Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

10 Kisah Cinta dalam Sejarah Kerajaan yang Berakhir Menyakitkan

Senin, 02 Oktober 2023 | Oktober 02, 2023 WIB Last Updated 2023-10-02T02:56:39Z


1. Romeo dan Juliet: Sebuah kisah cinta tragis yang terjadi pada abad ke-16 di Verona, Italia. Romeo Montague dan Juliet Capulet, berasal dari keluarga musuh dan hidup di bawah pengaruh kerajaan Verona, jatuh cinta satu sama lain tetapi akhirnya mengalami kematian yang dramatis.


Romeo dan Juliet adalah kisah cinta tragis antara dua remaja - Romeo Montague dan Juliet Capulet - yang hidup di kota Verona, Italia pada Abad Pertengahan.


Konflik dimulai ketika Romeo yang berasal dari keluarga Montague dan Juliet dari keluarga Capulet terlibat dalam sebuah diskusi yang akhirnya berubah jadi konfrontasi. Keduanya jatuh cinta satu sama lain tanpa mengetahui konflik antara kedua keluarga mereka. Kedua keluarga tersebut sudah lama berselisih dan bahkan luka-luka terbuka.


Namun, dilema timbul ketika Romeo membunuh keponakan Juliet, Tybalt, dalam duel yang meletus. Romeo kemudian diasingkan dari kota. Ketika Romeo meninggalkan Verona, pasangan ini merencanakan untuk bertemu kembali, karena cinta mereka telah tumbuh dengan kuat. Kemudian, pada suatu malam, Romeo memanjat tembok ke kebun orang tua Juliet, kemudian pergi bersama Juliet ke dalam 'Capulet's balcony.' Dalam dialog yang terkenal itu mereka meyakinkan satu sama lain bahwa cinta mereka adalah kekal dan abadi, dan memutuskan untuk menikah secara rahasia.


Namun, cerita Romeo dan Juliet tidak membahagiakan karena mereka tidak diberikan kesempatan untuk bersama selama hidup mereka. Akhirnya, Romeo percaya bahwa Juliet sudah meninggal, di mana ia kemudian bunuh diri dengan cara minum racun. Ketika Juliet bangun dari pingsannya, ia melihat bahwa Romeo telah meninggal dan dia merasa putus asa. Lalu, dia mengambil pedang suaminya dan menusuk dirinya sendiri sampai mati.


Kisah Romeo dan Juliet dari Shakespeare dianggap sebagai kisah cinta paling tragis di dunia sastra. Meskipun cinta mereka saling membutakan dan keras berbunga, konflik sangat tersembunyi dan panas. Terlepas dari kematian tragis mereka, cinta Romeo dan Juliet telah menjadi inspirasi bagi banyak pasangan di seluruh dunia dan film-film serta literatur yang berakhir tragis terus mengambil inspirasi dari kisah cinta ini.


2. Raja Henry VIII dan Anne Boleyn: Salah satu kisah cinta terkenal dalam sejarah kerajaan Inggris adalah kisah cinta antara Raja Henry VIII dan Anne Boleyn. Mereka jatuh cinta saat Raja Henry masih menikah dengan istri keduanya, dan akhirnya mereka menikah dan menjadi salah satu pasangan kerajaan yang paling terkenal.


Raja Henry VIII dan Anne Boleyn adalah salah satu pasangan kerajaan paling terkenal dalam sejarah Inggris. Kisah cinta mereka dimulai ketika Anne Boleyn, seorang wanita muda dari keluarga bangsawan, bergabung dengan istana kerajaan Inggris sebagai pelayan di istana Ratu.


Henry jatuh cinta dengan Anne, dan membujuknya menjadi kekasihnya. Namun, Anne menolak tawaran Henry untuk menjadi gundiknya karena ia ingin menjadi ratu. Sebagai pria yang selalu mendapatkan apa yang dia inginkan, maka Henry VIII tidak puas dengan jawaban Anne dan mulai mencari cara untuk bercerai dengan istri pertamanya, Katherine dari Aragon.


