MAUMERE,NTT, 31 Mei 2026— Sosok tegas dengan prinsip “Disiplin Harga Mati”, Drs. Adeodatus Buang Da Cunha resmi memasuki masa purnabakti per 1 Juni 2026 setelah 27 tahun mengabdi sebagai Aparatur Sipil Negara di Kabupaten Sikka. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Sikka itu meninggalkan jejak panjang pengabdian, mulai dari penataan kota, penegakan ketertiban umum, hingga pelayanan masyarakat yang humanis dan penuh integritas.
Selama puluhan tahun mengabdi, Buang Da Cunha dikenal sebagai figur birokrat yang meniti karier dari level paling bawah hingga menduduki jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sikka. Putra Kabupaten Sikka yang lahir pada 16 Mei 1966 itu menutup masa dinasnya dengan pangkat Pembina Utama Madya (IV/d).
Lulusan Universitas Merdeka Malang tahun 1990 itu memulai karier sebagai Kepala Sub Seksi Ketertiban Umum pada Kantor Camat Alok. Perjalanan pengabdiannya terus berlanjut melalui berbagai jabatan, mulai dari Kepala Seksi Trantibum Kelurahan Madawat, Pelaksana Tugas Lurah Madawat, Kepala Sub Bagian Protokol, Sekretaris Camat Magepanda, Sekretaris Camat Kangae, Camat Palue, hingga Sekretaris Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan.
Nama Buang Da Cunha paling dikenal saat memimpin Satpol PP dan Damkar Kabupaten Sikka. Ia pernah menjabat Kepala Kantor Satpol PP tahun 2014 ketika lembaga tersebut masih berstatus kantor, kemudian dipercaya menjadi Sekretaris Satpol PP dan Damkar tahun 2019, sebelum akhirnya menjabat Kepala Satpol PP dan Damkar sejak tahun 2020.
Selain itu, ia juga pernah dipercaya memimpin Dinas Perpustakaan dan Kearsipan serta menjadi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sikka. Di Dinas Lingkungan Hidup, slogan “Aku Cinta Kotaku” yang digaungkannya berhasil membawa perubahan wajah Kota Maumere menjadi lebih bersih dan tertata.
Berbagai titik tumpukan sampah berhasil ditangani, pohon-pohon yang mengganggu akses jalan dipangkas, hingga bantaran Kali Beronjong dinormalisasi untuk menciptakan kawasan kota yang lebih nyaman dipandang masyarakat.
Saat memimpin Satpol PP dan Damkar, Buang Da Cunha dikenal sebagai pemimpin lapangan yang selalu hadir bersama anggotanya. Salah satu tugas besar yang berhasil dijalankannya yakni memimpin penertiban dan pengosongan 131 rumah di atas lahan milik Pemerintah Kabupaten Sikka di Kelurahan Kota Uneng yang kini dimanfaatkan untuk pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa).
Ia juga memimpin berbagai operasi penertiban pasar liar di Geliting, Waipare, hingga Wuring. Meski menghadapi berbagai tantangan dan tekanan sosial, ia tetap berpegang pada prinsip ketegasan yang humanis demi menjaga ketertiban umum dan kepentingan masyarakat luas.
Di mata anggota dan rekan kerja, Buang Da Cunha dikenal cepat merespons setiap laporan masyarakat. Ketegasan dalam menegakkan aturan berjalan beriringan dengan kepeduliannya terhadap warga dan bawahannya.
Menariknya, semangat pengabdian itu tidak surut meski masa pensiunnya tinggal menghitung hari. Pada 30 Mei 2026, dua hari sebelum purnabakti, ia masih aktif memberikan materi sosialisasi pemadam kebakaran di Klinik Agradece.
Ketika ditanya soal masa pensiun, Buang Da Cunha menyampaikan kalimat sederhana yang menggambarkan seluruh perjalanan pengabdiannya.
“Purnabakti bukan akhir pengabdian, tetapi awal pengabdian di ruang yang berbeda,” ujarnya.
Kini, seragam dinas yang selama puluhan tahun melekat di tubuhnya akan disimpan. Namun nilai-nilai disiplin, loyalitas, integritas, dan keberanian mengambil keputusan yang diwariskannya akan terus dikenang masyarakat Kabupaten Sikka.
Selamat memasuki masa purnabakti, Bapak Drs. Adeodatus Buang Da Cunha. Terima kasih atas pengabdian dan dedikasi untuk Nian Tanah Sikka.
Salam Praja Wibawa.
