Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

FORSA P3 Desak Hukum Berpihak: Jangan Biarkan Perempuan Sendiri Hadapi Ketidakadilan

Senin, 19 Januari 2026 | Januari 19, 2026 WIB Last Updated 2026-01-19T11:50:49Z
FORSA P3 gelar aksi damai di Polres Sikka mendesak keadilan dan penghentian kriminalisasi terhadap perempuan dalam kasus Diah Sukarni.


Maumere, NTT, 19/1— Forum Solidaritas Peduli Perjuangan Perempuan (FORSA P3) menegaskan komitmennya untuk tidak membiarkan perempuan berjuang sendirian dalam menghadapi proses hukum yang dinilai tidak transparan dan cenderung merugikan korban. Melalui aksi damai yang dijadwalkan pada Selasa, 20 Januari 2026 di Halaman Polres Sikka, FORSA P3 menuntut hadirnya keadilan dan keberpihakan hukum terhadap perempuan.


Aksi ini digelar sebagai bentuk solidaritas bagi Diah Sukarni, seorang perempuan yang hingga kini masih mencari kepastian hukum atas dugaan kriminalisasi, perampasan kendaraan, dan penggelapan barang-barang pribadinya. FORSA P3 menilai bahwa proses hukum yang berjalan belum memperlihatkan transparansi dan perlindungan hukum yang memadai bagi korban perempuan.


Dengan mengusung tema “Keadilan untuk Perempuan”, FORSA P3 menyatakan bahwa hukum seharusnya menjadi instrumen perlindungan, bukan alat penindasan. Ketidakjelasan penanganan perkara justru memperlihatkan lemahnya komitmen penegakan hukum terhadap hak dan martabat perempuan.


“Perempuan tidak boleh terus diposisikan sebagai pihak yang lemah dan dikorbankan oleh sistem hukum. Negara wajib hadir dan menjamin keadilan bagi setiap warganya, tanpa kecuali,” tegas FORSA P3 dalam pernyataan resminya.


Dalam aksi damai tersebut, FORSA P3 menyampaikan empat tuntutan utama:

  1. Kejelasan dan keterbukaan proses hukum atas kasus yang dialami Diah Sukarni.
  2. Penghentian segala bentuk kriminalisasi terhadap perempuan.
  3. Pengusutan dugaan perampasan kendaraan dan penggelapan barang.
  4. Penegakan hukum yang adil, transparan, dan tidak diskriminatif.


FORSA P3 memastikan aksi berjalan damai, tertib, tanpa kekerasan, dan terbuka bagi masyarakat sipil yang peduli terhadap keadilan dan martabat perempuan. Aksi ini juga menjadi pesan moral bahwa perempuan tidak boleh dibiarkan menghadapi ketidakadilan sendirian, dan hukum harus kembali berpihak pada nilai keadilan dan kemanusiaan.


Penanggung Jawab: Tomas Alva Edison (Elvacano Ben Bao) Forum Solidaritas Peduli Perjuangan Perempuan (FORSA P3)


Aksi ini menjadi pengingat bahwa akses keadilan adalah hak setiap perempuan, dan negara wajib menjaminnya tanpa diskriminasi.

✒️: Albert Cakramento