Kupang, NTT – Aktivitas angkutan air menggunakan mobil tangki menjadi salah satu faktor yang disoroti dalam persoalan kerusakan jalan provinsi di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Air yang tumpah di sekitar lokasi pengambilan air dan terus-menerus dilindas kendaraan dinilai dapat mempercepat kerusakan permukaan jalan.
Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi NTT, Frederik Kiuk, saat diwawancarai di Kupang, Senin (26/10/2026).
Frederik menyinggung aktivitas angkutan air tangki di Kota Kupang, termasuk di kawasan Pulau Indah. Jalan Pulau Indah merupakan salah satu ruas jalan provinsi yang perlu mendapat perhatian dalam penanganan dan pemeliharaan infrastruktur.
Menurut Frederik, air yang terus-menerus tumpah di badan jalan dan dilindas kendaraan dapat mengikis lapisan jalan hingga mencapai bagian dasarnya.
“Air setiap hari yang tumpah di situ dan dilindas kendaraan kiri kanan, airnya tergerus aspal sampai di lubang base,” demikian penjelasan Frederik dalam wawancara tersebut.
Kondisi ini menjadi perhatian karena kerusakan jalan tidak hanya berkaitan dengan usia konstruksi, tetapi juga dapat dipengaruhi aktivitas di sekitar badan jalan.
Pulau Indah menjadi salah satu contoh yang disoroti. Meskipun jalan di kawasan tersebut telah menggunakan konstruksi beton, kondisi jalan tetap perlu diperhatikan, terutama jika terdapat aktivitas yang memungkinkan air terus-menerus mengenai permukaan jalan.
Frederik menjelaskan, kualitas dan ketahanan jalan juga dipengaruhi material yang digunakan, komposisi campuran aspal, serta proses pemadatan dalam pelaksanaan pekerjaan.
Pengujian campuran dan pengambilan sampel melalui metode coring merupakan bagian dari pemeriksaan teknis untuk mengetahui kualitas hasil pekerjaan jalan.
Selain itu, karakteristik tanah dan kondisi geologi di sejumlah wilayah NTT dapat memengaruhi ketahanan badan jalan. Kondisi drainase serta aliran air di sekitar jalan juga perlu diperhatikan agar tidak mempercepat kerusakan konstruksi.
Karena itu, pemeriksaan lapangan diperlukan untuk mengetahui kondisi setiap ruas dan menentukan bentuk penanganan yang sesuai.
Persoalan kerusakan jalan provinsi di Kota Kupang membutuhkan penanganan yang mempertimbangkan kondisi konstruksi dan aktivitas di sekitar badan jalan.
Selain memperbaiki bagian yang rusak, pemeliharaan drainase dan pengendalian aliran air menjadi hal penting untuk menjaga ketahanan infrastruktur.
Aktivitas angkutan air tangki di lokasi pengambilan air juga perlu menjadi perhatian apabila menyebabkan air terus-menerus tumpah atau mengalir ke badan jalan.
Penanganan yang tepat membutuhkan pemeriksaan teknis untuk memastikan tingkat kerusakan dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Dengan demikian, perbaikan tidak hanya menyasar permukaan jalan, tetapi juga mempertimbangkan kondisi konstruksi agar hasilnya lebih tahan lama.
✒️: kl
