Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Pekerjaan Jalan GOR Kota Kupang Capai 50 Persen, Ditarget Rampung Agustus 2026

Kamis, 04 Juni 2026 | Juni 04, 2026 WIB Last Updated 2026-06-04T09:51:04Z

 


Kota Kupang, NTT– Direktur CV Tiga Putra Agung, Lambertus Lay, menyampaikan bahwa progres pembangunan Jalan GOR Kota Kupang saat ini telah mencapai sekitar 50 persen. Hal tersebut disampaikannya kepada media ini saat meninjau lokasi pekerjaan, Kamis (4/6/2026).


Menurut Lambertus, secara visual pekerjaan jalan sepanjang kurang lebih 480 meter tersebut menunjukkan perkembangan yang signifikan dan masih berjalan sesuai target yang telah ditetapkan dalam kontrak kerja.


“Kalau kita lihat secara visual sekarang, pekerjaan ini sudah kurang lebih mencapai 50 persen. Saat ini masih berlangsung proses pengecoran secara bertahap dan masih ada beberapa tahapan pekerjaan yang akan dilanjutkan,” ujarnya.


Ia menjelaskan, pelaksanaan proyek terus dilakukan sesuai spesifikasi teknis yang telah disepakati bersama konsultan pengawas, direksi teknis, serta pihak Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pekerjaan Umum.


Selain pengawasan internal, kata Lambertus, proyek tersebut juga mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk aparat penegak hukum, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang pernah melakukan kunjungan lapangan.


“Kami bekerja sesuai kontrak dan selalu berkoordinasi dengan semua pihak yang melakukan pengawasan. Sampai saat ini pekerjaan berjalan baik dan tidak ada kendala berarti,” katanya.


Lambertus menjelaskan bahwa sebelum dilakukan pengecoran, jalan lama yang sebelumnya menggunakan aspal terlebih dahulu dibongkar dan digali. Setelah itu dilakukan penimbunan material pilihan serta pemasangan lapisan dasar sebelum proses pengecoran beton.


Konstruksi jalan menggunakan beton bertulang dengan ketebalan 20 sentimeter. Tulangan yang digunakan berupa besi polos standar SNI berdiameter 10 milimeter yang dipasang dalam dua lapis sesuai spesifikasi teknis.


Sementara itu, material pasir yang digunakan seluruhnya berasal dari Takari, Kabupaten Kupang, sebagaimana telah ditetapkan dalam dokumen kontrak pekerjaan.


“Pasir yang digunakan berasal dari Takari sesuai spesifikasi yang ditetapkan. Untuk material lainnya juga mengikuti standar mutu yang berlaku,” jelasnya.


Terkait sistem drainase, Lambertus mengatakan badan jalan dirancang dengan kemiringan satu arah menuju saluran drainase yang telah tersedia di sisi jalan. Metode tersebut bertujuan mencegah terjadinya genangan air di permukaan jalan saat musim hujan.


Selain itu, pada beberapa titik juga direncanakan penambahan pekerjaan pelindung saluran menggunakan pasangan batu guna mencegah erosi yang dapat mengganggu konstruksi jalan.


Lambertus menambahkan bahwa setelah pekerjaan utama selesai, masih dimungkinkan adanya pekerjaan tambah kurang atau Contract Change Order (CCO) berdasarkan hasil evaluasi lapangan dan kajian teknis.


Jika disetujui, penambahan ruas jalan diperkirakan mencapai sekitar 200 hingga 300 meter dari pekerjaan yang saat ini sedang berlangsung.


“Kami sedang melakukan koordinasi untuk kebutuhan kajian teknis. Jika memungkinkan, akan ada penambahan ruas melalui mekanisme CCO,” ujarnya.


Meski demikian, ia menegaskan fokus utama saat ini adalah menyelesaikan seluruh pekerjaan yang telah tercantum dalam kontrak dengan tetap menjaga mutu dan kualitas konstruksi.


Lambertus optimistis pekerjaan dapat dirampungkan pada Agustus 2026, lebih cepat dari target kontrak yang berakhir pada 11 September 2026.


Ia juga mengimbau masyarakat untuk mendukung proses pembangunan dengan tetap memperhatikan aktivitas pekerjaan di lapangan sehingga pelaksanaan proyek dapat berjalan lancar hingga selesai.


“Harapan kami setelah selesai, jalan ini dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang dan memberikan manfaat bagi aktivitas ekonomi maupun mobilitas warga Kota Kupang,” pungkasnya.

✒️; kl