Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Tim Medis BAGUNA PDI Perjuangan Gempur Pengobatan Gratis, 75 Warga Wailiti Terlayani

Rabu, 26 Agustus 2026 | Agustus 26, 2026 WIB Last Updated 2026-08-26T06:21:09Z


Maumere, NTT — Di tengah kondisi masyarakat yang masih dibayangi trauma dan ketakutan akibat gempa bumi 15 Agustus 2026, pelayanan kesehatan bagi warga terdampak terus diperkuat.


Tim Medis BAGUNA PDI Perjuangan bersama Puskesmas Wolomarang dan Pemerintah Kelurahan Wailiti turun langsung memberikan pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis kepada masyarakat terdampak gempa di sejumlah titik di Kelurahan Wailiti, Maumere, Rabu (26/8/2026).


Tim yang diterjunkan terdiri dari dua dokter, dua bidan dan dua perawat. Mereka berkolaborasi dengan tenaga medis Puskesmas Wolomarang untuk melakukan pemeriksaan serta memberikan pengobatan kepada warga yang membutuhkan.


Pelayanan kesehatan tersebut dilakukan di dua titik, yakni RT 26 yang terdapat posko warga dan RT 8 Kelurahan Wailiti.


Antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi. Pada pelayanan di titik pertama, sedikitnya 75 warga telah mendapatkan pemeriksaan dan pelayanan kesehatan secara gratis.


Sementara pelayanan di titik kedua masih berlangsung. Pemerintah Kelurahan Wailiti berharap seluruh rangkaian pelayanan tersebut dapat menjangkau sedikitnya 150 warga.


Kegiatan pelayanan kesehatan gratis tersebut turut dihadiri Ketua BAGUNA PDI Perjuangan Kabupaten Sikka, Yansen Seda.


Hadir pula dari jajaran kepengurusan DPD PDI Perjuangan, Emanuel Konfridus, serta Anggota DPRD Kabupaten Sikka dari Fraksi PDI Perjuangan, Alfonsus Ambrosius.


Kehadiran jajaran BAGUNA dan kader PDI Perjuangan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak gempa.


Mereka turut memantau jalannya pelayanan serta memastikan masyarakat memperoleh akses kesehatan yang dibutuhkan.


Lurah Wailiti, Maria Anita Yuniati, S.IP., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelayanan kesehatan gratis tersebut.


Menurutnya, warga Kelurahan Wailiti juga merupakan bagian dari masyarakat yang terdampak gempa 15 Agustus sehingga pelayanan kesehatan seperti ini sangat dibutuhkan.


“Di kegiatan hari ini saya sangat berterima kasih karena warga masyarakat yang ada di wilayah Kelurahan Wailiti yang juga terdampak dari gempa 15 Agustus kemarin bisa terlayani kesehatannya dan bisa dicek secara gratis,” ujar Maria Anita Yuniati.

 

Ia mengatakan, pelayanan kesehatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kelurahan Wailiti, Puskesmas Wolomarang dan Tim BAGUNA PDI Perjuangan.


“Saya dikonfirmasi tadi malam oleh Ibu Kapus bahwa besok ada Tim BAGUNA yang akan melakukan cek kesehatan gratis untuk masyarakat di wilayah Kelurahan Wailiti,” jelasnya.

 

Maria Anita menambahkan, pelayanan di titik pertama RT 26 mendapat respons tinggi dari masyarakat. Sekitar 75 warga telah memanfaatkan pelayanan kesehatan tersebut.

“Di sana sekitar 75 orang,” katanya.

 

Untuk titik kedua di RT 8, jumlah warga yang telah dilayani masih dalam proses pendataan. Namun, pihak kelurahan berharap keseluruhan pelayanan dapat menjangkau hingga sekitar 150 orang.


Kehadiran Tim Medis BAGUNA di tengah warga menjadi bagian penting dalam penanganan pascagempa.


Sebab, kebutuhan masyarakat terdampak bencana tidak hanya berupa makanan, air bersih, terpal maupun bantuan logistik lainnya. Pelayanan kesehatan juga menjadi kebutuhan yang harus hadir secara langsung di tengah masyarakat.


Apalagi, sebagian warga masih mengalami trauma akibat gempa dan terus dihantui kekhawatiran terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.


Dalam kondisi tersebut, kehadiran tenaga medis di lingkungan warga memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memeriksakan kondisi kesehatan tanpa harus mengeluarkan biaya.


Tim Medis BAGUNA tidak menunggu warga datang ke fasilitas pelayanan, tetapi turun langsung ke titik-titik permukiman dan posko warga.


Kolaborasi antara Tim Medis BAGUNA, Puskesmas Wolomarang dan Pemerintah Kelurahan Wailiti menjadi kekuatan penting dalam memperluas jangkauan pelayanan kesehatan pascagempa.


Dua dokter, dua bidan dan dua perawat dari Tim Medis BAGUNA diterjunkan untuk memperkuat pelayanan. Sementara itu, Puskesmas Wolomarang memberikan dukungan melalui tenaga dan pelayanan kesehatan.


Pemerintah Kelurahan Wailiti kemudian membantu memastikan masyarakat terdampak mendapatkan informasi dan akses terhadap pelayanan tersebut.


Bagi warga, kehadiran tim medis di tengah lingkungan mereka bukan hanya tentang pemeriksaan atau mendapatkan obat.


Lebih dari itu, kehadiran tersebut menjadi bentuk perhatian bahwa masyarakat terdampak tidak dibiarkan menghadapi situasi pascabencana seorang diri.


Pelayanan kesehatan gratis di Wailiti menjadi gambaran bahwa penanganan bencana membutuhkan gerakan bersama.


Ketika warga masih berjuang memulihkan diri dari dampak gempa, pelayanan kesehatan harus tetap berjalan dan menjangkau mereka yang membutuhkan.


Tim Medis BAGUNA PDI Perjuangan memilih hadir langsung di tengah masyarakat.


Bukan sekadar datang membawa bantuan, tetapi turun untuk memeriksa, mendengar keluhan dan memberikan pelayanan kesehatan secara gratis.


Dengan dua titik pelayanan dan sedikitnya 75 warga yang telah mendapatkan pemeriksaan di titik pertama, gerakan kemanusiaan ini diharapkan dapat terus menjangkau lebih banyak masyarakat terdampak.


Di tengah bencana, kepedulian tidak cukup hanya diucapkan. Kepedulian harus hadir, bergerak dan dirasakan langsung oleh rakyat.

✒️: Albert Cakramento