![]() |
| Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menerima kembali peserta pawai Kupang Bertakbir Season 3 di Kota Kupang, NTT, Jumat (20/3/2026). |
Kota Kupang,NTT—Kupang Bertakbir Season 3 di Kota Kupang, NTT berlangsung meriah saat Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menyambut sekitar 5.000 peserta pawai di Bundaran Tirosa, Jumat (20/3/2025).
Pawai takbiran dalam rangka Kupang Bertakbir Season 3 di Kota Kupang, NTT menjadi momentum kebersamaan yang kuat. Ribuan peserta dari berbagai elemen masyarakat turun ke jalan, membawa gema takbir yang menghidupkan suasana kota.
Kegiatan berlangsung tertib, aman, dan lancar berkat kerja sama panitia, aparat keamanan, dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menegaskan bahwa Kupang Bertakbir Season 3 bukan sekadar pawai biasa.
“Malam bertakbir ini bukan hanya perjalanan dari titik A ke titik B, tetapi merupakan perjalanan batin.”
Takbir, menurutnya, bukan hanya lantunan suara, tetapi juga pengakuan akan kebesaran Tuhan dan refleksi diri manusia.
Momentum Kupang Bertakbir Season 3 di Kota Kupang, NTT juga memperlihatkan kuatnya toleransi.
Paduan suara Santo Fransiskus Asisi turut membawakan lagu bernuansa Islami. Aktivitas berburu takjil di sekitar gereja pun berjalan harmonis tanpa mengganggu ibadah.
Sedikit santai: di Kupang, beda itu bukan masalah—justru jadi cerita indah .
Bahkan, peserta pawai juga membagikan hampers ke gereja-gereja sebagai simbol kebersamaan lintas iman.
Wali Kota Kupang mengungkapkan bahwa Kota Kupang mendapat penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri sebagai kota damai dan inklusif terbaik di Indonesia.
“Keberagaman bukan penghalang, tetapi kekuatan. Bukan jarak, melainkan jembatan.”
Ia menggambarkan kehidupan masyarakat seperti lagu dan lukisan.
Nada berbeda bisa menjadi harmoni. Warna berbeda bisa menjadi indah. Begitu juga masyarakat Kupang.
Jika Kota Kupang adalah kanvas, maka keberagaman adalah warna yang menjadikannya kota inklusif dan toleran.
Kota Kupang sekali lagi membuktikan bahwa keberagaman bukan sekadar slogan.
Ia hidup, tumbuh, dan dirayakan bersama.
Dari takbir hingga toleransi, semuanya menyatu dalam satu makna: harmoni.
Kupang tidak hanya merayakan—Kupang memberi contoh.
Perbedaan bukan jarak, tapi jembatan.
Dan di Kota Kupang, harmoni itu nyata.
✒️: kl
