Rote Ndao, NTT –Suara tegas datang dari putra asli Rote Ndao, Simson Polin, anggota DPRD Provinsi NTT dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ia memastikan akan terus mengawal distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Rote, sekaligus mendesak Pertamina untuk membangun Jober (Joint Operation Terminal) serta menambah jumlah SPBU di wilayah kepulauan.
Menurut Simson, kelangkaan BBM yang belakangan sempat dirasakan masyarakat bukanlah karena stok habis, melainkan akibat perubahan jalur distribusi kapal.
“Saya dipercayakan oleh masyarakat Rote Ndao, Kabupaten Kupang, dan Sabu Raijua untuk hadir di DPRD provinsi. Perjuangan saya menyentuh langsung masyarakat kecil. BBM ini bukan hanya untuk kendaraan, tetapi juga untuk petani dan nelayan. Mereka yang paling terdampak ketika distribusi terganggu,” ujarnya, Kamis (28/08).
Simson menjelaskan bahwa semula kapal distribusi BBM berlayar dari Rote lebih dahulu, kemudian Sabu, lalu Semau. Namun belakangan, rute itu diubah: dari Sabu dulu baru ke Rote. Perubahan tersebut membuat pasokan ke Rote tertunda 1–2 hari.
“Stok BBM di NTT ada, tapi pola pengiriman yang berubah membuat masyarakat Rote sempat kesulitan. Ini hanya tertunda, bukan tidak ada minyak,” jelasnya.
Pertamina sendiri sudah menjawab persoalan ini. Mulai 31 Agustus 2025, rute distribusi BBM akan kembali dimulai dari Rote, lalu Sabu, dan Semau. Simson menegaskan akan mengawal penuh agar komitmen ini berjalan. “Ke depan jangan sampai masyarakat dikorbankan hanya karena masalah teknis distribusi,” tegasnya.
Sebagai langkah strategis, Simson menilai Rote sangat membutuhkan Jober. Pasalnya, saat ini Rote hanya memiliki 5 SPBU yang dilayani dari Kupang. Padahal, syarat minimal agar Jober bisa beroperasi optimal adalah 10 SPBU.
“Kemarin saya langsung usulkan penambahan 3 SPBU baru di Rote Tengah, Landu Leko, dan Rote Barat Daya. Puji Tuhan, Pertamina langsung menjawab dan menyetujui itu sebagai SPBU Satu Harga,” ungkapnya.
Jika penambahan SPBU ini terealisasi, maka jumlah SPBU di Rote menjadi 8. Selanjutnya, Simson berkomitmen memperjuangkan tambahan lagi di Rote Timur dan Rote Selatan, sehingga totalnya bisa mencapai 10. Dengan begitu, tidak ada alasan lagi untuk menunda pembangunan Jober di Rote.
Simson menegaskan bahwa keberadaan Jober akan menjadi solusi permanen, khususnya saat musim cuaca buruk di Januari–Februari.
“Kalau tidak ada Jober, suplai BBM bisa putus ketika gelombang tinggi. Nelayan tak bisa melaut, petani kesulitan bekerja, dan masyarakat kecil jadi korban. Kalau Jober ada, ketersediaan BBM tetap aman meskipun kapal distribusi tertunda,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa jumlah SPBU yang cukup sangat penting untuk mendukung Jober. “Kalau Jober berdiri tapi SPBU sedikit, maka BBM tidak terserap habis. Akibatnya, minyak bisa menguap dan itu kerugian. Jadi penambahan SPBU adalah langkah mutlak,” katanya.
Simson menutup dengan penegasan bahwa perjuangan ini adalah bagian dari amanah yang diberikan masyarakat. “Kepercayaan rakyat adalah mandat. Saya pastikan BBM ke Rote terkirim tepat waktu sesuai kuota. Kalau ada hambatan di luar kemampuan manusia, seperti cuaca buruk, solusinya jelas: bangun Jober di Rote. BBM bukan hanya energi, tapi urat nadi ekonomi masyarakat kepulauan. Saya tidak mau rakyat Rote hanya jadi korban janji,” pungkasnya.
✒️: kl