![]() |
| Rektor UPG 1945 NTT, Ully Riwu Kaho, berjabat tangan usai sesi talk show dalam Education Fair 2026 Bali Nusra di Atrium Lippo Plaza Kupang, Kamis (27/2/2026). Dalam kesempatan tersebut, UPG 1945 NTT memaparkan program unggulan seperti Jamkesmawa, pengelolaan 1.800 penerima KIP, serta pembukaan program S2 dan prodi unggulan baru. |
Kupang, NTT – Education Fair 2026 Bali Nusra bersama Universitas Persatuan Guru 1945 NTT (UPG 1945 NTT) menjadi panggung terbuka bagi kampus ini untuk memaparkan secara menyeluruh kekuatan akademik, komitmen kesejahteraan mahasiswa, serta strategi pengembangan institusi. Talk show yang digelar 27 Februari 2026 di Lippo Plaza Kupang itu dipandu Anni Toda dari PosKupang.com dan menghadirkan Rektor UPG 1945 NTT Ully Riwu Kaho serta Wakil Rektor III Universitas Karyadarma Kupang Piter Boi Mau.
Dalam forum tersebut, Rektor Ully Riwu Kaho menegaskan bahwa UPG 1945 NTT berdiri di atas kaki sendiri. Kampus memiliki rumah dan lahan sendiri, bahkan dua hingga tiga lokasi pembelajaran aktif. Dengan jumlah mahasiswa mendekati 6.000 orang dan lebih dari 25.000 alumni, ia menepis anggapan bahwa UPG adalah kampus kecil.
“Kami punya kampus sendiri, tidak ke mana-mana. Biaya terjangkau, bahkan sangat ekonomis sesuai kondisi masyarakat NTT, tetapi mutu tidak perlu diragukan,” tegasnya.
Akreditasi dan Sistem Mutu
UPG 1945 NTT telah mengantongi akreditasi “Baik Sekali” untuk institusi dan program studi. Seluruh prodi telah terakreditasi, termasuk melalui Lembaga Akreditasi Mandiri. Sistem penjaminan mutu internal dan eksternal berjalan konsisten sebagai fondasi akademik.
Rektor menjelaskan bahwa kualitas SDM terus diperkuat. Sekitar 40 persen dosen telah bergelar doktor. Jabatan fungsional bergerak menuju lektor kepala, dan dalam waktu ke depan ditargetkan hadir profesor di lingkungan kampus. Tahun ini, 11 dosen dibiayai penuh untuk studi lanjut S3.
Riset Berbasis Kebutuhan Lokal
Sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, riset menjadi fondasi utama. Kampus memiliki laboratorium lapangan sekitar satu hektar untuk praktik mahasiswa, khususnya pertanian lahan kering dan lahan basah. Mahasiswa melakukan uji coba dan penelitian sebelum turun pengabdian masyarakat.
UPG juga telah menjalin kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta memperkuat kolaborasi melalui arahan Kementerian. Kampus dibimbing oleh PTN mitra dan menerapkan sistem pembelajaran hybrid.
Jamkesmawa: Jaminan Kesehatan 100 Persen
Salah satu program yang paling mendapat perhatian adalah Jaminan Kesehatan Mahasiswa (Jamkesmawa). Mahasiswa yang sakit dirujuk dan seluruh biaya perawatan ditanggung 100 persen oleh kampus.
“Orang tua tidak perlu khawatir. Kalau mahasiswa sakit, kami tanggung. Bahkan dalam kondisi tertentu, biaya pemulangan juga kami bebaskan,” jelas Rektor.
Program ini disebut sebagai salah satu yang jarang dimiliki perguruan tinggi lain di NTT.
Gong Prestasi dan Atlet Berprestasi
UPG 1945 NTT juga memiliki program Gong Prestasi sebagai bentuk penghargaan bagi mahasiswa berprestasi akademik dan non-akademik. Reward diberikan dalam bentuk pembebasan biaya pendidikan hingga wisuda.
Rektor menyebut sejumlah mahasiswa UPG berprestasi di tingkat PON, SEA Games, bahkan level internasional. Kampus memberikan kompensasi nyata bagi mereka.
1.800 Penerima KIP dan Beasiswa Mandiri
Saat ini UPG 1945 NTT mengelola hampir 1.800 penerima KIP Kuliah, menjadikannya salah satu penerima terbesar di wilayah NTT. Mahasiswa penerima KIP dibebaskan dari biaya SPP dan menerima uang saku selama delapan semester atau empat tahun.
Selain itu, kampus juga memberikan beasiswa mandiri dan reward bagi mahasiswa berprestasi.
Transformasi Digital dan ISO
Pelayanan kampus kini berbasis ISO dan sistem informasi terintegrasi, termasuk SIM keuangan dan sistem administrasi akademik. Pendaftaran mahasiswa baru dapat dilakukan melalui barcode dan sistem online, sehingga calon mahasiswa dari kabupaten atau luar Kota Kupang tidak perlu datang langsung.
Prodi Unggulan dan S2 Baru
UPG 1945 NTT juga mengumumkan pengembangan program studi. Program Magister (S2) Ilmu Hukum dan Magister Manajemen telah berjalan.
Tiga prodi unggulan disoroti, termasuk Ilmu Kepelatihan yang disebut pertama di NTT, serta Ilmu Gizi yang relevan dengan kebutuhan kesehatan masyarakat saat ini.
Kampus juga tengah mempersiapkan pembukaan Prodi Matematika Astronomi serta membuka Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan, berkolaborasi dengan Universitas Negeri Yogyakarta melalui arahan Kementerian.
Kampus dengan Visi Berkelanjutan
Dengan fasilitas milik sendiri, SDM doktoral yang terus bertambah, sistem pelayanan berbasis ISO, riset kolaboratif nasional, serta program kesejahteraan mahasiswa, UPG 1945 NTT menegaskan komitmennya sebagai kampus bermutu, berkualitas, dan berbudaya.
Education Fair 2026 menjadi ruang pembuktian bahwa pendidikan tinggi di NTT dapat tumbuh dengan kualitas tanpa meninggalkan keterjangkauan biaya.
Di tengah tantangan pendidikan tinggi, UPG 1945 NTT menunjukkan bahwa mutu dan keberpihakan sosial dapat berjalan beriringan.
✒️: kl
