Maumere, NTT — Harapan warga Dusun Boganatar, Desa Kringa, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, untuk mendapatkan air yang lebih layak akhirnya mendapat perhatian.
Setelah kurang lebih tiga tahun menghadapi persoalan kualitas air yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, warga kini menerima bantuan filter air dari Yayasan Bambu Lingkungan Lestari bersama Solar Chapter.
Bantuan tersebut disalurkan pada Selasa, 8 September 2026, setelah adanya koordinasi dan komunikasi yang dilakukan media bersama Yuyun Darti Baetal untuk menyampaikan kondisi serta kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut.
Persoalan air menjadi salah satu kebutuhan mendasar yang selama ini dirasakan warga Boganatar. Menurut warga, sejak terjadinya erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, kualitas air yang mereka konsumsi mengalami perubahan.
Theresia Praxedis, warga Dusun Boganatar, mengatakan masyarakat selama kurang lebih tiga tahun harus berhadapan dengan kondisi air yang menurut mereka tercampur material vulkanik.
"Sejak letusan Lewotobi Laki-Laki, kami mengonsumsi air minum yang tercampur dengan material abu vulkanik. Apalagi saat gempa, air sempat berubah keruh selama kurang lebih tiga hari," ujar Praxedis.
Kondisi tersebut tentu bukan perkara sederhana bagi warga.
Air merupakan kebutuhan utama setiap keluarga, mulai dari minum, memasak hingga berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya.
Ketika kualitas air berubah, masyarakat harus tetap menggunakannya karena keterbatasan sumber air alternatif. Situasi inilah yang membuat bantuan filter air menjadi sangat berarti bagi warga.
Kehadiran bantuan dari Yayasan Bambu Lingkungan Lestari dan Solar Chapter pun disambut dengan rasa syukur. Bagi masyarakat, filter air bukan sekadar sebuah bantuan berupa barang, tetapi menjadi harapan untuk mendapatkan air dengan kualitas yang lebih baik.
Praxedis menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan perhatian terhadap kondisi warga Boganatar.
"Filter air ini akan sangat berguna bagi kami. Terima kasih untuk bantuannya," ungkapnya.
Bantuan tersebut tidak terlepas dari adanya komunikasi dan koordinasi yang dilakukan media bersama Yuyun Darti Baetal. Informasi mengenai kondisi warga dan kebutuhan mereka kemudian menjadi bagian dari komunikasi dengan Yayasan Bambu Lingkungan Lestari dan Solar Chapter hingga bantuan filter air dapat disalurkan.
Upaya tersebut menunjukkan bahwa media tidak hanya memiliki fungsi menyampaikan informasi kepada publik, tetapi juga dapat menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat yang membutuhkan dengan pihak-pihak yang memiliki kepedulian sosial.
Bagi warga Boganatar, bantuan ini menjadi kabar baik setelah bertahun-tahun menghadapi persoalan air. Mereka berharap perhatian terhadap kondisi masyarakat di wilayah tersebut tidak berhenti pada bantuan filter air, tetapi juga mendorong adanya solusi jangka panjang terkait ketersediaan dan kualitas sumber air.
Penyaluran bantuan ini sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam merespons persoalan masyarakat. Ketika informasi mengenai kebutuhan warga tersampaikan dengan baik, kepedulian dapat hadir dalam bentuk nyata.
Yayasan Bambu Lingkungan Lestari dan Solar Chapter telah mengambil bagian dalam membantu warga melalui bantuan filter air. Sementara koordinasi media bersama Yuyun Darti Baetal menjadi salah satu penghubung hingga bantuan tersebut dapat diterima masyarakat.
Bagi warga Boganatar, sebuah filter air mungkin terlihat sederhana. Namun setelah bertahun-tahun menghadapi persoalan kualitas air, bantuan tersebut memiliki arti yang jauh lebih besar: sebuah harapan agar kebutuhan dasar mereka terhadap air yang lebih layak dapat terpenuhi.
Kini, warga berharap bantuan tersebut dapat digunakan dan dirawat bersama sehingga memberikan manfaat dalam jangka panjang bagi keluarga-keluarga di Dusun Boganatar.
