![]() |
| Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo (kanan), saat memberikan keterangan terkait rencana pelantikan 296 kepala sekolah di Kupang, Selasa (17/3/2026). Pelantikan ini difokuskan pada penetapan kepala sekolah definitif serta penguatan persiapan UTBK bagi siswa. |
Kupang, NTT –Sebanyak 296 kepala sekolah di Nusa Tenggara Timur (NTT) segera dilantik dalam waktu dekat. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, Selasa (17/3/2026).
Pelantikan ini rencananya akan dipusatkan di Aula El Tari, Kupang, dan menjadi pelantikan pertama sejak tahun 2023, sekaligus yang pertama di masa kepemimpinan gubernur saat ini.
Bukan sekadar acara formal, ini ibarat “start baru”—mesin pendidikan NTT dipanaskan lagi setelah lama idle.
Pergi ke kebun memetik pepaya,
Jangan lupa bawa keranjang rotan.
Kalau sekolah mau makin berjaya,
Kepsek harus siap jadi nahkoda andalan.
Ambrosius Kodo menegaskan, seluruh proses dilakukan berdasarkan Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025.
Dari 1.102 guru potensial, disaring menjadi:
- 511 lolos administrasi
- 479 ikut seleksi substansi
- 304 dinyatakan lulus
Tidak ada jalan pintas.
“Kalau tidak ikut proses ini, kita pastikan tidak sesuai aturan,” tegasnya.
Salah satu fokus utama adalah memberikan kepastian bagi kepala sekolah berstatus Plt (Pelaksana Tugas).
Ada yang sudah menjabat hingga 2 sampai 4 tahun.
Kalau terlalu lama “sementara”, keputusan pun bisa jadi serba ragu.
Dengan status definitif, mereka bisa bekerja lebih percaya diri dan maksimal.
Bagaimana dengan kepala sekolah yang masa jabatannya hampir habis?
Pemerintah tidak serta-merta mengganti.
Bagi mereka yang masa jabatannya tersisa sekitar 1 hingga 3 bulan, tetap diberi ruang untuk menyelesaikan tugasnya sampai akhir periode.
Ibarat pelari, tidak diganti di tengah lintasan—tetap dibiarkan menyentuh garis finish.
Setelah itu, barulah dilakukan seleksi berikutnya yang direncanakan mulai Juni 2026.
Menurut Kodo, pendidikan tidak boleh hanya mengejar angka.
“Yang pertama itu karakter, baru akademik.”
Karakter disebut sebagai keterampilan universal—dipakai di mana saja dan kapan saja.
Beli buku di hari Selasa,
Dibaca sambil minum kopi.
Kalau karakter sudah terjaga,
Ilmu datang ikut rapi.
Gerakan Membaca: Peluk Buku, Peluk Masa Depan
Program NTT Membaca dan Menulis Genta Belis kembali digaungkan.
Pesannya sederhana tapi dalam:
Siapa yang rajin membaca, sedang merangkul masa depannya.
Karena dari buku, anak-anak bisa “mengintip masa depan” lebih awal.
Libur Sekolah, Belajar Tetap Jalan
Strategi lain juga disiapkan untuk siswa.
Meski libur, belajar tidak boleh ikut libur.
Pemerintah menyiapkan:
- Akun siswa berbasis Dapodik
- Akses server latihan
- Try out online
- Sekitar 100 ribu soal latihan
Belajar bisa dilakukan di rumah, santai, bahkan sambil liburan.
Analogi dari Kodo cukup menarik.
Belajar itu seperti berburu.
Yang disiapkan bukan hanya niat, tapi juga alat.
Latihan soal = mengasah senjata
Semakin sering latihan, semakin siap menghadapi ujian.
Di sinilah peran kepala sekolah jadi sangat penting.
Mereka harus memastikan:
- Siswa aktif belajar
- Mengikuti try out
- Terbiasa latihan soal
- Siap menghadapi UTBK
Kepala sekolah bukan sekadar jabatan, tapi penggerak utama di sekolah.
Jadwal Pelantikan
Pelantikan direncanakan: Aula El Tari, Kupang
25 atau 26 Maret 2026
Menunggu turunnya persetujuan teknis dari pusat.
Langkah ini bukan sekadar rotasi jabatan.
Ini adalah upaya serius membangun fondasi pendidikan NTT dari hulu ke hilir.
Karena sekolah yang hebat bukan hanya soal bangunan megah—
tapi tentang siapa yang memimpin di dalamnya.
“Kalau kepseknya kuat, sekolahnya pasti hebat.”
“Bukan sekadar dilantik, tapi sedang menyiapkan masa depan NTT.”
“Dari Kupang, perubahan pendidikan NTT mulai digerakkan.”
✒️: kl
