![]() |
| Boby Fam Dale saat memberikan keterangan kepada awak media usai menghadiri HUT PERUMDA Air Minum Kota Kupang, Kamis (16/04/2026). Ia menyoroti pengelolaan air bersih serta kesiapan infrastruktur perumahan untuk diserahkan kepada PERUMDA |
Kota Kupang, NTT – PERUMDA Air Minum Kota Kupang menerima pengelolaan sebanyak 350 unit rumah beserta infrastruktur air bersih dari developer Boby Fam Dale.
Hal ini disampaikan langsung oleh Boby Fam Dale kepada awak media usai mengikuti HUT PERUMDA Air Minum Kota Kupang, Kamis (16/4/2026).
Menurut Boby, total 350 unit rumah yang tersebar di beberapa kawasan di Kota Kupang telah diserahkan untuk dikelola oleh PERUMDA Air Minum Kota Kupang.
“Infrastruktur seperti sumur bor dan jaringan sudah kami bangun, selanjutnya diserahkan ke PERUMDA untuk dikelola,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengungkapkan masih ada sekitar 17 sambungan rumah (SR) yang belum tersambung secara optimal ke jaringan air milik PERUMDA Air Minum Kota Kupang.
Boby menegaskan bahwa tidak ada sistem bagi hasil dalam kerja sama tersebut. Hal ini karena pengelolaan air merupakan kewenangan pemerintah yang dijalankan melalui PERUMDA Air Minum Kota Kupang.
“Tidak ada bagi hasil. Semua diserahkan ke pemerintah untuk dikelola,” tegasnya.
Ia menjelaskan, pada tahap awal pihak developer membangun sumber air seperti sumur bor, jaringan pipa, hingga reservoir karena jaringan utama belum tersedia.
Setelah itu, seluruh fasilitas tersebut diserahkan kepada PERUMDA Air Minum Kota Kupang agar pelayanan air kepada masyarakat bisa berjalan optimal.
Selain persoalan sambungan rumah, Boby juga menyinggung akses jalan menuju kawasan perumahan yang masih perlu perhatian.
Menurutnya, akses jalan yang dibutuhkan tidak terlalu panjang, sekitar 80 meter, dan diharapkan bisa diperbaiki jika ada dukungan anggaran.
Di sisi lain, ia memahami keterbatasan pemerintah saat ini, namun tetap berharap PERUMDA Air Minum Kota Kupang dapat memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat.
Ketika pengelolaan sudah di tangan PERUMDA Air Minum Kota Kupang, maka yang ditunggu masyarakat bukan sekadar sistem—melainkan air yang benar-benar mengalir tanpa henti.
✒️: kl
