Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Wali Kota Kupang Lantik 148 Pejabat, Para Lurah Diwanti-Wanti Jaga Integritas dan Layani Warga

Senin, 10 Agustus 2026 | Agustus 10, 2026 WIB Last Updated 2026-08-10T08:42:51Z

 



Kota Kupang, NTT — Pesan tegas disampaikan Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo kepada 148 pejabat yang baru dilantik. Khusus para lurah, ia meminta agar jabatan yang dipercayakan tidak hanya dipandang sebagai posisi, tetapi sebagai amanah dan tanggung jawab untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


Pelantikan sejumlah pejabat administrator dan pejabat fungsional tersebut berlangsung di Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Senin (10/8/2026).


Dalam sambutannya, Christian Widodo menegaskan bahwa pelantikan tersebut merupakan bagian dari penyegaran organisasi sekaligus upaya mendorong lahirnya inovasi dan kreativitas dalam birokrasi Pemerintah Kota Kupang.


Menurutnya, proses rolling dilakukan setelah dirinya bersama Wakil Wali Kota Kupang melihat adanya sejumlah aparatur yang telah terlalu lama berada pada posisi atau tempat kerja yang sama.


“Ada yang jadi staf belasan tahun, ada yang 13 tahun, 15 tahun. Paling cepat lima tahun. Ada juga yang jadi lurah sudah belasan tahun. Jadi memang butuh penyegaran, butuh di-rolling supaya tidak jenuh, supaya ada inovasi dan kreativitas,” ujar Christian.


Ia mengatakan, rotasi dan promosi jabatan juga diharapkan dapat membuka ruang pengembangan karier bagi para aparatur sipil negara. Aparatur yang sebelumnya bertahun-tahun menjadi staf, misalnya, diberikan kesempatan untuk menunjukkan kapasitasnya melalui tanggung jawab yang lebih besar.


Christian meminta seluruh pejabat yang baru dilantik menjaga amanah tersebut dengan baik.


Menurutnya, jabatan dan tanggung jawab merupakan dua hal yang berjalan beriringan. Semakin tinggi jabatan yang diemban, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dipikul.


“Jabatan dan tanggung jawab itu berjalan linear. Tidak ada jabatan bertambah, tanggung jawab turun. Semakin tinggi jabatan, pasti diikuti semakin tinggi tanggung jawab,” tegasnya.


Ia bahkan mengutip prinsip bahwa kekuasaan selalu berjalan bersama tanggung jawab. Karena itu, jabatan yang diberikan kepada seseorang pada akhirnya akan menjadi ujian terhadap integritas dan karakter orang tersebut.


“Jika Anda ingin mengetahui integritas seseorang, berikan dia jabatan. Maka jabatan ini nanti akan menguji Bapak Ibu sekalian, apakah tetap bertahan pada integritas atau kalah pada jabatan,” katanya.


Pesan khusus disampaikan Christian kepada para lurah yang baru dilantik.


Ia meminta para lurah menjadikan momentum tersebut sebagai kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik. Menurutnya, posisi lurah memiliki ruang yang lebih besar untuk memperlihatkan kinerja karena jumlah lurah jauh lebih sedikit dibandingkan jumlah staf di lingkungan Pemerintah Kota Kupang.


“Kalau kalian kerja bagus, pekerjaan kalian pasti terlihat. Sekarang ini peluang untuk menunjukkan kinerja terbaik kalian. Karena cuma ada 51, pasti terlihat oleh saya, Ibu Wakil dan Pak Sekda,” ujarnya.


Christian menilai, situasi efisiensi anggaran justru harus menjadi ruang bagi pejabat untuk menunjukkan kreativitas.


Ia tidak ingin keterbatasan anggaran dijadikan alasan untuk menghentikan pelayanan maupun program pemerintah.


“Kalau kalian bisa berinovasi, bisa kreatif, tidak banyak alasan, program tetap jalan, pasti kerja kalian itu terlihat,” katanya.


Ia meminta para pejabat memiliki pola pikir kreatif dalam menghadapi keterbatasan sumber daya. Ketika anggaran terbatas, menurutnya, yang harus diperbaiki adalah pola kerja agar lebih efektif dan efisien.


“Anggaran terbatas berarti cara kerja yang diperbaiki supaya lebih efisien. Jangan mengeluh, tidak ada uang, tidak bisa ini, tidak bisa itu. Kalau mengeluh terus, kita tidak maju-maju,” tegas Christian.


Christian juga mengingatkan para lurah bahwa kelurahan merupakan ujung tombak pelaksanaan berbagai program pemerintah.


Berbagai urusan masyarakat bersentuhan langsung dengan pelayanan di kelurahan, mulai dari administrasi kependudukan, surat keterangan domisili, surat keterangan tidak mampu, surat kematian, pendataan warga miskin dan rentan hingga berbagai bentuk pelayanan lainnya.