Setelah beberapa tahun mencari solusi, Henry VIII menggunakan krisis yang memperhatikan pembatasan pernikahan pada tahun 1533 dan memutuskan untuk mempercerai Katherine tanpa izin dari Paus. Henry dan Anne menikah pada tahun yang sama dan Anne diangkat sebagai Ratu. Anne memberikan harapan untuk melahirkan putra, tetapi ketika bayinya yang pertama lahir - Elizabeth, yang kemudian menjadi Ratu - membuktikan dirinya sebagai putri, bukan putra yang dikhawatirkan oleh raja.


Kekalahan ini, bersama-sama dengan tuduhan pernikahan yang jahat dan perselingkuhan yang diambil dari seorang teman Anne, menyebabkan Henry VIII meminta kepalanya, sebagai akibatnya banyak wanita, termasuk saudara perempuan Anne, dieksekusi pada waktu itu. Anne dijatuhi hukuman mati oleh hakim di pengadilan Inggris, dan dipenggal di menara London pada tanggal 19 Mei 1536. Henry dikabarkan menjadi sangat terpukul oleh kematian Anne, dan dia tidak lama setelah itu menikah lagi. Sementara ia memiliki enam istrinya lain selama hidupnya, kisah cinta antara Henry dan Anne tetap menjadi salah satu kisah cinta kerajaan yang paling menarik dan kontroversial dalam sejarah Inggris.


3. Napoleon Bonaparte dan Josephine: Napoleon Bonaparte, yang pernah menjadi Kaisar Prancis, jatuh cinta pada istri orang lain, Josephine. Mereka hidup bahagia selama beberapa tahun sebelum akhirnya bercerai karena masalah politik dan keluarga.


Napoleon Bonaparte dan Josephine Beauharnais bertemu pada tahun 1795 di Paris ketika Napoleon saat itu berusia 26 tahun dan Josephine berusia 32 tahun. Josephine telah menikah dan memiliki dua anak sebelumnya, sementara Napoleon adalah seorang jenderal muda yang baru saja memulai kariernya dalam angkatan bersenjata Prancis.


Meskipun tidak selevel dengan Josephine, Napoleon jatuh cinta pada wanita yang glamor dan menawan ini. Josephine awalnya mengambil pandangan yang dingin terhadap Napoleon, tetapi ia akhirnya luluh hati oleh pesona militernya dan merespons perasaannya.


Namun, hubungan mereka penuh dengan drama. Josephine tidak bisa memberikan Napoleon seorang anak, dan hal ini menjadi kekhawatiran dalam keluarga kerajaan. Napoleon meninggalkan Josephine pada satu titik, tetapi kemudian memutuskan untuk kembali padanya. Pernikahan mereka akhirnya terjadi pada tahun 1796.


Hubungan mereka dibuktikan tidak mudah. Napoleon dikirim ke Perancis Selatan dan pada saat dia kembali ke Paris ia mengetahui bahwa Josephine telah selingkuh. Napoleon memaafkannya, tetapi ia menyadari bahwa ia perlu seorang istri yang dapat memberikan keturunan. Pada akhirnya, pasangan ini menjalani perceraian ketika Josephine tidak bisa memberikan Napoleon seorang anak laki-laki yang diinginkannya.


Namun, meskipun hubungan mereka berakhir dengan perceraian, kisah cinta Napoleon dan Josephine tetap menjadi salah satu kisah cinta kerajaan yang paling ikonik dalam sejarah Perancis. Mereka saling mencintai dengan kuat dan meski mereka berpisah mereka tetap bersahabat sampai kematian Josephine pada tahun 1814. Napoleon tidak pernah mencintai wanita selain Josephine, dan bahkan di sajak terkenal terakhirnya ia masih menyebut Josephine sebagai cintanya yang sejati.


4. Cleopatra dan Julius Caesar: Cleopatra, ratu terkenal dari Mesir, terlibat dalam hubungan romantis dengan Julius Caesar setelah ia datang ke Mesir. Meskipun kisah cintanya tidak berlangsung lama, cinta mereka saling bertautan dalam sejarah kerajaan.


