Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Direktur Perumda Kupang: 17 Tahun Mengalirkan Harapan

Kamis, 16 April 2026 | April 16, 2026 WIB Last Updated 2026-04-16T03:47:22Z

 

Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lili Djawa, saat menyampaikan sambutan dalam perayaan HUT ke-17 di halaman kantor Perumda, Kamis (16/4/2026), sekaligus menegaskan komitmen pelayanan dan penyerahan 17 sambungan rumah gratis bagi warga.

Kota Kupang, NTT – Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lili Djawa, menegaskan bahwa perjalanan 17 tahun lembaga yang dipimpinnya bukan sekadar menghadirkan layanan air, tetapi menghadirkan harapan bagi masyarakat Kota Kupang.


Dalam perayaan HUT ke-17 Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus menyampaikan refleksi mendalam tentang makna pelayanan air bagi kehidupan masyarakat.


“Selama 17 tahun kami tidak hanya mengalirkan air. Kami mengalirkan harapan. Ketika air mengalir, harapan juga ikut mengalir,” ungkapnya, Kamis, 16 April 2026.


Ia menggambarkan bagaimana air dari Perumda tidak hanya sampai ke rumah warga, tetapi masuk hingga ke dapur-dapur, menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.


Air, menurutnya, adalah kehidupan, kerinduan, dan jawaban bagi kota yang terus bertumbuh.


Pada momentum HUT ke-17 ini, Perumda memberikan 17 sambungan rumah (SR) gratis kepada masyarakat sebagai bentuk nyata pelayanan.


“Ini bukan sekadar angka. Ini simbol bahwa setiap tahun harus ada dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.


Ia bahkan menyinggung secara ringan soal “angka 17” yang terasa begitu dekat dalam perjalanan hidupnya, termasuk momentum ulang tahunnya yang juga berdekatan dengan HUT Perumda.


Sedikit jenaka, ia menyebut itu bukan sekadar kebetulan, tetapi “seperti ada maknanya”.


Isidorus menjelaskan bahwa Perumda Air Minum Kota Kupang berdiri sejak 2005, namun mulai beroperasi secara resmi pada 3 April 2009.


Pada awalnya, struktur organisasi memiliki tiga direktur, namun sejak 2013 disesuaikan menjadi satu direktur sesuai jumlah pelanggan.


Kemudian pada tahun 2021, terjadi perubahan bentuk badan hukum dari PDAM menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda).


“Sekarang kita bukan lagi PDAM, tapi Perumda. Walaupun masyarakat masih lebih familiar dengan istilah lama,” jelasnya.


Saat ini, Perumda telah melayani sekitar 17.500 pelanggan, dengan cakupan sekitar 20 persen dari total penduduk Kota Kupang.


Namun ia mengakui, angka tersebut masih jauh dari ideal.

“Kami sadar, ini masih kecil. Masih banyak warga yang belum terlayani,” katanya jujur.


Ia juga mengungkapkan bahwa ada tiga tantangan utama yang masih menjadi pekerjaan rumah, yaitu manajemen, kompetensi SDM, dan sarana prasarana.


Dalam penyampaiannya, Isidorus menegaskan bahwa setiap keluhan masyarakat harus dipandang sebagai bentuk harapan.


“Pengaduan itu bukan sekadar keluhan. Itu adalah harapan yang harus kami jawab,” tegasnya.


Ia mengakui, pelayanan belum sempurna. Air masih kadang macet, pipa masih bocor. 


Namun satu hal yang tidak boleh hilang, katanya, adalah harapan.

“Air boleh terhenti sesaat, tapi harapan tidak boleh berhenti.”


Isidorus juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang, khususnya Wali Kota dan Wakil Wali Kota, atas dukungan yang terus diberikan.


Menurutnya, tanpa kolaborasi, Perumda tidak akan mampu bergerak cepat.

“Kalau jalan sendiri kita bisa, tapi lambat. Kalau bersama, kita bisa lebih cepat,” ujarnya.


Saat ini, Perumda juga tengah mempersiapkan langkah besar melalui dukungan penyertaan modal untuk memperluas jaringan air di Kota Kupang.


Di akhir penyampaiannya, Isidorus secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas pelayanan yang belum maksimal selama 17 tahun.


Ia menegaskan bahwa Perumda akan terus berbenah, baik secara internal maupun eksternal.

“Kami akan terus bertolak lebih dalam, agar bisa menjangkau lebih jauh,” katanya.


Perjalanan 17 tahun Perumda Air Minum Kota Kupang bukan sekadar tentang distribusi air, tetapi tentang bagaimana sebuah lembaga terus berjuang memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di tengah berbagai keterbatasan.


Selama air masih mengalir, harapan untuk Kota Kupang akan terus hidup.

✒️: kl