Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Puing Gempa Menggantung di Atas Lorong, Warga Sudah Mengadu: Harus Tunggu Korban?

Sabtu, 05 September 2026 | September 05, 2026 WIB Last Updated 2026-09-05T05:02:59Z

 



Maumere, NTT, 5 September 2026 — Rasa cemas masih menghantui warga Kelurahan Wolomarang, RT 011/RW 002, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, pascagempa yang mengguncang wilayah Flores.


Di tengah upaya warga memulihkan kehidupan setelah bencana, sebuah kondisi yang dinilai mengkhawatirkan masih terlihat di lingkungan mereka.


Puing-puing sisa kerusakan akibat gempa masih menggantung pada sebuah gudang komoditi yang berada di samping Bengkel Berkat Motor Waidoko.


Posisi bangunan tersebut berada di sekitar lorong yang menjadi akses keluar-masuk warga.


Yang membuat masyarakat semakin khawatir, lorong itu juga biasa dilalui anak-anak sekolah dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Puing yang masih menggantung tersebut dikhawatirkan warga dapat terlepas dan jatuh ke lorong. Terlebih, hingga kini wilayah Flores masih merasakan getaran dan gempa susulan.


Menurut pengakuan warga, kondisi tersebut sebelumnya telah mereka sampaikan kepada BPBD Kabupaten Sikka dan Damkar Sikka.


Pengaduan tersebut dilakukan karena warga berharap ada pemeriksaan langsung dari petugas untuk memastikan kondisi bangunan serta mengambil langkah pengamanan apabila terdapat bagian bangunan yang dinilai berpotensi membahayakan.


Namun hingga Sabtu, 5 September 2026, warga mengaku belum mendapatkan penanganan di lokasi.


“Kami sudah mengadu. Kami takut karena puingnya masih menggantung dan berada di atas lorong. Anak-anak sekolah juga biasa lewat di sini,” ungkap salah seorang warga.


Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Lorong tersebut merupakan salah satu akses yang digunakan masyarakat untuk beraktivitas setiap hari.


Anak-anak sekolah juga biasa melintas di kawasan tersebut. Mereka melewati lorong tanpa mengetahui secara pasti apakah kondisi puing yang berada di atasnya aman atau tidak.


Bagi warga, kondisi ini bukan sekadar persoalan kerusakan bangunan pascagempa. Yang menjadi perhatian utama adalah keselamatan masyarakat yang menggunakan akses tersebut.


Warga berharap kondisi tersebut dapat segera diperiksa oleh pihak berwenang sehingga ada kepastian mengenai tingkat keamanannya.


Masyarakat berharap laporan yang telah mereka sampaikan tidak berhenti sebagai pengaduan.


Mereka meminta pemerintah melalui BPBD dan instansi terkait segera turun ke lokasi untuk melihat langsung kondisi bangunan. Jika setelah dilakukan pemeriksaan terdapat bagian yang berpotensi membahayakan, warga berharap segera dilakukan tindakan pengamanan sesuai prosedur.


Bagi warga, langkah pencegahan jauh lebih penting daripada menunggu sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.


Puing masih menggantung. Lorong masih digunakan. Anak-anak sekolah masih melintas. Warga mengaku sudah mengadu, namun hingga kini masih menunggu penanganan.


Pertanyaan yang kini muncul dari masyarakat pun sederhana:


“Haruskah menunggu sampai puing itu jatuh dan menimbulkan korban, baru dilakukan penanganan?”


Media ini masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak BPBD Kabupaten Sikka dan Damkar Sikka terkait laporan warga serta langkah yang akan dilakukan terhadap kondisi tersebut.

✒️: Albert Cakramento