Cleopatra dan Julius Caesar memiliki kisah cinta yang legendaris dan menyentuh banyak bagian sejarah dunia. Pertama kali mereka bertemu pada tahun 48 SM ketika Caesar datang ke Mesir untuk mengakhiri perang saudara.


Cleopatra menangkap perhatian Caesar dengan kecantikan dan kecerdasannya yang luar biasa, dan segera mereka menjadi kekasih. Mereka menemukan bahwa mereka saling memiliki daya tarik yang kuat dan memiliki minat yang sama dalam hal politik dan pemerintahan. Selama beberapa bulan Caesar tinggal di Mesir bersama Cleopatra, mengikuti keinginan raja dan membantunya mengambil alih takhta.


Ketika Caesar meninggalkan Mesir untuk kembali ke Roma, Cleopatra tinggal di sana dan melahirkan seorang anak laki-laki dari Caesar, yang ia beri nama Caesarion. Meskipun hubungan mereka tidak berjalan mulus, nampaknya mereka saling mencintai satu sama lain dan setelah kematian Caesar, Cleopatra sangat berduka dan mengenang kebaikan masa lalu mereka.


Namun, kisah cinta mereka tidak berakhir sampai di sini. Cleopatra kemudian bertemu dengan Marc Antony, seorang jenderal Romawi yang kuat dalam Perang Saudara, dan mereka menjadi kekasih. Cleopatra membujuk Antony untuk bergabung dengannya dalam perang melawan Octavian, pewaris Julius Caesar, yang pada akhirnya menang dan mengakhiri pemerintahan Cleopatra. Setelah kejatuhan negerinya, Cleopatra menemukan keberanian dari dalam dan memutuskan untuk membunuh dirinya, diikuti oleh kematian Antony.


Kisah cinta Cleopatra dan Julius Caesar telah menjadi inspirasi bagi banyak orang di seluruh dunia. Meskipun hal itu membawa akibat negatif bagi pemerintahannya, kisah cinta mereka tetap menjadi salah satu kisah cinta kerajaan yang paling terkenal dan membangkitkan perhatian masyarakat internasional.


5. Marie Antoinette dan Louis XVI: Marie Antoinette dan Louis XVI, raja dan ratu Perancis pada saat Revolusi Prancis, dikabarkan sangat mencintai satu sama lain. Namun, cinta mereka harus berakhir tragis setelah keduanya dieksekusi.


Marie Antoinette and Louis XVI's memiliki kisah cinta yang menyentuh hati yang mengalami banyak ujian dan kejutan. Mereka pertama kali bertemu ketika mereka masih muda dan senang bermain di Trianon, sebuah bangunan istana kerajaan di Versailles.


Ketika Marie Antoinette tiba di Prancis untuk menikahi Louis XVI, istri masa lalu Louis sudah memerintah selama 13 tahun lamanya. Namun, setelah beberapa tahun bersama, pasangan ini jatuh cinta dan saling mendukung satu sama lain dengan penuh kasih sayang.


Marie Antoinette adalah seorang ratu yang penuh semangat dan menghabiskan banyak waktu dan uang untuk mempercantik dirinya, dan Louis menjadi penggemar setia. Mereka menikmati menghabiskan waktu bersama-sama, melakukan hobi mereka, dan menghabiskan waktu bersama anak-anak mereka.


Namun, kisah cinta mereka menjadi rumit ketika Marie Antoinette dianggap sebagai sosok yang buruk dan disalahkan atas ketidakmampuannya untuk menghasilkan seorang pewaris laki-laki bagi Prancis. Kemudian, ketika Revolusi Prancis pecah, pasangan ini akhirnya dijatuhi hukuman mati dan dihukum gantung di depan umum.


