Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

553 Siswa SMKN 2 Kupang Ikuti TKA, Hasilnya Rata-Rata Kategori Memuaskan

Jumat, 06 Maret 2026 | Maret 06, 2026 WIB Last Updated 2026-03-06T12:26:40Z

 

Plt Kepala Sekolah SMKN 2 Kupang, Yohanis Lomi, saat memberikan keterangan kepada media terkait pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa kelas XII yang digelar pada November 2025 di Kota Kupang, NTT, Jumat (6/3/2026).

Kupang, NTT – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMKN 2 Kupang pada November 2025 berjalan dengan baik. Dari ratusan siswa yang mengikuti tes tersebut, hasil yang diperoleh menunjukkan capaian yang cukup menggembirakan, dengan rata-rata nilai berada pada kategori memuaskan.


Hal itu disampaikan Plt Kepala Sekolah SMKN 2 Kupang, Yohanis Lomi, kepada media ini pada 6 Maret 2026 saat menjelaskan bagaimana siswa menghadapi program baru tersebut yang kini menjadi salah satu rujukan untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi.


Menurutnya, secara umum pelaksanaan TKA di SMKN 2 Kupang berlangsung lancar, meskipun waktu persiapan siswa sangat terbatas.


“Secara umum pelaksanaan TKA pada bulan November 2025 itu berjalan dengan baik. Peserta TKA adalah siswa kelas 12, dan yang mengikuti sekitar 553 orang dari total 609 siswa dalam data Dapodik,” jelasnya.


Ia menuturkan, hasil yang diperoleh siswa cukup beragam. Ada yang mencapai kategori sangat memuaskan, memuaskan, hingga cukup memuaskan. Namun secara keseluruhan, capaian siswa dinilai cukup baik.


“Dari hasil yang kami terima, memang ada yang sangat memuaskan, ada yang memuaskan, dan ada juga yang kurang. Tetapi dengan kondisi yang ada, saya menilai anak-anak cukup bagus dalam mengikuti TKA ini,” ujarnya.


Yohanis Lomi mengungkapkan bahwa persiapan siswa mengikuti TKA sebenarnya sangat singkat. Saat itu, siswa kelas 12 sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) sehingga harus ditarik kembali ke sekolah untuk mempersiapkan diri.


“Saat itu kelas 12 sedang PKL. Mereka ditarik kembali dari tempat PKL pada minggu terakhir bulan Oktober, tepatnya 21 Oktober, untuk mempersiapkan diri mengikuti TKA pada minggu pertama bulan November,” katanya.


Dengan waktu persiapan yang hanya sekitar satu minggu, para siswa tetap menunjukkan semangat tinggi. Bahkan terdapat prestasi yang cukup membanggakan.


“Terbukti ada satu siswa yang mendapat nilai Bahasa Jerman dengan kategori istimewa,” ungkapnya.


Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa siswa mampu mempersiapkan diri secara mandiri, meskipun tidak ada bimbingan khusus dari sekolah karena keterbatasan waktu.


Setelah hasil TKA keluar, sekolah kemudian melakukan proses seleksi untuk menentukan siswa yang eligible sesuai kuota yang diberikan.


“Kuota yang diberikan kepada SMKN 2 Kupang sesuai akreditasi sekolah yaitu 40 persen dari jumlah peserta didik kelas 12,” jelasnya.


Dari jumlah tersebut, sekitar 180 siswa memanfaatkan kesempatan untuk melanjutkan ke tahap berikutnya, yaitu membuat akun, mengisi tahapan administrasi, hingga memilih jurusan yang diminati.


Jika dihitung, sekitar 73 persen siswa yang memenuhi syarat memilih melanjutkan studi.


“Artinya cukup banyak anak-anak yang memanfaatkan kesempatan ini untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” katanya.


Meski hasil TKA tergolong baik, Yohanis Lomi mengakui bahwa tantangan dalam dunia pendidikan masih ada, terutama pada aspek literasi dan numerasi.


Menurutnya, secara realitas di kelas, masih terdapat beberapa siswa yang kemampuan literasi dan numerasinya berada di bawah batas normal.


“Memang secara real di kelas kami punya anak-anak dengan kemampuan literasi dan numerasi yang masih di bawah batas normal,” ujarnya.


Namun dalam persiapan menghadapi TKA, para siswa justru mampu menunjukkan hasil yang cukup baik.


Ia menegaskan bahwa penilaian tersebut didasarkan pada hasil resmi yang dikeluarkan oleh kementerian setelah pelaksanaan TKA.


“Anak-anak mendapat nilai yang baik. Bahkan ada yang mendapatkan predikat istimewa,” katanya.


Dari lebih dari 500 siswa yang mengikuti TKA, Yohanis Lomi menyebutkan bahwa secara rata-rata capaian nilai berada pada kategori memuaskan.


“Iya, rata-rata kategori memuaskan. Memang ada tingkatannya, dari cukup memuaskan sampai istimewa,” jelasnya.


Ia menambahkan bahwa tidak ada mata pelajaran tertentu yang menjadi kelemahan dominan bagi siswa.


“Kadang ada yang lemah di matematika, ada juga yang di bahasa Indonesia atau bahasa Inggris, tetapi tidak dominan. Jika dirata-ratakan semuanya masuk kategori memuaskan,” katanya.


Belajar dari pengalaman tahun 2025, pihak sekolah kini mulai menyiapkan strategi agar siswa memiliki waktu persiapan yang lebih baik.


Salah satu rencana yang disiapkan adalah memajukan jadwal PKL, sehingga siswa memiliki waktu lebih panjang untuk mempersiapkan diri menghadapi TKA.


“Kami sudah merancang sejak awal untuk peserta didik angkatan 2026 dan 2027 agar persiapan TKA bisa lebih maksimal,” jelasnya.


Dengan strategi tersebut, sekolah berharap siswa dapat memiliki waktu yang cukup untuk belajar sebelum mengikuti tes.


Di akhir wawancara, Yohanis Lomi menyampaikan pesan agar program TKA tetap dilaksanakan secara konsisten karena dapat menjadi pengingat bagi sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.


“Program ini menjadi warning bagi sekolah agar mempersiapkan anak-anak dengan baik. Bukan hanya hasil akhirnya, tetapi bagaimana proses mereka mempersiapkan diri dengan maksimal untuk mengikuti TKA di tahun-tahun berikutnya,” pungkasnya.

✒️: kl