Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Mengapa Banyak Orang Mulai Melirik UPG 1945 NTT? Ini Bedanya dengan Kampus Lain

Selasa, 19 Mei 2026 | Mei 19, 2026 WIB Last Updated 2026-05-19T06:42:37Z

 

Oleh : Simson Lasi, SH., MH (Dekan Fakultas Hukum UPG 1945 NTT)


Di tengah persaingan dunia pendidikan tinggi saat ini, banyak kampus berlomba menawarkan gedung megah, fasilitas modern, dan promosi besar-besaran untuk menarik mahasiswa baru. Namun di Nusa Tenggara Timur, Universitas Persatuan Guru 1945 NTT (UPG 1945 NTT) mulai menjadi perhatian banyak orang karena memiliki pendekatan yang berbeda dibanding banyak kampus lain.


UPG 1945 NTT tidak hanya fokus pada pendidikan akademik semata, tetapi juga membangun sistem perlindungan dan kepedulian terhadap mahasiswa. Kampus ini mencoba menghadirkan suasana bahwa mahasiswa bukan sekadar angka dalam administrasi pendidikan, melainkan bagian dari keluarga besar kampus yang harus dijaga dan dilindungi.


Salah satu program yang menjadi perhatian publik adalah JAMKESMAWA atau jaminan kesehatan mahasiswa. Program ini memberi perlindungan kesehatan bagi mahasiswa yang mengalami sakit selama menjalani pendidikan. Kehadiran program tersebut membuat banyak orang tua merasa lebih tenang ketika mempercayakan anak-anak mereka untuk kuliah di UPG 1945 NTT.


Tidak hanya perlindungan kesehatan, UPG 1945 NTT juga dikenal memiliki kepedulian sosial yang tinggi terhadap mahasiswanya. Bahkan ketika ada mahasiswa yang meninggal dunia, kampus disebut ikut menanggung seluruh biaya mulai dari biaya rumah sakit, biaya peti jenazah, hingga proses penguburan.


Langkah seperti ini jarang ditemukan di banyak perguruan tinggi lain. Karena itu, tidak sedikit masyarakat mulai melihat bahwa UPG 1945 NTT hadir bukan semata-mata untuk mencari keuntungan dari mahasiswa, tetapi benar-benar membangun hubungan kemanusiaan dan kekeluargaan di lingkungan kampus.


Selain JAMKESMAWA, kampus ini juga memberi perhatian serius terhadap perlindungan hukum mahasiswa. Ketika ada persoalan yang menyangkut hak-hak mahasiswa, pihak kampus melalui Fakultas Hukum dan unsur akademik lainnya berupaya hadir memberikan pendampingan dan dukungan moral.


Kasus almarhumah Yerdi Efrosina Bekliu menjadi salah satu contoh bagaimana kampus menunjukkan kepedulian terhadap mahasiswa. Kampus secara terbuka meminta agar proses hukum dilakukan secara profesional, transparan, dan objektif demi memastikan keadilan bagi mahasiswa.


Di sisi akademik, UPG 1945 NTT juga terus mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan talenta mahasiswa. Mahasiswa yang memiliki prestasi akademik maupun non akademik bahkan mendapatkan kesempatan kuliah gratis hingga jenjang S2 Fakultas Hukum.


Program tersebut menjadi bukti bahwa kampus tidak hanya ingin mencetak lulusan, tetapi juga membantu mahasiswa berprestasi memperoleh masa depan yang lebih baik.


Selain itu, biaya pendidikan di UPG 1945 NTT juga dikenal relatif murah dibanding banyak kampus lain. Mulai dari biaya pendaftaran hingga biaya semester, kampus ini memberikan kemudahan bagi masyarakat agar dapat mengakses pendidikan tinggi tanpa beban biaya yang terlalu besar.


Dalam waktu dekat, UPG 1945 NTT juga akan membuka Program Magister (S2) Fakultas Hukum dengan biaya yang disebut jauh lebih murah dibandingkan beberapa kampus lain di Nusa Tenggara Timur.


Dengan berbagai program tersebut, banyak masyarakat mulai melihat bahwa UPG 1945 NTT bukan sekadar tempat kuliah biasa. Kampus ini mencoba menghadirkan pendidikan yang tidak hanya fokus pada ilmu pengetahuan, tetapi juga pada perlindungan, kepedulian, pengembangan karakter, dan masa depan mahasiswa.


Karena itu, tidak heran jika semakin banyak orang mulai melirik UPG 1945 NTT sebagai pilihan untuk melanjutkan pendidikan tinggi.