Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

BREAKING NEWS “Tampar Pemda Sikka! Aksi Koin GMNI Sentil Mandeknya Gaji P3K—Dibayar Hanya Rp600 Ribu”

Jumat, 01 Mei 2026 | Mei 01, 2026 WIB Last Updated 2026-05-01T12:01:40Z

 

Aksi koin GMNI Sikka di kawasan Patung Kuda Gerek, Maumere, sebagai bentuk kritik terhadap mandeknya pembayaran gaji P3K paruh waktu yang dinilai tidak layak.

Maumere, NTT, 1 Mei 2026 — Momentum Hari Buruh di Kabupaten Sikka berubah menjadi panggung kritik terbuka. Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sikka menggelar aksi mimbar bebas di Patung Kuda Gerek, sekitar pukul 18.00 WITA, dengan cara yang tak biasa: menggalang koin dari masyarakat sebagai sindiran tajam terhadap pemerintah daerah.


Aksi ini menyoroti nasib tenaga P3K paruh waktu yang diduga hanya menerima gaji sekitar Rp600 ribu—angka yang dinilai sangat jauh dari standar Upah Minimum Regional (UMR). Kondisi ini memicu kemarahan massa aksi yang menilai kebijakan tersebut mencederai rasa keadilan bagi para pekerja.


Dengan membawa poster dan tuntutan, massa secara terbuka mengkritik lambannya respons pemerintah dalam menyelesaikan persoalan tenaga kerja, khususnya bagi guru honorer dan tenaga kesehatan.


Koordinator aksi dalam orasinya menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar simbolik, melainkan bentuk perlawanan moral.
“Kalau kewajiban negara tidak dijalankan, maka rakyat akan ambil peran. Ini bukan sekadar aksi—ini tamparan keras bagi pemerintah,” tegasnya di hadapan massa.


Aksi pengumpulan koin pun menjadi simbol ironi: ketika negara dianggap lalai, rakyat justru “patungan” untuk menutup kewajiban pemerintah.


Adapun tuntutan yang disuarakan GMNI Sikka meliputi:


  • Pembayaran gaji P3K paruh waktu sesuai UMR
  • Pelunasan gaji guru honorer tahun 2025–2026
  • Pembayaran jasa tenaga kesehatan COVID-19
  • Penerbitan Peraturan Bupati untuk perlindungan buruh


Penegakan keadilan bagi seluruh pekerja
Aksi berlangsung tertib dan mendapat pengawalan aparat keamanan dari Polres Sikka. Sejumlah warga yang melintas bahkan ikut menyumbang koin sebagai bentuk solidaritas terhadap para pekerja.


Hari Buruh 2026 di Sikka pun tak sekadar seremoni—melainkan menjadi cermin keras realitas: ketika upah tak lagi layak, suara perlawanan pun tak bisa dibungkam. 

✒️: Albert Cakramento