Masuk

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Bupati Willy Lay Lepas Obor Perdamaian GMIT di Belu

Minggu, 29 Maret 2026 | Maret 29, 2026 WIB Last Updated 2026-03-29T04:19:57Z
Bupati Belu, Willy Lay, saat memberikan sambutan dalam pembukaan Festival Paskah 2026 di GMIT Anugerah Atambua, serta momen pelepasan Obor Perdamaian GMIT bersama tokoh lintas agama dan masyarakat di Kabupaten Belu, Sabtu (28/3/2026).


Bupati Willy Lay Lepas Obor Perdamaian GMIT di GMIT Anugerah Atambua, Kabupaten Belu, NTT, Sabtu, 28 Maret 2026, sebagai tanda dimulainya rangkaian Festival Paskah 2026 yang membawa pesan damai dan persatuan lintas iman dari wilayah perbatasan Indonesia.


Belu, NTT —Pelepasan Obor Perdamaian GMIT dilakukan langsung oleh Willy Lay yang didampingi oleh Wakil Sekretaris Sinode GMIT, Ketua PPSG, Ketua UPP GMIT, Ketua MUI Belu, Ketua Klasis Belu, Ketua KMJ GMIT Anugerah Belu, Ketua Panitia Festival Paskah Simson Polin, pengurus Pemuda Katolik Komcab Belu, serta para pendeta se-Klasis Belu.


Kegiatan ini berlangsung di GMIT Anugerah Atambua dan menjadi momen penting yang menegaskan Belu sebagai “Kota Sahabat” yang mengirimkan pesan damai dari perbatasan RI–Timor Leste ke seluruh penjuru negeri.


Obor yang dinyalakan bukan sekadar api seremonial, melainkan simbol harapan dan komitmen bersama untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman.


Dalam sambutannya, Bupati Belu menyampaikan apresiasi tinggi kepada pemuda GMIT yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan Festival Paskah 2026. Ia menilai kegiatan ini sebagai langkah nyata generasi muda dalam merawat nilai-nilai toleransi, persaudaraan, dan perdamaian.


Menurutnya, Bupati Willy Lay Lepas Obor Perdamaian GMIT bukan hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga gerakan moral yang harus terus dijaga dan dikembangkan.


“Obor ini harus terus menyala, membawa damai dari timur NTT ke seluruh Indonesia, bahkan ke dunia yang saat ini sedang terluka,” ungkapnya.


Dengan gaya santai, ia juga menyampaikan bahwa tahun ini pemerintah daerah baru sebatas mendukung pelepasan obor, namun ke depan akan terlibat lebih aktif.


Lebih lanjut, Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Belu untuk mendukung penuh Festival Paskah di tahun-tahun mendatang. Ia bahkan mengusulkan agar kegiatan ini dikembangkan lebih luas dengan menghadirkan konser pujian atau lomba paduan suara agar semakin semarak dan berdampak.


Kehadiran tokoh lintas agama seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta keterlibatan Pemuda Katolik menjadi bukti nyata bahwa Obor Perdamaian GMIT adalah simbol kebersamaan yang melampaui sekat agama dan perbedaan.


Momentum ini sekaligus memperkuat pesan bahwa dari wilayah perbatasan, Indonesia mampu menunjukkan wajah damai, toleran, dan penuh persaudaraan.


Belu sebagai wilayah perbatasan memiliki nilai strategis dalam menyuarakan pesan perdamaian. Melalui kegiatan ini, Bupati Willy Lay Lepas Obor Perdamaian GMIT menjadi simbol bahwa daerah pinggiran pun mampu menjadi pusat lahirnya nilai-nilai besar bagi bangsa.


Obor ini diharapkan terus bergerak, menjangkau berbagai wilayah, dan menjadi pengingat bahwa damai harus diperjuangkan bersama, bukan hanya diucapkan.


Dari Belu, obor itu dinyalakan. Bukan sekadar api, tetapi pesan yang hidup—tentang damai, persaudaraan, dan harapan bagi semua.


Damai tidak hadir begitu saja.

Ia harus dinyalakan dan dijaga.

Dari Belu, cahaya itu mulai berjalan.

Menyusuri negeri, membawa harapan.

Dan semoga, tak pernah padam.

✒️: kl