Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Rp100 Juta untuk Kelurahan Terbersih, Kupang Resmi Tantang Warganya

Jumat, 27 Februari 2026 | Februari 27, 2026 WIB Last Updated 2026-02-27T12:18:14Z

 

Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo bersama jajaran Pemerintah Kota Kupang dan Komunitas Beta Bersih (KBB) berfoto bersama usai peluncuran Lomba Kebersihan Antar Kelurahan di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Jumat (27/2/2026).

Kota Kupang,NTT – Rp100 juta untuk kelurahan terbersih menjadi tantangan resmi yang diluncurkan Pemerintah Kota Kupang melalui Lomba Kebersihan Antar Kelurahan. Dengan total hadiah Rp100 juta, Kupang resmi menantang warganya untuk membuktikan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, bukan sekadar demi piala, tetapi demi perubahan budaya.


Peluncuran lomba yang digagas bersama Komunitas Beta Bersih (KBB) berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Jumat (27/2).


Hadir dalam acara launching tersebut Ketua Satgas Lomba Komunitas Beta Bersih, Irsan Dardana beserta jajaran. Turut mendampingi Wali Kota, para Staf Ahli Wali Kota Kupang, para Asisten Sekda, segenap kepala perangkat daerah lingkungan Pemerintah Kota Kupang, serta para camat dan lurah se-Kota Kupang.


Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Komunitas Beta Bersih yang dinilai telah menunjukkan kepedulian nyata, bukan hanya lewat gagasan, tetapi juga tenaga dan materi.


“Mereka tidak bertanya apa yang negara berikan kepada mereka, tetapi apa yang bisa mereka berikan untuk negara. Bahkan total hadiah Rp100 juta ini bukan angka kecil. Ini bukti cinta untuk Kota Kupang,” tegasnya.


Wali Kota mengungkapkan kekagumannya terhadap semangat swadaya masyarakat yang mulai tumbuh. Menurutnya, persoalan sampah tidak bisa ditangani pemerintah semata, melainkan harus menjadi gerakan bersama seluruh warga kota.


“Inilah semangat kolaborasi. Kota tidak bisa maju kalau hanya wali kota yang bergerak. Kota maju kalau warganya ikut bergerak,” ujarnya.


Menurut dr. Chris, nama “Beta Bersih” memiliki makna filosofis yang dalam. Kata “beta” berarti saya—sebuah ajakan agar setiap warga memulai perubahan dari diri sendiri.


“Bukan tunggu pemerintah, bukan tunggu orang lain. Mulai dari beta. Kalau kita mau maju, semua harus dimulai dari diri sendiri,” katanya.


Ia menegaskan, lomba ini bukan sekadar kompetisi mencari kelurahan terbersih, melainkan upaya membangun kesadaran kolektif.


“Ini bukan tentang siapa yang paling bersih, tapi siapa yang paling peduli. Bukan mengejar piala, tetapi membangun budaya. Kita ubah kalimat ‘itu bukan tugas saya’ menjadi ‘ini beta punya tanggung jawab’,” tandasnya.


Wali Kota juga meminta tim juri dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) untuk menilai secara objektif dan adil agar hasil lomba benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan.


Sementara itu, Ketua Satgas Lomba Komunitas Beta Bersih, Irsan Dardana, menjelaskan bahwa komunitas ini lahir dari keresahan melihat persoalan sampah yang menumpuk di berbagai sudut kota usai pelantikan Wali Kota pada Februari 2025.


“Kami sadar kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga warga yang memproduksi sampah itu sendiri. Kami rindu Kota Kupang yang bersih,” ujarnya.


Ia juga mengapresiasi langkah cepat pemerintah membentuk Satgas Penanganan Sampah, menyusun roadmap, hingga memastikan petugas tetap bekerja di hari libur.


“Saya pernah tanya ke petugas di lapangan, kapan libur? Jawabnya, kami libur kalau masyarakat stop buang sampah. Artinya hampir tidak ada libur,” ungkap Irsan.


Sebagai bentuk dukungan nyata, KBB sebelumnya telah menggelar aksi “Kupang Bersinar” (Kupang Bersih, Indah, dan Asri) dengan mengerahkan 31 armada dan 3 truk fuso, ditambah 27 armada dari DLHK, sehingga total 55 truk pengangkut sampah dikerahkan dalam aksi bersih besar-besaran tersebut.


Untuk lomba kebersihan tahun ini, KBB dan DLHK menyepakati tiga kriteria utama penilaian:

  • Kebersihan lingkungan (jalan, trotoar, fasilitas umum, lahan kosong, sungai, dan drainase).
  • Kebersihan tempat pembuangan sementara (TPS).
  • Kebersihan kantor kelurahan.


Selain juara 1, 2, dan 3, panitia juga menyiapkan juara harapan 1, 2, dan 3. Total hadiah Rp100 juta disiapkan sebagai motivasi nyata agar setiap kelurahan serius membangun budaya bersih.


Lomba ini sekaligus mendukung gerakan nasional kebersihan sesuai arahan Presiden Republik Indonesia serta Surat Edaran Menteri Dalam Negeri tentang gerakan Indonesia Bersih.


Gerakan ini menegaskan bahwa kebersihan bukan hanya urusan teknis, tetapi cermin peradaban kota.

✒️: kl