Kota Kupang, NTT– Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menggelontorkan anggaran lebih dari Rp60 miliar untuk pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan pada tahun 2026. Investasi besar tersebut tidak hanya ditujukan untuk memperbaiki konektivitas antarwilayah, tetapi juga diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi masyarakat dan meningkatkan aktivitas usaha di Kota Kupang.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kota Kupang, Yohanes Puu, kepada awak media, Kamis, 4 Juni 2026.
Menurut Yohanes, dari total anggaran yang dialokasikan, sekitar Rp48 miliar digunakan untuk pekerjaan lapen, sedangkan lebih dari Rp13 miliar dialokasikan untuk pekerjaan hotmix dan penanganan sejumlah ruas jalan strategis.
“Untuk tahun 2026 ini anggaran infrastruktur jalan dan jembatan sekitar Rp60 miliar lebih. Dari jumlah itu, sekitar Rp48 miliar untuk pekerjaan lapen dan sisanya untuk pekerjaan hotmix serta penanganan ruas jalan lainnya,” jelas Yohanes.
Ia mengatakan, total panjang jalan yang ditangani melalui program tersebut mencapai sekitar 65 kilometer yang tersebar di berbagai wilayah Kota Kupang. Sementara pekerjaan hotmix dilakukan pada sejumlah ruas prioritas dengan total panjang lebih dari dua kilometer.
Beberapa lokasi yang menjadi fokus pekerjaan hotmix antara lain Jalan Abdurrahman Wahid yang telah selesai dikerjakan, Jalan Piet A. Tallo, serta kawasan Taman Nostalgia yang saat ini sedang dalam tahap persiapan pekerjaan.
Menurut Yohanes, pembangunan infrastruktur jalan memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Jalan yang baik akan memperlancar distribusi barang dan jasa, meningkatkan mobilitas warga, serta mendukung aktivitas pelaku usaha kecil dan menengah di berbagai wilayah Kota Kupang.
“Ketika akses jalan semakin baik, tentu aktivitas ekonomi masyarakat juga akan lebih lancar. Distribusi barang menjadi lebih cepat, biaya transportasi bisa ditekan, dan masyarakat lebih mudah menjalankan aktivitas ekonomi,” ujarnya.
Hingga awal Juni 2026, seluruh paket pekerjaan yang telah dikontrakkan sudah berjalan. Untuk pekerjaan lapen, sekitar 12 paket telah selesai dikerjakan, sedangkan pekerjaan hotmix baru satu paket yang telah rampung.
“Progres pekerjaan berjalan baik. Untuk lapen sudah sekitar 12 paket selesai, sedangkan hotmix baru satu paket yang selesai,” katanya.
Pemerintah Kota Kupang menargetkan seluruh pekerjaan infrastruktur jalan yang telah diprogramkan pada tahun 2026 dapat diselesaikan paling lambat September mendatang sesuai jadwal kontrak yang berlaku.
Yohanes mengakui masih terdapat sejumlah ruas jalan yang membutuhkan peningkatan maupun perbaikan. Karena itu, evaluasi dan perencanaan penanganan infrastruktur akan terus dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah.
Menurutnya, pembangunan jalan bukan hanya soal memperbaiki infrastruktur fisik, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam menggerakkan roda perekonomian daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan dukungan anggaran yang cukup besar pada tahun ini, Pemerintah Kota Kupang berharap pembangunan infrastruktur jalan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
✒️: kl
