Kupang, NTT — Gagasan pembangunan Sirkuit Flobamora Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai memasuki tahap penjajakan kerja sama kelembagaan. Penggagas proyek bertemu dengan Direktur Kerja Sama PT Perseroda Kawasan Industri Bolok (KIB) untuk membahas konsep pengembangan kawasan, penempatan lahan, dan peluang kemitraan.
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk mengkaji kemungkinan pengembangan sirkuit sebagai bagian dari kawasan bisnis terpadu yang menghubungkan olahraga otomotif, pariwisata, industri kreatif, perdagangan, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Penggagas Sirkuit Flobamora NTT, Leopold Therik dan Donny Famdale, menyebut konsep tersebut dirancang tidak hanya untuk kegiatan balap, tetapi juga untuk membuka peluang ekonomi baru di NTT.
Pembahasan kerja sama masih memerlukan tindak lanjut, terutama terkait aspek teknis, legalitas, tata kelola, dan model bisnis. Karena itu, penjajakan tersebut belum dapat diartikan sebagai keputusan final mengenai pembangunan maupun pengelolaan sirkuit.
Konsep Sirkuit Flobamora NTT mencakup sejumlah fasilitas olahraga otomotif, antara lain balap motor, drag race, supermoto, gokart, off-road, grasstrack, serta sekolah balap.
Kawasan tersebut juga direncanakan memiliki potensi pengembangan untuk kegiatan pameran, festival, kuliner, ruang usaha UMKM, dan fasilitas pendukung pariwisata.
Dengan konsep multifungsi, pemanfaatan kawasan diharapkan tidak hanya bergantung pada penyelenggaraan perlombaan. Fasilitas yang tersedia dapat dikaji untuk mendukung pelatihan, kegiatan komunitas, penyewaan tempat, promosi produk lokal, dan penyelenggaraan acara komersial.
Namun, bentuk pengembangan dan jenis kegiatan yang dapat direalisasikan masih memerlukan kajian lebih lanjut, termasuk analisis pasar, kebutuhan fasilitas, dan potensi pendapatan.
Salah satu hal yang dibahas dalam penjajakan kerja sama adalah kemungkinan penempatan lahan untuk pengembangan Sirkuit Flobamora NTT di kawasan yang dikelola Perseroda KIB.
Pemanfaatan kawasan industri untuk kegiatan tersebut perlu mempertimbangkan status dan kewenangan atas tanah, kesesuaian tata ruang, perizinan, serta ketentuan hukum yang berlaku.
Selain itu, bentuk kemitraan harus dirumuskan secara jelas agar hak, kewajiban, risiko, dan pembagian manfaat bagi setiap pihak dapat dipertanggungjawabkan.
Sejumlah opsi yang dapat dikaji meliputi kerja sama pemanfaatan lahan, skema konsesi, atau pembentukan badan usaha khusus bersama mitra investasi. Pemilihan skema tersebut perlu didasarkan pada kajian hukum dan kelayakan finansial.
Tahap selanjutnya adalah mematangkan konsep dan membahas aspek teknis serta bisnis secara lebih terperinci. Beberapa hal yang perlu disiapkan meliputi penentuan lokasi dan batas lahan, studi kelayakan, estimasi kebutuhan investasi, proyeksi pendapatan, tahapan pembangunan, serta pola pengelolaan operasional.
Keterlibatan investor juga perlu didukung perhitungan bisnis yang realistis. Potensi pendapatan harus diuji melalui analisis pasar, peluang penyelenggaraan acara, kerja sama sponsor, biaya operasional, dan kemampuan pasar menyerap layanan yang ditawarkan.
Langkah tersebut penting untuk memastikan bahwa proyek tidak hanya menarik dari sisi konsep, tetapi juga memungkinkan untuk dikembangkan secara berkelanjutan.
Sirkuit Flobamora NTT digagas sebagai salah satu alternatif pengembangan kegiatan ekonomi melalui olahraga otomotif dan pemanfaatan kawasan secara terpadu.
Jika nantinya terealisasi, proyek tersebut berpotensi membuka peluang kerja, mendorong kegiatan UMKM, mendukung pariwisata, serta menciptakan ruang usaha bagi masyarakat. Besarnya manfaat ekonomi tersebut tetap bergantung pada hasil kajian, realisasi investasi, dan keberlanjutan pengelolaan.
Penjajakan dengan Perseroda KIB menjadi pintu masuk bagi pembahasan lebih lanjut. Kepastian mengenai pembangunan, investasi, dan pola kerja sama masih menunggu proses kajian serta kesepakatan resmi para pihak.
Bagi penggagas, tujuan pengembangan Sirkuit Flobamora NTT tidak berhenti pada penyediaan fasilitas olahraga otomotif. Gagasan ini diarahkan untuk mengkaji peluang pengembangan kawasan yang dapat menghubungkan olahraga, usaha, pariwisata, dan ekonomi kreatif di Nusa Tenggara Timur.
✒️: kl
