Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Desak Kepsek Diganti! 12 Guru SMPN Nuba Arat Bongkar Kondisi Sekolah

Rabu, 15 April 2026 | April 15, 2026 WIB Last Updated 2026-04-15T15:45:27Z

 

Sejumlah guru SMPN Nuba Arat saat berada di Aula Dinas PKO Kabupaten Sikka menyampaikan aspirasi terkait kondisi sekolah, sementara Plt Kepala Dinas PKO, Patrisius Federiko, memberikan tanggapan atas laporan yang disampaikan, Rabu (15/4/2026).

Maumere, NTTSebanyak 12 guru SMPN Nuba Arat mendatangi Kantor Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka untuk menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi di sekolah, sekaligus mendesak agar kepala sekolah segera diganti.


Kedatangan para guru SMPN Nuba Arat ditegaskan sebagai inisiatif sendiri, sebagai bentuk tanggung jawab untuk menyampaikan kondisi nyata yang mereka alami.


“Kami datang atas inisiatif sendiri. Ada banyak persoalan yang harus kami sampaikan dan ini sudah berlangsung lama,” ungkap salah satu perwakilan guru.


Dalam pertemuan di Aula Dinas PKO, para guru secara terbuka membongkar kondisi sekolah yang dinilai tidak lagi kondusif.


Mereka menyebut berbagai persoalan terus terjadi berulang tanpa penyelesaian yang jelas, sehingga berdampak pada kenyamanan kerja dan proses belajar mengajar.


“Persoalan demi persoalan tidak pernah selesai. Ini yang membuat kami merasa perlu datang langsung dan menyampaikan secara terbuka,” tegasnya.


Selain menyampaikan persoalan, para guru juga secara tegas meminta adanya pergantian kepala sekolah sebagai bagian dari solusi.


“Kami mendesak agar kepala sekolah diganti. Ini sudah kami sampaikan berulang kali, bukan baru sekarang,” ujarnya.


Mereka menilai langkah ini penting untuk memperbaiki kondisi internal sekolah.


“Kami datang bukan karena paksaan, tetapi karena merasa perlu menyampaikan langsung apa yang kami alami di sekolah,” tambahnya.


Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PKO Kabupaten Sikka, Patrisius Federiko, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima kedatangan perwakilan guru.


“Mereka datang mewakili guru-guru di sana dan menyampaikan sejumlah persoalan yang mereka alami di sekolah,” ujarnya.


Menurutnya, salah satu poin utama adalah kondisi lingkungan kerja yang dinilai sudah tidak kondusif, terutama dari sisi kenyamanan dan keamanan.


Para guru juga menyoroti gaya kepemimpinan kepala sekolah yang dinilai cenderung otoriter. Namun, pihak dinas menegaskan perlu melihat hal tersebut secara objektif.


“Kita harus bisa membedakan antara otoriter dan tegas. Bisa saja itu bagian dari penegakan disiplin, tetapi dalam penerimaan sebagian guru dirasakan berbeda,” tegasnya.


Ia menambahkan bahwa persoalan ini bukan hal baru.

“Rata-rata menyampaikan hal yang sama, dan ini bukan hanya persoalan sekarang, tetapi sudah terjadi sebelumnya,” katanya.


Dalam penyampaian mereka, para guru juga mengungkap bahwa banyak persoalan lama yang belum pernah diselesaikan secara tuntas.


“Mereka mengeluh karena banyak persoalan lama yang sebenarnya sudah pernah mereka sampaikan sebelumnya, namun tidak mendapat respons yang memadai,” jelas Patrisius.


Sebagai tindak lanjut, Dinas PKO memastikan akan turun langsung ke sekolah.


“Besok kami akan turun langsung ke sekolah untuk melihat situasi secara langsung dan mendengar semua pihak,” tegasnya.


Aspirasi guru SMPN Nuba Arat ini diharapkan menjadi titik awal perbaikan, agar kondisi sekolah kembali kondusif dan proses pendidikan berjalan dengan baik.


Ketika guru mulai membongkar kondisi sekolah, itu bukan sekadar keluhan—tetapi sinyal kuat bahwa perubahan tidak bisa lagi ditunda.

✒️: Albert Cakramento