Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

AHP Ungkap Kasus BPJS Nonaktif, BLR (Dicky Raja) Gercep Tangani Ibu Mau Melahirkan

Jumat, 01 Mei 2026 | Mei 01, 2026 WIB Last Updated 2026-05-01T14:38:16Z
AHP saat menyampaikan pernyataan dalam kegiatan pelantikan PAC PDI Perjuangan di Maumere, mengungkap kasus BPJS nonaktif dan pentingnya respons cepat terhadap kebutuhan warga.


Maumere, NTT, 1 Mei 2026 — Kasus warga yang kesulitan mengakses layanan kesehatan akibat BPJS nonaktif saat kondisi darurat kembali mencuat di Kabupaten Sikka. Hal ini diungkapkan oleh Andreas Hugo Parera (AHP) dalam kegiatan pelantikan Pengurus Anak Cabang (PAC) yang berlangsung pada 29 April 2026 di Sekretariat DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sikka, Jalan Wairklau, Kota Maumere.


Dalam keterangannya, AHP mengisahkan dirinya menerima telepon dari seorang warga yang panik karena istrinya hendak melahirkan, namun kartu BPJS Kesehatan yang dimiliki dalam kondisi nonaktif.


“Saya ditelepon orang, tanya soal BPJS Kesehatan. Istrinya mau melahirkan, tapi kartunya nonaktif,” ungkap AHP di hadapan para kader dan undangan yang hadir.


Menanggapi kondisi tersebut, AHP segera menghubungi anggota DPRD Sikka yang akrab disapa BLR, yakni Dicky Raja, untuk membantu menangani persoalan tersebut. Respons cepat yang dilakukan BLR disebut mampu membantu warga dalam situasi darurat tersebut.


AHP menegaskan bahwa kecepatan respons dalam menangani persoalan masyarakat menjadi kunci penting dalam membangun kepercayaan publik.


“Respon cepat bantu warga maka akan muncul kepercayaan. Mereka butuh bantuan, tidak selalu materi, tetapi akses dan kepedulian,” tegasnya.


Ia juga menekankan bahwa politik sejatinya adalah tentang mengurus rakyat, bukan sekadar mengejar kekuasaan. Menurutnya, kekuasaan harus dimanfaatkan sebagai sarana untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.


“Urus partai sama dengan urus negara. Semua berkaitan dengan rakyat. Politik itu untuk kepentingan rakyat, bukan hanya mencari kursi,” ujarnya.


Sementara itu, Dicky Raja menyampaikan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar Februari 2025, saat warga menghadapi kondisi darurat menjelang persalinan.


Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa akses layanan kesehatan masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat.


Dalam situasi genting, kehadiran pihak yang cepat tanggap menjadi sangat krusial untuk membantu warga mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan.

✒️: Albert Cakramento