Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

439 Mahasiswa UPG 1945 NTT Diwisuda, Rektor Tekankan Ilmu, Kerendahan Hati dan Pengabdian

Rabu, 09 September 2026 | September 09, 2026 WIB Last Updated 2026-09-09T04:26:10Z

 



Kupang, NTT — Sebanyak 439 mahasiswa Universitas Persatuan Guru 1945 Nusa Tenggara Timur (UPG 1945 NTT) resmi diwisuda dalam acara yang berlangsung di Hotel Harper Kupang, Rabu (9/9/2026).


Wisuda tersebut menjadi bagian dari rangkaian wisuda tahun 2026 sekaligus momentum bagi para lulusan untuk memasuki tahap baru dalam kehidupan, baik di dunia kerja, dunia usaha maupun pengabdian kepada masyarakat.


Dalam sambutannya, Rektor UPG 1945 NTT, Ully J. Riwu Kaho, menegaskan bahwa pendidikan tidak semata-mata bertujuan menghasilkan lulusan yang memiliki ijazah, tetapi juga membentuk manusia yang mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat.


Menurutnya, perkembangan UPG 1945 NTT harus terus diarahkan pada peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, penelitian, serta pengabdian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.


Ully berpesan kepada para wisudawan agar tidak berhenti pada pencapaian akademik setelah menyelesaikan pendidikan.


Para lulusan, katanya, diharapkan mampu menggunakan ilmu yang diperoleh untuk memberikan manfaat bagi orang lain.


“Jadilah orang yang ada ilmu, tetapi tetap rendah hati, berhati dan menjunjung keadilan serta kepentingan banyak orang,” pesan Ully kepada para wisudawan.

 

Ia juga menekankan pentingnya keberanian bagi generasi muda NTT untuk menciptakan peluang.


Menurutnya, NTT membutuhkan generasi yang tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan membangun usaha.


Pesan tersebut dinilai penting mengingat para lulusan akan menghadapi tantangan yang semakin kompleks setelah meninggalkan lingkungan perguruan tinggi.


Rektor juga mengingatkan bahwa ilmu pengetahuan yang diperoleh selama berada di bangku kuliah harus digunakan untuk kepentingan masyarakat.


Ia mengajak para lulusan untuk menjadi pribadi yang mampu berpikir kritis, berdiri teguh dalam menghadapi tantangan, sekaligus memiliki kepedulian terhadap sesama.


Menurutnya, ilmu yang dimiliki harus menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan yang lebih baik.


Para lulusan juga diminta untuk tetap menjaga integritas ketika nantinya memasuki berbagai bidang kehidupan, baik sebagai pemimpin, akademisi, guru, dosen, politisi, pengusaha maupun profesi lainnya.


“Ketika Anda memperoleh jabatan, membangun usaha, menjadi pemimpin, menjadi akademisi, politisi, guru, dosen, profesor, atau apa saja yang Anda inginkan, ingatlah perjalanan kehidupan kita,” pesannya.


Dalam kesempatan tersebut, Ully juga menyampaikan perkembangan kepercayaan masyarakat terhadap UPG 1945 NTT.


Ia mengungkapkan bahwa pada tahun ini UPG 1945 NTT menerima lebih dari 1.200 mahasiswa baru.


Menurutnya, angka tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan dan penyelenggaraan pendidikan di UPG 1945 NTT.


Pertumbuhan tersebut, kata dia, harus diikuti dengan peningkatan kualitas pendidikan serta penguatan sumber daya manusia di lingkungan kampus.


“Kita juga patut bersyukur karena kepercayaan masyarakat semakin kuat. Hari ini tercermin dari lebih dari 1.200 mahasiswa baru yang kami terima tahun ini,” ujarnya.


Wisuda 439 mahasiswa tersebut bukan sekadar seremoni akademik. Bagi UPG 1945 NTT, momentum ini menjadi bagian dari perjalanan perguruan tinggi dalam mencetak sumber daya manusia bagi NTT.


Para wisudawan diharapkan mampu membawa nama baik almamater sekaligus memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.


Rektor juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, berbagai pihak, serta seluruh elemen yang selama ini mendukung perkembangan UPG 1945 NTT.


Ia berharap kerja sama tersebut terus diperkuat sehingga perguruan tinggi dapat menjalankan tugas pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan.


Dengan berakhirnya prosesi wisuda, 439 lulusan UPG 1945 NTT kini menghadapi fase baru.


Bekal akademik yang diperoleh diharapkan tidak berhenti sebagai pencapaian pribadi, tetapi menjadi kekuatan untuk membangun keluarga, masyarakat dan Nusa Tenggara Timur.

✒️: kl