Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

LUNAS Rp200 Miliar, Kini Dipercaya Lagi! Obor Mas Siap Suntik Ekonomi NTT dan Dukung Program MBG

Rabu, 03 Juni 2026 | Juni 03, 2026 WIB Last Updated 2026-06-03T07:03:34Z

 


MAUMERE, NTT, 3 Juni 2026 Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Kopdit Obor Mas kembali menorehkan prestasi membanggakan. Setelah sukses melunasi dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp200 miliar yang dikelola melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kementerian Koperasi, koperasi terbesar asal Kabupaten Sikka ini kembali mendapat kepercayaan untuk mengakses pembiayaan baru hingga Rp200 miliar guna memperkuat sektor riil dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Nusa Tenggara Timur.


Pencapaian tersebut disampaikan General Manager (GM) KSP Kopdit Obor Mas, Frediyanto Moat Lering, dalam momentum Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-54 Tahun Buku 2025 yang berlangsung sukses dan penuh semangat kebersamaan.


Menurut Frediyanto, kepercayaan yang terus diberikan pemerintah merupakan bukti bahwa tata kelola, integritas, dan rekam jejak Obor Mas selama ini dinilai sehat, profesional, serta mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan anggota.


“Tiga tahun lalu kami dipercaya mengelola dana PEN sebesar Rp200 miliar dengan bunga 3 persen. Dana itu kami salurkan kepada anggota, terutama untuk pengembangan sektor hortikultura, dan saat ini seluruh kewajiban tersebut sudah lunas,” ujar Frediyanto.


Keberhasilan tersebut membuat LPDB kembali menawarkan akses pembiayaan baru kepada Obor Mas. Dari total dana LPDB sekitar Rp1,3 triliun yang diperuntukkan bagi koperasi simpan pinjam dan sektor riil di Indonesia, Obor Mas memperoleh kesempatan mengakses pembiayaan hingga Rp200 miliar karena dinilai memiliki performa yang sangat baik dalam pengelolaan dana dan pemberdayaan ekonomi anggota.


Dana yang telah disalurkan sebelumnya tidak hanya dinikmati anggota di Kabupaten Sikka, tetapi juga menjangkau berbagai wilayah lain seperti Ende, Nagekeo, Alor, hingga Lembata. Dampaknya dirasakan langsung oleh para pelaku usaha kecil dan menengah yang bergerak di sektor pertanian dan hortikultura.


Frediyanto menjelaskan, apabila pembiayaan tahap kedua tersebut terealisasi, maka Obor Mas akan memfokuskan penyalurannya pada sektor-sektor produktif yang mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi baru sekaligus mengurangi ketergantungan NTT terhadap pasokan pangan dari luar daerah.


Salah satu sektor yang menjadi perhatian serius adalah dukungan terhadap rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini menjadi program prioritas nasional.


Menurutnya, kebutuhan ayam untuk konsumsi masyarakat maupun program MBG masih banyak dipasok dari luar NTT, terutama dari Surabaya dan Makassar. Kondisi ini menjadi peluang besar bagi anggota koperasi untuk mengembangkan usaha peternakan ayam petelur dan ayam pedaging.


“Selama ini kebutuhan ayam untuk MBG masih banyak didatangkan dari luar daerah. Ini peluang besar bagi anggota untuk membangun usaha peternakan dan menyediakan ayam segar hasil produksi NTT sendiri,” katanya.


Selain sektor peternakan, Obor Mas juga melihat peluang besar dalam pengembangan komoditas hortikultura seperti pepaya California yang memiliki permintaan tinggi untuk mendukung kebutuhan program MBG.


Keberhasilan anggota Obor Mas di sektor hortikultura selama ini menjadi modal penting untuk mengembangkan sektor-sektor produktif lainnya. Frediyanto mencontohkan Kabupaten Sikka yang memiliki kondisi geografis relatif kering, namun mampu berkembang menjadi salah satu sentra hortikultura berkat semangat anggota dalam memanfaatkan bantuan modal untuk pembangunan sumur bor dan pengelolaan lahan pertanian.


“Kami di Sikka memang gersang, tetapi hortikultura bisa berkembang karena anggota memiliki kemauan kuat. Mereka memanfaatkan bantuan modal untuk membuat sumur bor, mengelola air, dan membangun usaha pertanian yang produktif,” ungkapnya.


Menurut Frediyanto, pengalaman tersebut membuktikan bahwa keterbatasan alam bukanlah hambatan apabila masyarakat memiliki akses terhadap pembiayaan dan kemauan untuk bekerja keras.


Ke depan, Obor Mas tidak hanya ingin menjadi lembaga keuangan yang melayani simpan pinjam, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi produktif di NTT. Melalui dukungan pembiayaan yang tepat sasaran, koperasi ini menargetkan lahirnya lebih banyak pelaku usaha baru di sektor pertanian, peternakan, dan pangan yang mampu memperkuat ketahanan ekonomi daerah.


Pada kesempatan yang sama, Frediyanto juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan pelaksanaan RAT ke-54 KSP Kopdit Obor Mas Tahun Buku 2025.


“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh anggota, pengurus, pengawas, manajemen, panitia pelaksana, pemerintah, para mitra kerja, serta semua pihak yang telah mendukung sehingga RAT ke-54 Tahun Buku 2025 dapat berjalan dengan baik, lancar, aman, dan sukses. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama dan komitmen kita bersama dalam membangun Obor Mas yang semakin kuat dan terpercaya,” ungkap Yanto.


Ia juga menyampaikan proficiat kepada Pengurus dan Pengawas yang terpilih dalam RAT tersebut. Menurutnya, amanah yang diberikan anggota merupakan kepercayaan besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan dedikasi demi kemajuan koperasi.


“Proficiat kepada Pengurus dan Pengawas yang telah terpilih. Semoga dapat menjalankan tugas dan amanah ini dengan baik, menjaga kepercayaan anggota, serta terus membawa Kopdit Obor Mas menjadi koperasi yang sehat, profesional, dan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat serta pembangunan ekonomi di Nusa Tenggara Timur,” tutup Yanto.


Keberhasilan melunasi dana PEN sebesar Rp200 miliar, kembali memperoleh kepercayaan mengakses pembiayaan dalam jumlah yang sama, serta sukses menyelenggarakan RAT ke-54 menjadi bukti bahwa KSP Kopdit Obor Mas terus tumbuh sebagai kekuatan ekonomi rakyat yang tidak hanya menyediakan layanan keuangan, tetapi juga menjadi penggerak pembangunan, kemandirian pangan, dan kesejahteraan masyarakat dari desa hingga seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur.

✒️: Albert Cakramento