![]() |
| Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, saat memberikan sambutan dalam perayaan HUT ke-17 Perumda Air Minum Kota Kupang di halaman kantor Perumda, Kamis (16/4/2026). |
Kota Kupang, NTT – HUT Perumda Air Minum Kota Kupang ke-17 dihadiri langsung oleh Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo di halaman kantor Perumda, Kamis (16 April 2026), dengan penegasan bahwa pelayanan air bersih harus berdampak nyata bagi masyarakat.
Wali Kota dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Direktur dan seluruh jajaran Perumda Air Minum Kota Kupang atas kerja keras dan komitmen dalam melayani masyarakat.
“Dalam seminggu bahkan bisa berkali-kali berkoordinasi dengan kami—ini menunjukkan keseriusan dalam melayani masyarakat,” ujarnya.
Dalam momentum HUT Perumda Air Minum Kota Kupang ini, berbagai kegiatan sosial turut digelar, mulai dari bakti sosial, pengobatan gratis, pasar murah, hingga pemasangan sambungan rumah gratis bagi masyarakat.
Menurut Wali Kota, kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa perayaan tidak boleh hanya bersifat seremonial.
“Inilah yang saya maksud—perayaan harus berdampak langsung bagi masyarakat,” tegasnya.
Sedikit jenaka tapi mengena, ia menyiratkan bahwa pesta tanpa manfaat itu seperti air tanpa aliran—ada, tapi tidak terasa.
Wali Kota juga menyampaikan analogi tentang kapal sebagai gambaran peran Perumda Air Minum Kota Kupang.
“Sebuah kapal terlihat indah saat bersandar di dermaga. Tapi kapal tidak diciptakan untuk diam. Kapal dibuat untuk berlayar, menghadapi gelombang, bahkan badai,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa Perumda Air Minum Kota Kupang harus menjadi lembaga yang aktif menyelesaikan persoalan air di Kota Kupang.
“Perumda tidak dibentuk untuk sekadar terlihat baik, tetapi untuk menghadapi dan menyelesaikan persoalan air. Dan hari ini, saya melihat Perumda sudah benar-benar berlayar,” lanjutnya.
Dalam peringatan HUT Perumda Air Minum Kota Kupang ini, Wali Kota juga menekankan bahwa air adalah kebutuhan dasar yang harus dikelola dengan prinsip keadilan.
“Air adalah sumber kehidupan. Air tidak pernah memilih kepada siapa ia mengalir, dan tidak membedakan siapa yang berhak menikmatinya,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pelayanan publik harus adil, merata, dan tanpa pamrih.
Meski memberikan apresiasi, Wali Kota mengingatkan bahwa tantangan pelayanan air bersih masih harus terus diselesaikan.
“Selama masih ada warga yang belum terlayani air bersih, maka tugas kita belum selesai,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pelayanan tidak hanya soal mengalirkan air, tetapi juga memastikan kualitas dan distribusi yang merata.
“Harus ada keadilan pelayanan, kualitas air, dan kepastian distribusi,” jelasnya.
Perayaan HUT Perumda Air Minum Kota Kupang ke-17 menjadi momentum refleksi bahwa pelayanan publik harus terus bergerak, berkembang, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Air boleh mengalir, tapi komitmen melayani harus terus menguat.
✒️: kl
