Flores Timur, NTT — Perjuangan Wakil Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia (TMI), Wilfridus Yons Ebit, dalam membuka akses bantuan pemerintah pusat untuk petani Flores Timur mendapat apresiasi langsung dari Bupati Flores Timur, Anton Doni Dhien.
Hal itu disampaikan Anton saat menghadiri pelantikan Pengurus TMI Kabupaten Flores Timur, Kamis, 13 Agustus 2026.
Dalam sambutannya, Anton mengungkapkan bahwa intervensi pemerintah pusat melalui sektor pertanian telah membawa dampak nyata bagi daerah.
Berbagai bantuan dan program pertanian yang masuk ke Flores Timur disebut mencapai sekitar Rp35 miliar.
Bantuan tersebut tidak hanya berupa alat dan mesin pertanian (alsintan), tetapi juga mencakup anakan atau bibit kelapa, jambu mete, jagung dan berbagai kebutuhan pertanian lainnya.
Menurut Anton, besarnya intervensi tersebut menunjukkan bahwa perhatian pemerintah pusat terhadap sektor pertanian Flores Timur cukup besar.
Anton secara khusus memberikan apresiasi kepada Wilfridus Yons Ebit, yang kini menjabat Wakil Ketua Umum TMI.
Menurutnya, keberadaan Yons Ebit di jajaran pimpinan nasional TMI menjadi peluang strategis bagi Flores Timur untuk menyampaikan kebutuhan petani langsung ke tingkat pusat.
Anton menilai TMI merupakan organisasi yang relatif baru, tetapi gerakannya sudah menunjukkan hasil.
Ia mencontohkan, setelah mulai berproses pada Januari, pada April bantuan traktor roda empat dan roda dua sudah mulai masuk ke daerah.
“Kecepatan seperti ini barangkali tidak pernah kita alami sebelumnya,” tegas Anton.
Anton menjelaskan, pertumbuhan sektor pertanian Flores Timur tidak terlepas dari berbagai faktor, termasuk membaiknya harga komoditas dan masuknya intervensi pemerintah pusat.
Bantuan bibit kelapa, jambu mete, jagung dan komoditas lainnya dinilai ikut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Karena itu, menurut Anton, bantuan pemerintah pusat harus dilihat bukan sekadar sebagai bantuan barang, tetapi sebagai investasi untuk menggerakkan ekonomi petani dan meningkatkan produktivitas pertanian daerah.
Petani Masih Butuh Air dan Teknologi
Meski berbagai bantuan telah masuk, Anton mengingatkan bahwa pekerjaan untuk memperkuat pertanian Flores Timur masih panjang.
Petani masih membutuhkan alsintan, bibit unggul, pupuk, pestisida, teknologi pertanian, alat pascapanen serta infrastruktur air.
Menurutnya, ketersediaan air menjadi salah satu faktor paling menentukan keberhasilan pertanian. “Kalau air tidak ada, itu memang masalah,” ujarnya.
Pemerintah daerah telah membangun sejumlah sumur bor, namun kebutuhan air untuk lahan pertanian masih jauh lebih besar.
Karena itu, Anton berharap TMI melalui jaringan nasionalnya dapat terus memperjuangkan dukungan pemerintah pusat, termasuk pembangunan sumur bor dan pengembangan irigasi.
TMI Jangan Berhenti pada Pelantikan
Anton juga meminta pengurus TMI yang baru dilantik tidak menjadikan pelantikan sebagai akhir perjuangan.
Sebaliknya, TMI harus hadir sebagai mata dan telinga petani, menyerap kebutuhan mereka dan memperjuangkannya hingga ke tingkat pemerintah pusat.
“Suara petani melalui Tani Merdeka Indonesia mudah-mudahan sampai ke tangan Bapak Presiden,” kata Anton.
Ia berharap perjuangan Yons Ebit terus berlanjut sehingga semakin banyak program dan bantuan pemerintah pusat yang dapat dirasakan langsung oleh petani Flores Timur.
Bagi Flores Timur, Rp35 miliar bukan sekadar angka. Di balik angka tersebut terdapat bibit yang ditanam, lahan yang digarap, teknologi yang digunakan dan harapan petani untuk meningkatkan kesejahteraan.
✒️: kl