Meskipun kehidupan cinta mereka akhirnya berakhir dengan cara yang tragis dan tak terbayangkan, kisah cinta Marie Antoinette dan Louis XVI tetap terkenal dan masih banyak dikenang dari generasi ke generasi. Kedekatan mereka yang lucu dan aneh, selalu membuat hati masyarakat merindukan kehangatan yang tulus dalam sebuah hubungan, sekaligus menandakan betapa berbahayanya politik bagi cinta yang sebenarnya.


6. Shah Jahan dan Mumtaz Mahal: Cinta antara Sha Jahan dan Mumtaz Mahal dipuja oleh banyak orang karena terwujudnya pembangunan Taj Mahal sebagai monumen keabadian cinta mereka.


Shah Jahan dan Mumtaz Mahal memiliki kisah cinta yang sangat romantis dan menyentuh. Shah Jahan adalah penguasa dari Dinasti Mughal di India, dan Mumtaz Mahal adalah istri keduanya.


Shah Jahan jatuh cinta pada Mumtaz pada pandangan pertama, dan mereka menikah pada usia muda. Shah Jahan terpesona oleh kecantikan dan kecerdasan Mumtaz, dan mereka segera menjadi pasangan yang sangat dekat. Di masa-masa awal pernikahan mereka, Mumtaz memberikan Shah Jahan ketujuh anak mereka, tetapi sayangnya Mumtaz meninggal dunia ketika melahirkan anak ke-14 mereka.


Setelah kematian Mumtaz, Shah Jahan meratapi kematian istrinya dan memutuskan untuk membangun sebuah taman makam dimana Mumtaz di makamkan untuk menghormati kecintaan yang selalu dia berikan. Shah Jahan sangat sedih dan merencanakan memori Mumtaz di dalam pembangunan sebuah monumen, yang kemudian dikenal sebagai Taj Mahal. Konstruksi Taj Mahal memakan waktu lebih dari 20 tahun, dan pemakaman ini dianggap sebagai salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia.


Shah Jahan memimpin Dinasti Mughal selama beberapa tahun, tetapi kemudian ia mengalami gangguan kesehatan dan menyerahkan takhta kepada putranya, Aurangzeb. Masa tuanya Shah Jahan dihabiskan di kamar tidur Taj Mahal, dimana ia merenungkan Mumtaz Mahal dan menunjukkan rasa cintanya yang mendalam sampai akhir hidupnya.


Kisah cinta Shah Jahan dan Mumtaz Mahal telah mengilhami orang-orang di seluruh dunia, dan Taj Mahal menjadi sebuah simbol cinta abadi yang terus dikenang hingga saat ini. Banyak pengunjung yang datang ke Taj Mahal setiap tahunnya untuk melihat keindahan arsitektur yang menakjubkan dan merenungkan tentang keajaiban cinta yang bisa begitu menginspirasi hidup.


7. Putri Diana dan Pangeran Charles: Salah satu hubungan kerajaan yang paling kontroversial dan terkenal adalah hubungan antara Putri Diana dan Pangeran Charles. Mereka menikah pada tahun 1981 dan memiliki dua anak, tetapi memutuskan untuk bercerai pada tahun 1996.


Kisah cinta Putri Diana dan Pangeran Charles awalnya dipandang romantis, menarik, dan sempurna. Namun, hubungan mereka penuh dengan drama dan kontroversi.


Pangeran Charles dan Putri Diana bertemu pada tahun 1977 di sebuah pesta istana yang diadakan oleh saudara perempuan Pangeran Charles. Mereka sering bertemu di acara publik dan akhirnya memulai hubungan asmara yang serius.


Pernikahan mereka pada tahun 1981 menjadi perhatian dunia, diikuti dengan upacara pernikahan yang besar dan megah yang disiarkan ke seluruh dunia. Namun, masa depan pasangan yang mirip surga ini mulai merosot, dan konflik antara pasangan ini tidak terhindarkan. Reputasi Pangeran Charles sebagai seorang suami yang tidak setia dan sikapnya yang meremehkan Putri Diana hanya memperburuk krisis pernikahan mereka.


