Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Dari Masjid ke Ketahanan Nasional: Kupang Gaungkan Gerakan Tanam

Senin, 23 Februari 2026 | Februari 23, 2026 WIB Last Updated 2026-02-23T12:41:26Z

 

Wali Kota Kupang dr. Chris Widodo bersama Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Dirjen Polpum) Kemendagri, Akmal Malik, menghadiri kegiatan penanaman anakan tanaman produktif dalam rangka Ramadan di Kota Kupang, sebelum buka puasa bersama di Masjid Al-Ikhlas Bonipoi, Senin (23/02/2026).

Kota Kupang, NTT, 23 Februari 2026– Dari Masjid ke Ketahanan Nasional menjadi pesan kuat yang digaungkan dalam momentum Ramadan tahun ini. Pemerintah Kota Kupang bersama Kementerian Dalam Negeri menunjukkan bahwa gerakan tanam tanaman produktif bukan sekadar simbolik, tetapi bagian dari strategi memperkuat ketahanan nasional dari akar rumput.


Momentum Ramadan dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanan pangan berbasis komunitas. Wali Kota Kupang dr. Christ Widodo bersama Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Dirjen Polpum) Akmal Malik dari Kementerian Dalam Negeri melakukan penanaman anakan tanaman produktif sebelum menghadiri buka puasa bersama di Masjid Al-Ikhlas Bonipoi.


Kegiatan ini menegaskan bahwa rumah ibadah memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai tempat berdoa, tetapi juga sebagai pusat penggerak sosial dan ekonomi umat. Masjid dan gereja dapat menjadi ruang konsolidasi nilai, sekaligus pusat edukasi dan praktik kemandirian pangan berbasis lingkungan.


Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menekankan bahwa puasa mengajarkan nilai pengendalian diri, empati, dan kepedulian sosial. Karena itu, gerakan menanam tanaman produktif di lingkungan rumah ibadah menjadi langkah konkret menjaga ketersediaan pangan sekaligus mempererat kebersamaan lintas agama.


“Hari ini kita menunjukkan bahwa gereja dan masjid bisa menjadi motor penggerak ketahanan pangan. Kita menanam bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk masa depan,” ujarnya.


Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Dalam konteks ekonomi global yang penuh ketidakpastian, kota-kota dituntut memperkuat daya tahan lokal. Ketahanan pangan berbasis komunitas dinilai lebih adaptif karena melibatkan partisipasi warga secara langsung, memperpendek rantai distribusi, serta mendorong kemandirian rumah tangga.


Dirjen Polpum Akmal Malik menambahkan, ketahanan pangan merupakan bagian penting dari ketahanan nasional. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci menghadapi tantangan ekonomi, termasuk kebijakan efisiensi anggaran dari pusat.


“Kalau kita mau berjalan jauh, kita harus berjalan bersama. Ketahanan pangan harus dimulai dari lingkungan terkecil, termasuk rumah ibadah,” tegasnya.


Ia juga menegaskan bahwa stabilitas politik dan pemerintahan tidak bisa dilepaskan dari stabilitas sosial-ekonomi. Ketika masyarakat memiliki akses pangan yang cukup dan berkelanjutan, maka potensi konflik sosial dapat ditekan, dan daya tahan bangsa semakin kuat.


Penanaman anakan tanaman produktif tersebut menjadi simbol persaudaraan, gotong royong, dan komitmen membangun kemandirian pangan dari Kota Kupang untuk Indonesia. Dari halaman masjid di Bonipoi, pesan yang disampaikan jelas: ketahanan nasional tidak hanya dibangun lewat kebijakan besar di pusat, tetapi juga lewat aksi sederhana yang ditanam hari ini dan dipanen bersama esok hari.

✒️: kl