Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Usai Upacara Hardiknas, Kepsek SMKN 5 Kupang Beri Pesan

Sabtu, 02 Mei 2026 | Mei 02, 2026 WIB Last Updated 2026-05-02T03:21:16Z

 

Kepala SMKN 5 Kupang, Safirah Abineno, menyampaikan pesan reflektif usai mengikuti upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026 di Kampus UPG 1945 NTT, Kupang.

Kota Kupang, NTT – Usai mengikuti upacara Hardiknas 2026 SMKN 5 Kupang di Kampus UPG 1945 NTT pada 2 Mei 2026, Kepala SMKN 5 Kupang, Safirah Abineno, menyampaikan pesan reflektif kepada seluruh insan pendidikan, khususnya guru di Kota Kupang dan Nusa Tenggara Timur. Momentum Hardiknas 2026 SMKN 5 Kupang ini dimanfaatkannya untuk menegaskan kembali peran strategis guru dalam membentuk karakter generasi bangsa.


Dalam pernyataannya, Safirah Abineno menjelaskan bahwa tema nasional Hardiknas 2026 SMKN 5 Kupang adalah “Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.”


Tema yang ditetapkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tersebut menekankan bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab guru, tetapi juga melibatkan sekolah, orang tua, masyarakat, dan pemerintah.


“Pendidikan adalah kerja bersama. Semua pihak punya peran penting dalam membentuk masa depan anak-anak kita,” ujarnya.


Lebih lanjut, dalam refleksi Hardiknas 2026 SMKN 5 Kupang, ia menegaskan bahwa guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembentuk karakter.


Guru diharapkan tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai penting seperti integritas, disiplin, empati, dan akhlak mulia kepada peserta didik.


“Di tangan guru, bukan hanya ilmu yang diberikan, tetapi juga nilai kehidupan yang akan dibawa siswa ke masa depan,” jelasnya.


Dalam era digitalisasi dan perubahan sosial yang cepat, Safira menilai guru harus terus belajar dan beradaptasi.


Menurutnya, dalam Hardiknas 2026 SMKN 5 Kupang, guru dituntut untuk mengikuti perkembangan teknologi dan metode pembelajaran, tanpa meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan.

“Adaptif itu penting, tapi nilai kemanusiaan dalam pendidikan harus tetap dijaga,” tegasnya.


Safira juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam dunia pendidikan. Ia menyebut bahwa guru tidak bisa bekerja sendiri dalam membentuk generasi unggul.


Sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan pendidikan yang bermutu dan berkelanjutan.


Sedikit santai tapi bermakna, ia mengingatkan: pendidikan itu bukan kerja solo—ini kerja tim besar.


Dalam semangat Hardiknas 2026 SMKN 5 Kupang, ia juga menegaskan pentingnya pemerataan akses pendidikan.


Setiap anak, tanpa terkecuali, harus mendapatkan kesempatan belajar yang adil dan berkualitas tanpa diskriminasi.


Hal ini menjadi panggilan bagi guru untuk memastikan tidak ada peserta didik yang tertinggal.


Sebagai penutup refleksi Hardiknas 2026 SMKN 5 Kupang, Safira menyampaikan pesan mendalam bagi para guru:


“Guru bukan hanya mengajar untuk hari ini, tetapi menanam nilai untuk masa depan. Di tangan guru, ilmu dibentuk, karakter diteguhkan, dan peradaban dibangun.”


Momentum Hardiknas 2026 SMKN 5 Kupang menjadi pengingat bahwa peran guru tidak tergantikan dalam membangun generasi yang berkarakter dan berdaya saing.


Ketika guru bergerak dengan hati, masa depan bangsa ikut terbentuk dengan pasti.

✒️: kl