Di akhir, Putri Diana dan Pangeran Charles mengumumkan perceraian mereka pada tahun 1996. Pada tahun 1997, beberapa bulan setelah perceraian resmi, Putri Diana meninggal dunia dalam kecelakaan mobil yang tragis. Kematian Putri Diana memicu gelombang dukacita di seluruh dunia dan membuat banyak orang merenungkan arti cinta yang kuat dan mendalam di era modern ini.


Meskipun pasangan ini berpisah dan akhirnya tragedi yang tidak terduga terjadi, kisah cinta Putri Diana dan Pangeran Charles tetap menjadi simbol cinta yang rumit dan tragis dalam sejarah Inggris. Momen sentuhan kecil yang menyentuh hati dan cinta yang penuh keromantisan, meskipun terhalangi oleh kesalahan kesalahan dan keadaan tak terduga, telah menjadi ikonik dan menyentuh banyak bagaian sejarah dunia.


8. Queen Victoria dan Prince Albert: Hubungan antara Queen Victoria dan Prince Albert sangat romantis dan setia. Mereka menikah pada tahun 1840 dan hidup bersama selama 21 tahun sampai Prince Albert meninggal. Queen Victoria sangat berduka atas hilangnya suaminya dan diambil alih oleh cinta dan penghormatan terus-menerus untuk sisa hidupnya.


Kisah cinta antara Ratu Victoria dan Pangeran Albert dianggap sebagai salah satu kisah cinta kerajaan paling romantis dan menakjubkan dalam sejarah. Ketika Victoria menjadi ratu Inggris pada usia 18 tahun, ia berhak untuk menikah dengan siapa saja yang ia inginkan. Namun, ia jatuh cinta pada Pangeran Albert, suami masa depan yang menjadi pendamping dan pasangan seumur hidupnya.


Ratu Victoria dan Pangeran Albert pertama kali bertemu pada tahun 1836. Sejak saat itu, mereka semakin dekat dalam segala hal, dan di tahun 1839, Albert mulai terlihat lebih sering di sekitar Ratu. Ratu dan Pangeran Albert berbagi minat yang sama, termasuk kebangkitan seni dan industri, dan berdua sama-sama senang belajar.


Pernikahan mereka pada tahun 1840 sangat romantis, dengan semua syarat cinta unggul yang idealis, mewakili harapan dan impian yang tinggi. Mereka juga menjadi pasangan yang produktif dan bekerja sama dalam segala hal pada saat itu. Selama masa pemerintahan Victoria, Albert menjadi pembimbing dan mendukung Victoria, yang mengatur kesetaraan antara orang-orang Prancis dan Inggris.


Kematian Albert pada tahun 1861 sangat memukul hati Victoria, dan dia memutuskan untuk meminati pakaian hitam dan duka selama sisa hidupnya, bahkan ketika dia menghadiri acara publik. Kehilangan yang sangat mendalam ini ditunjukkan oleh Ratu pada akhir hidupnya, dan dia benar-benar percaya bahwa dia tidak akan melupakan Albert sampai akhir hidupnya.


Kisah cinta Victoria dan Albert adalah contoh kisah cinta kerajaan yang paling menggugah hati, membuktikan bahwa cinta yang sejati dapat mengatasi segala bentuk perbedaan dan kesulitan dalam kehidupan manusia. Kisah ini telah menunjukkan kepada kita, bahwa kekuatan cinta yang benar-benar tulus dapat menjembatani perbedaan dan menghasilkan kehidupan yang bahagia, terlepas dari segala perjuangan yang mungkin terjadi dalam hidup.


9.Shah Ismail I dan Sheykh Haydar: Shah Ismail I, pendiri terkenal dari Dinasti Safawi, memiliki hubungan yang intens dengan salah satu guru spiritualnya, Sheykh Haydar. Sheykh Haydar memainkan peran penting dalam hidup dan kepimpinan Shah Ismail.


