Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Kabar Gembira untuk Guru Honorer SMA/SMK/SLB NTT, Ini Syaratnya

Sabtu, 02 Mei 2026 | Mei 02, 2026 WIB Last Updated 2026-05-02T07:24:14Z

 

Ambrosius Kodo berpose menggunakan busana adat Rote Ndao  di ruang kerjanya, Kupang, Sabtu (2/5/2026), usai menyampaikan kepastian bahwa guru honorer SMA/SMK/SLB tetap mengajar dan tidak diberhentikan selama memenuhi syarat.

Kupang, NTT – Kabar gembira bagi guru honorer SMA SMK SLB NTT. Pemerintah memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN di jenjang SMA, SMK, dan SLB, selama memenuhi syarat yang telah ditetapkan. Kepastian ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, pada Sabtu, 2 Mei 2026.


Dalam peryataannya, Ambrosius Kodo menegaskan bahwa isu pemberhentian guru honorer tidak benar.


Pernyataan ini sekaligus menegaskan kembali arahan Gubernur NTT bahwa guru honorer tetap menjalankan tugas mengajar di sekolah.


Kebijakan terkait guru honorer SMA SMK SLB NTT ini merujuk pada Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 7 Tahun 2026 tentang penugasan guru non-ASN.


Dalam aturan tersebut ditegaskan bahwa:


  • Guru non-ASN tetap mengajar
  • Harus terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik)
  • Tercatat minimal dalam dua tahun terakhir


Dengan kata lain, selama memenuhi ketentuan tersebut, guru honorer tetap memiliki ruang untuk mengabdi di sekolah.


Pemerintah juga menyiapkan skema dukungan bagi guru honorer SMA SMK SLB NTT, yaitu:


Guru bersertifikat + jam mengajar minimal 24 jam


→ Mendapat tunjangan sertifikasi

Guru bersertifikat tapi jam belum cukup

→ Mendapat insentif dari Kemendikdasmen

Guru belum bersertifikat

→ Tetap memperoleh insentif dari pemerintah


Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari hasil konsolidasi nasional pendidikan bersama Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan.


Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT memastikan akan segera menindaklanjuti kebijakan ini dengan menyurati seluruh sekolah.


Langkah ini penting agar tidak terjadi kesalahpahaman di lapangan, sekaligus memberikan kepastian bagi para guru honorer.


Dengan kebijakan ini, guru honorer SMA SMK SLB NTT mendapatkan kepastian status sekaligus dukungan dari pemerintah untuk tetap menjalankan tugasnya.


Bagi banyak guru, ini bukan sekadar kebijakan—tapi jawaban atas kegelisahan yang selama ini muncul.


Kebijakan ini menjadi angin segar bagi dunia pendidikan di NTT, khususnya bagi guru honorer yang selama ini berada dalam ketidakpastian.


Bukan diberhentikan—justru diperkuat, karena masa depan pendidikan tetap bertumpu pada guru.

✒️: kl