Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Sekda Kupang Tegaskan Prioritas di Musrenbang

Kamis, 19 Februari 2026 | Februari 19, 2026 WIB Last Updated 2026-02-19T13:25:29Z

 

Sekretaris Daerah Kota Kupang bersama jajaran perangkat daerah, unsur kecamatan, TNI-Polri, serta para pemangku kepentingan berfoto bersama usai pembukaan Musrenbang Kecamatan dan Pra Musrenbang Tematik Stunting di Kantor Camat Maulafa, Kota Kupang.

Kota Kupang, NTT– Sekretaris Daerah Kota Kupang menegaskan pentingnya disiplin perencanaan dan ketepatan prioritas dalam pelaksanaan Musrenbang Kecamatan Kota Kupang yang resmi dimulai dari Kecamatan Maulafa. Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Kick Off Musrenbang Kecamatan sekaligus Pra Musrenbang Tematik Stunting yang digelar perdana di Kantor Camat Maulafa. 


Musrenbang Kecamatan Kota Kupang tahun ini tidak sekadar menjadi agenda rutin tahunan, tetapi diposisikan sebagai ruang konsolidasi strategis untuk memastikan arah pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat. Sekda Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, S.H., memberikan apresiasi karena pelaksanaan Musrenbang berjalan sesuai jadwal. Ketepatan waktu, menurutnya, adalah cerminan disiplin dalam sistem perencanaan yang harus terus dijaga.


Dalam sambutannya, ia mengingatkan seluruh pemangku kepentingan agar mampu membedakan secara tegas antara kebutuhan dan keinginan dalam menyusun usulan program. Keterbatasan fiskal daerah, tegasnya, menuntut pemerintah untuk fokus pada program yang berdampak langsung, terukur, serta berkelanjutan.


Ia juga menyoroti prevalensi stunting di Kota Kupang yang pada tahun 2025 masih berada di angka 16,8 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak boleh dikesampingkan. Infrastruktur memang penting, namun kualitas manusia menjadi faktor utama dalam menentukan daya saing daerah di masa depan.


Sebagai bagian dari penguatan pembangunan dari tingkat bawah, Pemerintah Kota Kupang menghadirkan terobosan berupa alokasi anggaran sebesar Rp500 juta untuk setiap kelurahan. Kebijakan ini dinilai strategis karena memperkuat peran kelurahan sebagai garda terdepan pelayanan publik sekaligus pusat pembangunan berbasis kebutuhan warga.


Materi perencanaan disampaikan oleh Pelaksana Tugas Kepala Bappeda Kota Kupang, Wildrian Ronald Otta, S.STP, MM. Ia menjelaskan bahwa alokasi Rp500 juta per kelurahan diarahkan untuk mempercepat pembangunan, memastikan pemerataan, serta menjaga keberlanjutan program.


Ke depan, formula perhitungan anggaran akan mempertimbangkan tiga komponen utama, yakni luas wilayah, jumlah penduduk, dan tingkat kemiskinan. Pendekatan ini diharapkan menciptakan distribusi anggaran yang lebih adil dan proporsional.


Selain itu, ia menekankan bahwa pembangunan ekonomi harus berjalan seimbang dengan aspek ekologis. Pertumbuhan yang mengabaikan daya dukung lingkungan hanya akan menghasilkan manfaat jangka pendek dan berpotensi menimbulkan persoalan baru di masa mendatang.


Terkait penanganan stunting, pada tahun 2027 direncanakan alokasi anggaran khusus sebesar Rp10 juta per kelurahan. Langkah ini menjadi bagian dari penguatan intervensi spesifik dan sensitif di tingkat masyarakat.


Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia merupakan investasi jangka panjang yang menentukan posisi tawar daerah di masa depan. “Nilai tawar daerah ditentukan oleh kualitas manusianya,” tegasnya.


Pra Musrenbang Tematik Stunting dipaparkan oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Bappeda Kota Kupang, Imelda Fonyke Nange, ST, MT. Tahun ini menjadi momen pertama Kota Kupang menyelenggarakan Pra Musrenbang Tematik Stunting secara khusus.


Kegiatan ini dilaksanakan sesuai Jukni Pelaksanaan Aksi Konvergensi yang dikeluarkan oleh Bina Bangda Kemendagri pada akhir 2024. Tahapan tersebut berbasis pada hasil input Identifikasi Kendala yang kemudian menjadi dasar usulan kegiatan dalam menu Pra Musrenbang pada web Bina Bangda Aksi Konvergensi.


Proses ini memiliki arti strategis karena menjadi salah satu indikator penilaian Kementerian Dalam Negeri terhadap kinerja kepala daerah di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, seluruh pemangku kepentingan diminta menyusun prioritas secara serius dan cermat.


Output yang diharapkan dari Pra Musrenbang Tematik Stunting adalah penetapan kegiatan prioritas serta penyusunan Berita Acara Pra Musrenbang Tematik Stunting tingkat kecamatan.


Pelaksanaan Musrenbang Kecamatan Kota Kupang dan Pra Musrenbang Tematik Stunting di Kecamatan Maulafa menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat kualitas perencanaan dari bawah. Dengan disiplin waktu, ketegasan prioritas, serta keberpihakan pada pembangunan sumber daya manusia, arah pembangunan Kota Kupang diharapkan semakin fokus, terukur, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

✒️: kl