Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Sampah Jadi Cuan, OVOP Gerakkan Ekonomi Alak

Sabtu, 28 Februari 2026 | Februari 28, 2026 WIB Last Updated 2026-02-28T00:46:21Z

 

Wali Kota Kupang berdialog dengan pelaku UMKM Kelompok Usaha Ecofun BS saat penyerahan bantuan Program OVOP di Kelurahan Nunbaun Sabu, Kecamatan Alak, Kota Kupang, NTT, Jumat (27/2). Produk sofa berbahan daur ulang sampah plastik menjadi unggulan ekonomi kreatif warga.
📸 Abi Letman

Kota Kupang, NTT-Program OVOP (One Village One Product) kembali membuktikan bahwa potensi lokal mampu menjadi kekuatan ekonomi. Di Kelurahan Nunbaun Sabu, Kecamatan Alak, Kota Kupang, sampah plastik yang selama ini dipandang sebagai persoalan lingkungan kini disulap menjadi sofa bernilai jual melalui sentuhan kreativitas warga.


Wali Kota Kupang, Christian Widodo, menghadiri penyerahan bantuan Program OVOP dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur kepada Kelompok Usaha Ecofun BS, Jumat (27/2). Pada kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi NTT dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.


Turut hadir Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, Bupati Kupang Yosef Lede, jajaran Pemerintah Provinsi dan Kota Kupang, Kapolsek Alak, pimpinan Pelindo, para lurah se-Kecamatan Alak, LKK Kelurahan Nunbaun Sabu, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pimpinan lembaga pendidikan setempat.


Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa bantuan yang disalurkan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi NTT merupakan bukti nyata kehadiran dan kepedulian pemerintah hingga ke tingkat kelurahan dan desa.


“Terima kasih Bapak Gubernur beserta jajaran. Kami menerima bantuan ini sebagai bukti bahwa pemerintah hadir dan peduli. Bahkan bukan hanya bantuan alat, kelompok juga mendapat pelatihan keterampilan, termasuk pelatihan cara menjual yang baik dan digital marketing. Ini luar biasa,” ujarnya.


Ia menilai Program OVOP membawa pesan kuat bahwa setiap kampung memiliki potensi, setiap lorong memiliki harapan, dan setiap warga memiliki kesempatan untuk bertumbuh. Persoalan sampah plastik yang selama ini menjadi tantangan lingkungan, menurutnya, kini dapat dilihat dari perspektif baru sebagai sumber nilai tambah dan peluang ekonomi.


“Atas nama Pemerintah Kota Kupang, kami memberikan apresiasi tinggi. Di setiap keterbatasan ada jalan keluar, di setiap hambatan ada peluang. Sampah yang menjadi masalah hari ini bisa menjadi produk bernilai,” tegasnya.


Sebagai bentuk dukungan nyata, Wali Kota bahkan secara pribadi memesan dua set sofa hasil produksi Ecofun BS dan meminta satu produk dipajang di Dekranasda Kota Kupang sebagai etalase promosi kerajinan lokal.


Sementara itu, Gubernur NTT menjelaskan bahwa Program OVOP merupakan strategi kolaborasi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Pemerintah Provinsi NTT telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp20 miliar, dengan skema dukungan rata-rata Rp20 juta untuk setiap desa atau kelurahan yang difokuskan pada lahirnya satu produk akhir unggulan sebagai identitas lokal.


“Program ini bukan sekadar kegiatan tiga hari, tetapi harus berujung pada produk akhir yang jelas dan menjadi kebanggaan daerah masing-masing. Kita ingin memastikan setiap desa dan kelurahan memiliki produk unggulan yang mampu menggerakkan ekonomi rakyat,” tegasnya.


Di Nunbaun Sabu, inovasi pengolahan sampah plastik menjadi sofa dinilai sebagai langkah kreatif yang menjawab tantangan lingkungan sekaligus membuka peluang usaha baru. Gubernur pun turut memesan tiga set sofa sebagai bentuk dukungan terhadap produk lokal tersebut.


“Kalau kita bisa produksi sendiri, kenapa harus beli dari luar? Perputaran uang harus terjadi di NTT. ASN saja jika setiap bulan menyisihkan Rp100 ribu untuk membeli produk UMKM lokal, dampaknya akan sangat besar bagi ekonomi daerah,” ujarnya.


Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi NTT, Viktorius Manek, menjelaskan bahwa bantuan sarana dan prasarana Program OVOP diserahkan kepada Kelompok Usaha Ecofun BS di Kelurahan Nunbaun Sabu, Kecamatan Alak, Kota Kupang. Bantuan ini menargetkan pengembangan produk sofa berbahan daur ulang sampah sebagai unggulan lokal untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.


Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Rembuk OVOP bersama Pemerintah Provinsi NTT guna memperkuat pengembangan produk unggulan lokal. Program ini diharapkan menjadikan Nunbaun Sabu sebagai salah satu percontohan OVOP di Kota Kupang dengan produk yang kreatif, inovatif, dan ramah lingkungan.


Dari Alak, pesan itu menggema: sampah bukan lagi sekadar masalah, melainkan peluang. Jika dikelola dengan kreativitas, kolaborasi, dan keberanian berinovasi, ia bisa berubah menjadi cuan dan kebanggaan daerah.

✍🏼 : Chris Dethan/kl