“Kelurahan itu ujung tombaknya program pemerintah. Di bahu kalian itulah program pemerintah bisa berjalan,” katanya.


Karena itu, ia meminta para lurah segera menertibkan pelayanan di wilayah masing-masing.


Administrasi yang masih tertunda harus diselesaikan dan masyarakat yang datang membutuhkan pelayanan harus dilayani dengan baik.


Christian juga mengingatkan agar tidak ada lagi praktik pungutan liar dalam pelayanan pemerintahan.


Selain itu, kedisiplinan pegawai di tingkat kelurahan menjadi perhatian serius. Ia meminta lurah memastikan staf hadir sesuai jam kerja, tidak datang terlambat, tidak pulang lebih awal, tidak meninggalkan tempat kerja tanpa alasan serta mengenakan pakaian sesuai ketentuan.


“Kalau saya ke sana dan mendapatkan yang seperti itu, lurahnya yang mendapat sanksi,” tegasnya.


Ia menekankan bahwa seorang pemimpin tidak boleh melempar kesalahan kepada bawahannya.


“Saya tidak cari staf kalian, saya cari kalian pemimpin yang baik. Good leader never play the blame game,” ujar Christian.


“Memerintah Adalah Melayani”


Untuk memperkuat semangat pelayanan, Christian meminta agar setiap kantor lurah memasang tulisan besar “Memerintah Adalah Melayani.”


Ia bahkan meminta agar tidak perlu memasang foto dirinya maupun Wakil Wali Kota di kantor lurah.


Sebaliknya, ia meminta para pejabat memasang foto keluarga di meja kerja masing-masing sebagai pengingat bahwa setiap keputusan dan tindakan dalam menjalankan tugas juga membawa nama baik keluarga.


“Taruh foto keluarga kalian yang besar. Supaya dalam hati kalian, kalau melakukan apa-apa yang salah, saya malu dengan keluarga saya. Keluarga saya melihat saya membawa nama baik keluarga saya,” tuturnya.


Christian berharap cara tersebut dapat membangun kesadaran pribadi bahwa pelayanan publik harus dijalankan dengan kejujuran dan integritas.


Tantangan Harus Dilihat sebagai Peluang


Dalam pesannya, Christian juga meminta pejabat yang baru dilantik tidak mudah menyerah ketika menghadapi persoalan.


Menurutnya, setiap kesulitan selalu memiliki peluang untuk melahirkan solusi baru.


“Setiap kesulitan pasti ada kesempatan. Blessing in disguise. Setiap ada tantangan, pasti di situ ada peluang. Tinggal bagaimana kalian bisa melihat peluang itu,” katanya.


Ia mencontohkan sejumlah pembangunan yang menurutnya tetap dapat dilakukan meskipun pemerintah menghadapi keterbatasan anggaran.


Christian menyebut penataan Taman Nostalgia, pembangunan jalan TBMU yang sebelumnya terputus bertahun-tahun, serta pembangunan jalan di sekitar GOR sebagai contoh bahwa keterbatasan anggaran harus dihadapi dengan kreativitas, efisiensi dan kolaborasi.


Menurutnya, keterbatasan sumber daya juga dapat diatasi melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dukungan tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.


“Kota Kupang Bercahaya dari Lilin-Lilin Kecil”


Menutup sambutannya, Christian mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan Kota Kupang tidak hanya ditentukan oleh kepala daerah.


Menurutnya, kemajuan kota merupakan hasil kerja bersama seluruh aparatur hingga tingkat kelurahan dan masyarakat.


“Kalau Kota Kupang bercahaya, bukan karena obor yang dinyalakan di kantor Wali Kota. Kota Kupang bercahaya karena lilin-lilin kecil yang dinyalakan di kantor-kantor dinas, kantor camat, bahkan sampai kantor-kantor lurah dan keluarga-keluarga yang ada di Kota Kupang,” ungkapnya.


Ia meminta seluruh pejabat yang baru dilantik menjaga amanah, bekerja profesional, jujur, berintegritas dan penuh tanggung jawab.


“Ini bukan tentang seberapa tinggi status kalian, tetapi tentang seberapa dalam kalian turun menyelam dalam pelayanan masyarakat,” tegasnya.


Christian kemudian menyampaikan selamat kepada seluruh pejabat yang baru dilantik dan mengingatkan agar momentum pelantikan dirayakan secara sederhana bersama keluarga.


“Syukuri ini dengan nikmat yang sederhana. Selamat menjalankan amanah, selamat mewujudkan Kota Kupang sebagai rumah bersama yang maju, mandiri, sejahtera dan berkelanjutan,” pungkasnya.

✒️: kl