Shah Ismail I dan Sheykh Haydar adalah dua figur historis terkenal yang diyakini memiliki kisah cinta yang menarik. Shah Ismail I adalah pendiri Dinasti Safawi di Iran, sedangkan Sheykh Haydar adalah seorang ketua sufi yang termasyhur.


Shah Ismail I awalnya memperjuangkan orang lain, ia sering merasa terluka oleh kehidupan dan mendamba persaudaraan yang kental. Setelah dia bertemu dengan Sheykh Haydar, duan putra ini mungkin jatuh cinta pada mereka yang lebih tua tersebut, dan telah menarik perhatian dan saran mereka sebagai rekan spiritual dalam nirwana.


Dalam keluarga Shah Ismail, waktu bersama Sheykh Haydar menjadi sangat dihargai dan diistimewakan pada saat itu, dan keduanya pun bercinta secara diam-diam. Seperti yang diyakini oleh banyak orang pada saat itu, hubungan Sheykh Haydar dan Shah Ismail I merupakan hubungan seorang guru (Jama-Kher ajaran Islam) dan murid (Mureed).


Namun, hubungan ini akhirnya membawa dampak besar bagi Dinasti Safawi karena ayah Shah Ismail I, Shaykh Junaid, sebagai ketua sufi sebelumnya, tidak memberikan dukungan penuh kepada putra sulungnya tersebut yang secara terang-terangan tidak bersifat heteroseksual.


Kisah cinta antara Shah Ismail I dan Sheykh Haydar telah menjadi perdebatan dalam sejarah dan belum terbukti secara pasti. Namun, kisah ini tetap merupakan kisah cinta yang romantis dan kontroversial, menjadi buah pikiran dalam banyak literatur dan seni klasik Persia dan masih merangsang minat banyak orang saat ini.


10. Ferdinand dan Isabella dari Spanyol: Ferdinand dan Isabella terkenal karena kisah cinta mereka dan pengaruhnya dalam menyatukan wilayah Spanyol. Mereka bertemu di muda dan mereka menikah setelah sempat dikritik oleh keluarga kerajaan. Mereka memimpin Spanyol sepanjang era penjelajahan dan sejarah penjajahan.


Kisah cinta antara Ferdinand dan Isabella dari Spanyol biasanya dianggap sebagai salah satu kisah cinta kerajaan yang paling indah di Eropa. Ferdinand memiliki julukan "Ferdinand yang Katolik," sedangkan Isabella dikenal sebagai "Isabella sang Katolik" atas jasanya dan kebaikan hatinya.


Mereka berdua pertama kali bertemu ketika mereka masih muda dan bahkan sejak saat itu, mereka saling tertarik satu sama lain. Namun, hubungan mereka tidak langgeng, dan akhirnya, keduanya menikah dengan pasangan lain. Namun, saat raja dan ratu mereka meninggal, Ferdinand dan Isabella bertemu kembali dan memutuskan untuk menikah.


Setelah menikah, Ferdinand dan Isabella membentuk sebuah pasangan yang sangat cocok. Mereka bekerja sama demi tujuan bersama mereka yaitu menyatukan dua negara di Spanyol dan memerangi kaum Muslim di Selatan. Namun, mereka juga senang melakukan hal-hal romantis bersama-sama, seperti berjalan-jalan, music dan memainkan sangkakala bersama-sama.


Ketika Columbus ingin mencari rute ke Asia, Ferdinand dan Isabella memutuskan untuk mendukungnya dan membiayai perjalanan tersebut. Pertumbuhan besar-besaran terjadi kemudian, dan kejayaan terbesar dari masa pemerintahan mereka adalah menaklukkan Kerajaan Granada dan menandai selesainya kekuasaan kekhalifahan Muslim di Spanyol.


Kisah cinta Ferdinand dan Isabella telah mengilhami banyak orang di seluruh dunia, dan merupakan contoh kisah cinta yang penuh kehangatan, kasih sayang, dan dedikasi atas kesuksesan kerajaan dan kebaikan negara. Pasangan ini akan selalu diingat sebagai dua orang yang saling mencintai dan berhasil memikat hati seluruh negara.