Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Hardiknas Sikka: 54 Anak Tanpa Keluhan, Fasilitas Minim

Sabtu, 02 Mei 2026 | Mei 02, 2026 WIB Last Updated 2026-05-02T03:57:36Z

 

Seorang siswa PAUD St. Benediktus Misir mengikuti lomba mewarnai dalam peringatan Hardiknas 2 Mei 2026 di Misir Tengah, Kabupaten Sikka, menggunakan fasilitas sederhana di bekas gedung KUD.

Maumere, NTT – Momentum Hardiknas Sikka 2026 menghadirkan potret kontras di Misir Tengah. Sebanyak 54 anak PAUD St. Benediktus tetap belajar tanpa keluhan meski harus menggunakan fasilitas minim di bekas gedung KUD (Koperasi Unit Desa).


Dalam peringatan Hardiknas Sikka 2026, Taman Baca Masyarakat Misir Tengah menggelar kegiatan edukatif, termasuk lomba mewarnai yang diikuti seluruh murid PAUD.


Puluhan anak tampak antusias menggenggam krayon, menuangkan imajinasi mereka. Tawa riang memenuhi ruangan sederhana itu.


Tidak ada keluhan.

Tidak ada rasa minder.


Yang terlihat justru semangat belajar yang tulus—cerminan nyata dari makna Hardiknas Sikka 2026.


Namun di balik keceriaan itu, tersimpan realita yang tak ringan.


Selama 17 tahun berdiri, PAUD St. Benediktus Misir telah empat kali berpindah lokasi. Kondisi ini menunjukkan keterbatasan fasilitas pendidikan anak usia dini di wilayah tersebut.


Kepala PAUD, Elisabeth Dhoga, menegaskan bahwa semangat anak-anak tidak pernah surut.


“Kami tetap berkomitmen memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak, walaupun dengan segala keterbatasan,” ujarnya.


Dalam momentum Hardiknas Sikka 2026, harapan besar disampaikan kepada pemerintah daerah.


“Kami berharap ada lokasi tetap dan pembangunan gedung yang layak untuk anak-anak,” tambah Elisabeth.


Kegiatan ini diprakarsai oleh Hubertina Afloubun bersama para relawan.

Bagi mereka, Hardiknas bukan sekadar seremoni.


“Ini ruang bagi anak-anak untuk bermimpi dan merasakan bahwa belajar itu menyenangkan,” ujar panitia.


Bekas gedung KUD kini menjadi ruang belajar darurat.


Dari tempat sederhana ini, mimpi besar anak-anak terus tumbuh. Namun, Hardiknas Sikka 2026 juga menjadi pengingat: semangat anak-anak tidak boleh dibiarkan berjalan sendiri tanpa dukungan fasilitas yang layak.


Hardiknas di Misir Tengah menjadi cermin bahwa semangat belajar tetap hidup, meski fasilitas masih jauh dari memadai.


Anak-anak sudah hadir dengan semangat—kini giliran negara memastikan mereka belajar dengan layak.

✒️: Albert Cakramento