus.


Kabar duka ini menjadi pengingat keras bagi generasi muda Rote Ndao dan NTT pada umumnya: bahwa pembangunan daerah membutuhkan visi jangka panjang dan integritas yang jarang ditemukan. Asiel Michael Soruh telah menyelesaikan tugas sejarahnya dengan gemilang. Kini, estafet perjuangan menjaga marwah Rote Ndao agar tetap berdaulat dan sejahtera berada di tangan para penerus.


Selamat jalan, Sang Arsitek. Namanya mungkin akan perlahan memudar dari ingatan populer, namun jejak kakinya terpatri abadi dalam setiap inci tanah Rote Ndao yang merdeka.


"Negara-bangsa dibangun oleh konstitusi, namun daerah-daerah otonom seringkali lahir berkat keringat dan air mata para pejuang seperti Asiel Michael Soruh. Ketika mereka pergi, yang tersisa hanyalah tanggung jawab kita untuk merawat warisan itu."

✒️: kl



🔗 Sumber: Pena-Emas.com - Tokoh Inisiator Pemekaran Rote Ndao, Asiel Michael Soruh, Tutup Usia