![]() |
| Ilustrator |
Maumere,NTT, 27 Februari 2026 – Kasus dugaan pemukulan dan penodongan senjata oleh oknum HCM di lingkungan Polres Sikka terus menjadi perhatian publik. Dugaan pemukulan dan penodongan senjata oleh oknum HCM tersebut kini memunculkan desakan agar Propam segera membuka hasil pemeriksaan secara transparan.
Perkembangan kasus dugaan penganiayaan terhadap LC Novi yang diduga melibatkan oknum anggota berinisial HCM hingga hari ini masih menjadi sorotan serius masyarakat.
Korban sebelumnya telah resmi melaporkan dugaan pemukulan dan penodongan senjata tersebut ke Unit Propam Polres Sikka sebelum berangkat ke Jawa Barat. Selain korban, sejumlah saksi yang disebut berada di lokasi kejadian juga telah dimintai keterangan oleh pihak Propam.
Pada Kamis, 26 Februari 2026, saat dikonfirmasi media ini, Kasi Humas Polres Sikka, Leonardus Tungga, menyampaikan bahwa pihaknya masih berkoordinasi dengan Propam terkait perkembangan penanganan perkara tersebut.
“Masih berkoordinasi dengan pihak Propam terkait perkembangannya,” jawabnya melalui pesan WhatsApp.
Memasuki Jumat, 27 Februari 2026, publik masih menunggu kepastian dan hasil pemeriksaan terhadap oknum HCM. Mengingat dugaan yang dilaporkan tidak hanya pemukulan tetapi juga penodongan senjata, masyarakat berharap Propam segera menyampaikan perkembangan secara transparan dan akuntabel.
Kasus ini dinilai menyangkut marwah institusi serta kepercayaan publik terhadap penegakan disiplin internal kepolisian. Transparansi dianggap penting untuk memastikan proses berjalan objektif dan profesional.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi lanjutan terkait hasil pemeriksaan terhadap oknum yang dilaporkan.
