![]() |
| Petani bersama unsur pemerintah dan aparat TNI–Polri melakukan tanam simbolik bibit padi varietas Inpari 32 di lahan sawah Kelompok Tani Mapan Berdikary, Desa Woda Mude, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, Kamis (22/1/2026), sebagai bagian dari pelaksanaan Program OPLAH Non Rawa meski diguyur hujan. |
Maumere, NTT— Di tengah cuaca hujan disertai angin kencang, kegiatan Tanam Simbolik Padi tetap terlaksana di lahan Kelompok Tani Mapan Berdikary, Desa Woda Mude, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, pada Kamis, 22 Januari 2026.
Agenda yang semula dijadwalkan pukul 08.00 WITA terpaksa diundur hingga pukul 11.00 WITA akibat kondisi cuaca yang tidak bersahabat. Meski demikian, kegiatan tetap berlangsung dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan antara petani dan unsur pemerintah.
Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Kelompok Tani Mapan Berdikary, Darman Eldin, yang menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan. Ia menjelaskan bahwa tanam simbolik ini merupakan bagian dari rangkaian Program OPLAH Non Rawa, meliputi pembangunan saluran irigasi tersier sepanjang 200 meter serta pengolahan lahan yang telah dituntaskan oleh kelompok tani.
“Ini adalah bentuk tanggung jawab moral Kelompok Tani Mapan Berdikary kepada Pemerintah dan masyarakat, bahwa setiap bantuan yang diberikan tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Darman.
Sambutan selanjutnya disampaikan oleh perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, yang mengapresiasi komitmen kelompok tani dalam menjalankan program pertanian secara nyata di lapangan.
Usai sambutan, seluruh peserta bersama-sama menuju hamparan lahan sawah dengan berjalan kaki menyusuri pematang sawah yang becek dan licin akibat hujan yang terus mengguyur kawasan tersebut.
Tanam simbolik bibit padi varietas Inpari 32 dilakukan secara bersama oleh Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Polres Sikka, Kodim 1603/Sikka, penyuluh pertanian Kecamatan Magepanda, Plt. Kepala Desa Woda Mude, Sekretaris Desa Woda Mude, serta Ketua dan anggota Kelompok Tani Mapan Berdikary.
Kegiatan ini menegaskan bahwa Program OPLAH tidak berhenti pada tataran administratif, melainkan benar-benar dijalankan hingga tahap tanam, sekaligus menjadi wujud sinergi antara petani, pemerintah desa, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Sikka.
✒️: Albert Cakramento
