![]() |
| Kepala LP2M Undana, Prof. Ir. Yosep Seran Mau, M.Sc., Ph.D., saat menyampaikan tanggapan terkait keberhasilan Universitas Nusa Cendana meraih pendanaan nasional tahun 2026 untuk penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. |
Kupang, NTT – Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali mencatat prestasi dengan meraih pendanaan nasional 2026 untuk penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, berdasarkan seleksi Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) BIMA.
Pendanaan ini mencakup berbagai kategori strategis, mulai dari penelitian, pengabdian kepada masyarakat (PkM), hingga riset konsorsium unggulan berdampak.
Capaian ini menegaskan posisi Undana sebagai perguruan tinggi yang aktif berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat, khususnya di Nusa Tenggara Timur.
Dalam kategori pengabdian kepada masyarakat, sejumlah program unggulan menunjukkan fokus pada hilirisasi produk dan pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal.
Program tersebut antara lain:
- Hilirisasi limbah biji alpukat menjadi teh herbal “AVOTEA” di Desa Oelbubuk oleh Maria Prudensiana Leda Muga
- Program “GEMAR KEMIRI” oleh Ni Putu Nursiani yang mengolah limbah kemiri menjadi briket di Kabupaten Kupang
- Inovasi akuakultur berbasis digital marketing oleh Immaria Fransira di Kota Kupang
- Pengembangan sistem peternakan modern terintegrasi di Rote Ndao oleh Verdy Ariyanto Koehuan
Di bidang penelitian, Undana meloloskan berbagai skema seperti Penelitian Dosen Pemula, Penelitian Fundamental Reguler, hingga Tesis Magister.
Topik riset yang diangkat mencakup isu-isu strategis, di antaranya:
- Konservasi sapi Rote melalui kajian genetik oleh Ni Made Paramita Setyani
- Manajemen krisis komunikasi digital sektor pariwisata oleh Petrus Ana Andung
- Teknologi green coating untuk kualitas air oleh Remigildus Cornelis
- Akuntansi keberlanjutan UMKM rumput laut oleh Emilia Gie
Kepala LP2M Undana, Prof. Ir. Yosep Seran Mau, M.Sc., Ph.D., menilai capaian ini menunjukkan perkembangan signifikan dalam iklim riset di Undana.
“Kami sangat bangga melihat keterwakilan berbagai program studi dalam pendanaan tahun ini. Ini membuktikan semangat meneliti dan mengabdi telah mengakar di seluruh fakultas,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa dominasi sektor pertanian dan peternakan sejalan dengan visi Undana sebagai pusat riset lahan kering, sekaligus diperkuat oleh kontribusi bidang teknik, kesehatan, dan ekonomi.
Salah satu capaian prestisius adalah lolosnya riset dalam skema Riset Konsorsium Unggulan Berdampak (RIKUB).
Riset yang dipimpin Prof. Dr. rer. nat. Antonius R. B. Ola berjudul:
“BIO-KOJI NUSANTARA: Pengembangan Asam Kojat dari Aspergillus flavus non-alfatoksigenik indigen Timor sebagai Bio-Preservatif Industri Krustasea Nasional”
Proyek ini memperoleh pendanaan sebesar Rp551.569.000 untuk tahun 2026.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi pemicu bagi civitas akademika Undana untuk terus berinovasi dan menghadirkan solusi nyata bagi pembangunan daerah dan nasional.
Dari kampus di Timur Indonesia, inovasi terus lahir—membuktikan bahwa riset bukan hanya soal ilmu, tetapi juga tentang dampak bagi masyarakat.
✒️: kl
